Kejari: Tunggu Hasil Persidangan

In Utama

DEPOK – Upaya tiga bos First Travel, yakni Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan, terdakwa kasus penggelapan dan pencucian uang calon jamaah umrah, yang berkeinginan mengembalikan kerugian para jamaah tampaknya bakal sia-sia.

Diketahui, pada sidang lanjutan kasus pidana dugaan pencucian uang oleh bos First Travel, pengacara ketiga terdakwa meminta agar kejaksaan dan pengadilan mengembalikan barang bukti guna mengganti biaya ganti rugi para jamaah, harus menunggu hasil persidangan.

Hal itu juga ditegaskan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Sufari. Ia mengatakan, saat ini keputusan ada di tangan majelis hakim yang menangani sidang First Travel. Keinginan untuk mengambil kembali barang bukti memang menjadi hak terdakwa, tetapi keputusan tersebut harus menunggu keputusan majelis hakim.

“Semua tergantung majelis Hakim karena saat ini proses hukum sudah berada di pengadilan negeri. Itu memang menjadi hak terdakwa, tapi tidak harus dikabulkan” kata Sufari kepada Radar Depok.

Sementara itu, untuk menaksir harga barang pihaknya menyerahkan kepada dinas terkait. “Ada dua dinas yang akan memberi taksasi (taksiran harga barang, red) jika ingin dilakukan pelelangan,” kata Sufari.

Karena menurutnya, semua barang menjadi barang bukti akan dinilai kelayakan, dan keadaan barang yang akan dilelang.

Sebelumnya, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan First Travel yang dipimpin Heri Jerman mengatakan, tidak semua aset atas nama para terdakwa. Untuk itu, jaksa mesti menunggu terlebih dahulu pemeriksaan saksi-saksi terkait barang bukti. “Kami harus menunggu proses pemeriksaan saksi yang terkait barang bukti tersebut,” kata Heri Jerman.

Sementara, Kuasa Hukum First Travel dari Law Office JJ & Partner, Puji Wijayanto mengaku, mengajukan surat permohonan yang ditunjukan kepada Kejari Kota Depok dan Kepala PN Depok Sobandi, meminta barang bukti yang telah disita Kejaksaan Negeri Depok untuk dijual. Guna mengganti kerugian jamaah First Travel.

“Inti suratnya, kami mohon kepada kepada pak Kejari, Ketua PN, dan majelis hakim demi kepentingan para jamaah untuk dapat menjual aset-aset milik terdakwa berupa mobil,” kata Puji kepada Radar Depok, kemarin (28/2).

Puji mengatakan, terdakwa telah sepakat untuk menjual 10 mobil mewah, tiga buah rumah, dan empat ruko guna menggantikan uang jamaah First Travel.

“Saya tahu kejaksaan tidak punya biaya untuk merawat, jadi sebelum harganya semakin anjlok kami mohon agar bisa menjual barang-barang tersebut,” harap Puji.

Sementara itu, Hakim Ketua dalam persidangan tersebut Sobandi menyatakan, majelis hakim tak bersikap atas pengajuan surat tersebut. Sobandi lebih fokus kepada agenda pemeriksaan pokok perkara. Dia memberikan waktu jaksa menghadirkan saksi pada Senin (5/3).

Selain itu, mengingat akan ada 96 saksi yang dihadirkan pada persidangan, Sobandi meminta agar mengatur ulang agenda persidangan. “Saksi banyak, jaksa harus mengatur agenda pemeriksaan para saksi,” ujarnya.

Sobandi juga menjadwalkan sidang berlangsung seminggu dua kali. Sebelumnya ketiga terdakwa menjalani sidang perdana, Senin (19/2) lalu. Dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum menjerat para terdakwa dengan pasal 372 KUHP atas tindak pidana pencucian uang (TPPU). (cr2)

You may also read!

Serunya Ayu Tingting Rayakan HUT RI di Rumah Juanah Sarmili

LOMBA : Ayu Tingting dan Anggota DPRD Kota Depok, Juanah Sarmili melihat Ayah Rojak yang

Read More...

Upacara HUT ke-74 Republik Indonesia di Balaikota Depok

KHIDMAT : Pemerintah Kota Depok melaksanakan Upacara HUT Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Balaikota Depok, Sabtu (17/8). Acara

Read More...

Keseruan Anak-anak Mengikuti Perlombaan HUT ke-74 Republik Indonesia

SERU : Sejumlah anak mengikuti di Lapangan RT01/06, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Sabtu (17/8). Warga di kawasan tersebut

Read More...

Mobile Sliding Menu