Guru Ngaji Ditusuk

In Utama
DICKY/RADARDEPOK
DIAMANKAN: Pelaku Silviana Mardiana (39) usai ditangkap jamaah saat melakukan penusukan kepada Abdul Rachman, di Masjid Darul Muttaqin Perumahan BSI I, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, kemarin (11/3).

DEPOK – Jamaah Masjid Darul Muttaqin di Blok B3, Perumahan Bumi Sawangan Indah I, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, dikejutkan dengan peristiwa penusukan terhadap salah satu jamaah bernama Abdul Rachman (52), hingga mengakibatkan leher dekat pipi bagian kanannya terluka.

Peristiwa penusukan yang terjadi Minggu (11/3) pukul 04.42 wib dilakukan Silvia Mardiana (39). Ditemui di rumahnya, Abdul Rachman mengatakan, seperti biasa ia bersama anaknya, Muhammad Rifki (12) hendak salat Subuh berjamaah di Masjid Darul Muttaqin. Pada saat itu, ia mengambil posisi Saf sebelah kanan.

“Waktu mau takbir, anak saya berteriak memanggil saya,” kata Abdul Rachman kepada Radar Depok, kemarin (11/3).

Abdul Rachman yang dikenal sebagai guru ngaji anak-anak mengungkapkan, saat mendengar teriakan anaknya ia menoleh ke arah kanan dan melihat pelaku memegang pisau serta mencoba menusuknya. Akhirnya, korban terkena tusukan di bagian samping leher sebelah kanan dekat pipi.

Khawatir mengancam keselamatan jiwanya dan orang lain, Abdul Rachman berusaha merebut pisau tersebut dan sempat terjadi perkelahian, tidak lama jamaah lainnya membantu dan ikut melumpuhkan pelaku. Melihat lehernya bersimbah darah, Abdul Rachman oleh jamaah lain dilarikan ke RSUD Kota Depok untuk mendapatkan perawatan.

Abdul Rachman mengaku, beberapa hari lalu sempat menegur pelaku yang tinggal di Blok D BSI. Saat itu pelaku kerap memarahi anak kecil dan meludahi warga sekitar yang lewat di depannya tanpa sebab musabab permasalahannya. Sebagai pengurus lingkungan sudah selayaknya dia memberikan teguran agar pelaku tidak melakukan hal itu. “Bahkan, semalam pelaku sempat mendatangi rumah kami, namun tidak kami temui,” terang Abdul Rachman yang juga menjabat sebagai Ketua RT.

Setelah menutup gerbang, lanjut Abdul Rachman pelaku sempat datang kembali, tetapi dia meminta pelaku agar pulang kembali karena hari sudah larut malam. Namun selepas itu, kejadian penusukan terjadi saat hendak salat subuh berjamaah. “Mungkin korban dendam karena saya menegur atau sempat memarahinya,” ucap Abdul Rachman.

Sementara itu, Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiarto mengatakan, pelaku mengalami depresi atau gangguan kejiwaan. Pelaku tinggal seorang diri di Blok D Perumahan BSI yang tidak jauh dari tempat kejadian. Bahkan, pelaku sempat terlihat ikut salat berjamaah di Masjid Darul Muttaqin. “Korban ditusuk saat hendak salat subuh berjamaah dibagian leher dengan pisau,” kata Didik.

Didik menjelaskan, korban sudah mendapatkan perawatan dan telah kembali kerumah. Kini, pelaku sudah diamankan, dan akan melakukan observasi kejiwaan di RS Polri. Hal itu dilakukan berdasarkan informasi, pelaku memiliki gangguan kejiwaan, karena sering marah tanpa sebab.

Polisi juga telah mengumpulkan sejumlah barang bukti, salah satunya pisau yang digunakan pelaku. Berdasarkan bukti fakta yang didapatkan di lapangan, pelaku pernah ditegur korban karena melakukan hal yang kurang baik, seperti memarahi dan meludahi warga yang ada di dekatnya. Tidak hanya itu, pelaku juga sempat memukul korban saat salat Ashar beberapa waktu lalu.

“Pelaku sudah dikenal warga sekitar dan tinggal sudah dua tahun,” terang Didik.

Didik meminta masyarakat agar tetap waspada dan membantu meningkatkan keamanan lingkungan. Apabila masyarakat melihat warga yang tidak dikenal, untuk segera berkoordinasi dengan tiga pilar untuk pengecekan. Selain itu, warga diminta saling menjaga keutuhan silahturahmi antar warga.

Terpisah, ditemui di Polsek Sawangan salah seorang kakak pelaku, Lola Indriani (44) mengatakan, adiknya sudah tinggal di BSI sejak 2011 dan hidup sendiri. Diduga, adiknya tersebut mengalami depresi setelah dua tahun menikah di Kalimantan dan ada permasalahan rumah tangga.

“Keluarga membawa kembali ke Jakarta, dan tinggal di BSI 1 Pengasinan. Dulu suaminya seorang notaris,” tutur Lola.

Lola menyebutkan, Silvia merupakan anak kelima dari lima bersaudara. Karena depresi, pihak keluarga melakukan ruqiah setiap dua bulan sekali. Tidak hanya itu, seminggu sekali keluarganya meluangkan waktu menjenguk Silvia dan memberikan uang untuk kebutuhan hidupnya.

Tetapi kata Lola, adiknya tersebut tidak sempat dilakukan ruqiah seperti biasanya. Hal itu dikarenakan salah satu kakak Silvia mengalami sakit gula sehingga harus dilakukan rawat inap. Bahkan, Silvia sempat ikut membantu menjaga kakaknya di rumah sakit. “Gangguannya hanya sesaat terkadang dia normal kembali,” ucap Lola kepada Radar Depok.

Saat ditanya terkait pelaku sempat mengaku mendapatkan wahyu, Lola tidak menampik dan membenarkan hal itu. Namun, keluarganya tidak menanggapi penuturan Silvia. Bahkan selain diucapkan secara lisan, Silvia pernah mengakui hal itu melalui pesan singkat yang dikirim kepadanya. “Dia seolah-olah mendapatkan bisikan diberikan wahyu,” terang Lola.

Lola juga mengaku, tidak sempat bertemu adiknya selama dua minggu karena kesibukannya menjaga keluarga yang sakit. Dia kaget mendengar adiknya melukai Abdul Rachman yang juga pengurus lingkungan saat salat subuh. (dic)

You may also read!

150 Pelajar Diare Massal, Dinkes Depok: Tunggu Hasil Lab 14 Hari

DEPOK – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, tengah dirundung musibah. Sejak Rabu (10/10) hingga kemarin, sekolah di

Read More...

Depok Masuk 10 Besar Smart Sanitation

DEPOK – Warga Depok mesti tahu ini. Ternyata kemarin, Kota Depok masuk 10 nominasi Smart Sanitation Award 2018 (SSA)

Read More...

Kajian Ganjil-Genap Depok Lelet

DEPOK – Gaung penerapan sistem ganjil-genap di Jalan Margonda Raya, saat weekend sabtu dan minggu sepertinya hanya angan-angan saja.

Read More...

Mobile Sliding Menu