HTA Prihatin dengan Kondisi Persikad

In Depok Sport, Politika
FOTO: Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo

DEPOK Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo merasa prihatin dengan kondisi klub sepakbola Persikad Depok, yang kini boleh dibilang ‘mati suri’. Padahal, tim berjuluk Pendekar Ciliwung itu merupakan tim kebanggaan Depok. Menjadi identitas tersendiri dari Kota Sejuta Maulid.

Sebab itu, kata dia, Pemkot Depok mestinya bisa mencarikan solusi dari masalah pelik yang tengah dihadapi tim untuk bisa mengarungi kompetisi lagi. Dalam hal ini masalah pembiayaan.

“Padahal hobi mayoritas masyarakat adalah sepakbola,” ungkapnya kepada Radar Depok.

HTA-sapaannya-menilai, pemerintah bisa melakukan manuver-manuver untuk menghidupkan lagi Persikad. Contoh, bisa menjaring CSR dari pengusaha di Depok. “Ini tinggal masalah mau apa tidak saja,” beber Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok ini.

Adanya CSR, tambahnya, tentu tidak akan mengusik APBD Kota Depok. Ia sangat menyayangkan bila sampai nasib Persikad terus terkatung hingga berkepanjangan.

“Tentu harus segera diselamatkan,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Persikad Fans Curva Sud (PFCS), Yogi kurniawan menegaskan, agar pemerintah mau memperhatikan Persikad, demi kebanggan Kota Depok. “Kami mau pemerintah mau membentuk Persikad baru, setelah yang lama dijual demi kepentingan pribadi,” papar Yogi.

Dia mengatakan, mendekati bergulirnya Liga Indonesia, Persikad belum mempersiapkan klub untuk berlaga di Liga Nusantara. “Liga Nusantara ini liga 4, yang masih bisa disubsidi pemerintah Kota Depok,” kata Yogi.

Ia menambahkan, sekalipun tahun ini Persikad terlempar ke liga paling bawah, manajemen harus memastikan keikutsertaan dan bukan hanya seolah membiarkan seperti sekarang ini. “Sebab terlihat tanda-tanda tidak ikut kompetisi tahun ini,” kata Yogi. (cky/cr2)

You may also read!

Jawaban Jokowi Tentang Gerindra dan Demokrat di Kabinet

Prabowo dan Joko Widodo.   JAKARTA - Beredarnya kabar peluang bergabungnya Partai Gerindra dan Demokrat ke kabinet

Read More...

Larangan Unjuk Rasa Saat Pelantikan Dianggap Tidak Biasa

BENTROK : Ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya turun ke jalan untuk menolak UU KPK

Read More...

Ekor Kepala

      Oleh: Dahlan Iskan   UMURNYA baru 13 tahun. Ia harus ditangkap. Ditahan. Diadili. Tuduhannya: melawan petugas negara. Tepatnya: melawan polisi --mencoret-coret.

Read More...

Mobile Sliding Menu