Kejari dan PN Saling Tunjuk

In Metropolis

DEPOK-Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Pengadilan Negeri (PN) Depok, tidak kompak dalam menjawab permohonan penjualan aset First Travel. Kemarin, PN Depok merasa tidak menerima surat permohonan dari tekdawa First Travel. Padahal sebelumnya, Jumat (26/1) surat ditujukan ke Kejari Depok. Kemudian, Kejari Kota melimpahkan surat ke PN diajukan pada Jumat (9/2).

Humas PN Kota Depok, Teguh Arifiano mengatakan, surat permohonan penjualan aset ditujukan kepada Kejari Kota Depok, sehingga itu hak Kejari untuk menjawab surat tersebut. Dia mengaku, tidak mendapat kiriman surat dari terdakwa. “Surat itu ditujukan kepada Kejari Kota Depok, sementara PN sifatnya hanya sebagai tembusan,” singkat Teguh kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sementara itu, menurut Pakar Hukum, Profesor Asep Warlan Yusuf. Dalam kasus First Travel surat permohonan untuk menjual aset tidak dapat dikabulkan, karena menurutnya kasus First Travel merupakan sidang Pidana, sehingga barang bukti diperlukan dalam persidangan. “First Travel itu kasus pidana, sehingga tidak bisa diajukan untuk menjual aset,” kata Asep.

Perlu diketahui, surat permohonan yang diajukan pihak terdakwa melalui kuasa hukumnya Puji Wijayanto diajukan pada Jumat (26/1), yang ditujukan kepada Kejari Depok. Sementara, pelimpahan yang diajukan Kejari Kota Depok ke PN pada Jumat (9/2).

Sebelumnya, Kajari Kota Depok, Sufari menuturkan, saat ini keputusan untuk menjawab surat permohonan dari terdakwa, ada di tangan majelis hakim yang menangani persidangan First Travel. Sufari menyebutkan, keinginan untuk mengambil kembali barang bukti memang menjadi hak terdakwa, namun keputusan tersebut harus menunggu keputusan dari majelis hakim. “Semua tergantung majelis Hakim karena saat ini proses hukum sudah berada di pengadilan negeri. Itu memang menjadi hak terdakwa, tapi tidak harus dikabulkan” kata Sufari.

Sementara, Kuasa Hukum First Travel dari Law Office JJ & Partner, Puji Wijayanto mengaku, mengajukan surat permohonan yang ditunjukan kepada Kejari Kota Depok untuk meminta barang bukti yang telah disita Kejaksaan Negeri Depok dijual. Guna mengganti kerugian para jamaah First Travel.

“Inti suratnya, kami mohon kepada kepada Pak Kajari, dan majelis hakim demi kepentingan para jemaah untuk dapat menjual aset-aset milik terdakwa berupa mobil,” kata Puji kepada Harian Radar Depok.

Puji mengatakan, terdakwa telah bersepakat untuk menjual 10 mobil mewah, 3 buah rumah, dan 4 ruko guna menggantikan uang jamaah First Travel. “Saya tahu kejaksaan tidak punya biaya untuk merawat, jadi sebelum harganya semakin anjlok kami mohon agar bisa menjual barang-barang tersebut,” terang Puji. (cr2)

You may also read!

ustad beben meninggal

GDC Belum Melayat Ustad Beben

IKHLAS : Orang tua Almarhum Beben, Dedeh Rosdinah saat berbincang dengan kerabatnya di Perum Griya

Read More...
Cabor Faji Kota Depok berprestasi

Mengenal FAJI Depok : Raih Emas di Porda dan Kejurnas (2)

JUARA : Atlet FAJI Depok berfoto bersama saat memenangi Kejurnas FAJI di Tasikmalaya. FOTO :

Read More...
Anggota Wantimpres Dato Sri tahir

Dato Sri Tahir, Orang Terkaya di Anggota Wantimpres

Dato Sri Tahir dilantik Presiden Jokowi menjadi anggota Wantimpres 2019-2024, Jumat (13/12). FOTO : JPNN.COM   JAKARTA

Read More...

Mobile Sliding Menu