Depok Perangi Hoax

In Utama
AHMAD FACHRY/RADARDEPOK
DEKLARASI ANTI HOAX: Jajaran Forkopimda mendeklarasikan Masyarakat Anti Hoax atau berita bohong di Polresta Depok, Selasa (13/3). Hal tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya berita bohong yang bisa menimbulkan virus untuk memecah belah persatuan bangsa.

DEPOK – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok mendeklarasikan gerakan antihoax alias kabar bohong, kemarin (13/3). Pada kegiatan yang berlangsung di Mapolresta Depok tersebut, dibentuk juga tim khusus pengawasan dan patroli dunia cyber.

Sejumlah pejabat Forkopimda hadir, di antaranya Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto, Dandim 0508/Depok Letkol Inf Iskandarmanto, Kepala Kejaksaan Negeri Depok Sufari, Ketua MUI Kota Depok Kiai Dimyati Badruzzaman, perwakilan BNN Depok, serta sejumlah pimpinan partai politik di Kota Depok.

Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiarto mengatakan, penyebar informasi hoax akan ditindak tegas, karena hoax bisa memecah keutuhan bangsa.

“Ini mengkampanyekan kepada masyarakat untuk melawan, memerangi dan memberantas informasi hoax,” ucap Didik kepada Radar Depok.

Didik menilai, saat ini hoax sudah menjadi virus, dan jika tidak diberantas bisa berdampak negatif terhadap keutuhan bangsa. Misalnya, memicu adanya tindakan pidana, kejahatan, maupun konflik komunitas, hingga konflik kelompok.

“Tentunya, ini langkah yang kita lakukan untuk mengurangi dan mencegah hoax,” harap Didik.

Didik mengingatkan agar masyarakat lebih arif dan bijaksana dalam menggunakan media sosial. Karena hoax merupakan sebuah konstruksi tindak pidana. Selain itu lanjut Didik, siapapun yang menyebarkan secara konvensional dan melalui sosial media, secara aturan hukumnya ada sanksi berupa KUHP dan UU ITE.

“Kepolisian konsisten melakukan tindakan hukum terhadap pelaku penyebar informasi hoax. Dan saat ini Polresta Depok memiliki tim khusus bernama cyber troops yang menangani persoalan ini,” tegas Didik.

Senada, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengatakan, adanya deklarasi ini diharapkan semua elemen bisa memberantas terjadinya informasi hoax. Maka, Pradi berharap unsur pemerintah bersama masyarakat sepakat menghindari hoax.

“Penyebar hoax itu kan memberikan informasi nggak valid. Ini cenderung memecah belah bangsa. Maka kami sepakat melawan hoax,” ucap Pradi kepada Radar Depok.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Depok Kiai Dimyati Badruzzaman menegaskan, informasi bohong alias hoax yang beredar di tengah masyarakat tentu sangat meresahkan dan merugikan. Karena bisa menyudutkan salah satu pihak.

“Kami pun menginginkan jangan sampai terjadi perselisihan maupun kejahatan akibat hoax yang beredar,” tutur Dimyati kepada Radar Depok.

Tidak hanya soal hoax, Dimyati juga menegaskan, agama mana pun dipastikan melarang umatnya menggunakan barang haram seperti narkotika. Maka dari itu, semua elemen harus perangi narkoba.

“Kami MUI meminta agar narkoba diberantas,” tegas Dimyati. (irw)

You may also read!

Naik Level

Sewindu. Tahun ini, 15 Juli 2018 Harian Radar Depok alhamdulillah sudah beranjak usia ke delapan. Perjalanan panjang dilalui dari

Read More...

Semarak, Nobar Final Piala Dunia di Rutan Depok

DEPOK – Nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2018 antara Perancis melawan Kroasia, Minggu (15/7) malam, berlangsung semarak di

Read More...

13 Korban Guru Cabul di Depok Direhabilitasi

DEPOK – Komisi Perlindungan Anak Indoneisa (KPAI), terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Depok. Teranyar, 13 korban guru WA sudah

Read More...

Mobile Sliding Menu