Berteduh Ketika Hujan, Buat Ring dari Tambang

In Depok Sport, Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BERLATIH : Atlet dari Persatuan Tinju Nasional (Pertina) Kota Depok sedang berlatih di tempat seadanya di kawasan Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, kemarin.

DEPOK – Petinju amatir asal Depok, Niko Mentanaway emosi sejadinya meninju bantalan yang dipegang Silem Serang. Terik matahari di Jalan Mawar III, RT3/6, Kelurahan Sukamaju, Cilodong tak memupuskan semangat kedua atlet Persatuan Tinju Nasional (Pertina) Kota Depok ini berlatih. Segudang prestasi sudah diukirnya demi kebesaran nama Kota Depok.

Hanya dengan fasilitas lahan kosong ditengah-tengah pemukiman warga, atlet tinju kebanggaan Kota Depok biasa berkumpul. Layaknya disasana tinju, dua atlet ini pun membuat ring tinju menggunakan tambang untuk berlatih. Yang lebih apadanya lagi, ruang kontrakan yang berukuran 4×6 sebagai mess atlet.

Dengan begitu fasilitas yang didapat, Pertina yang mewakili Depok dalam Pekan Olah Raga daerah (Porda) Jabar XIII 2018 di Kabupaten Bogor, tetap yakin dapat meng-KO- puluhan atlet. Hanya saja, atlet berharap ada perhatian khusus dalam memberikan fasilitas yang layak untuk atlet.

“Kami berlatih ditempat seadanya, karena tidak memiliki ring kami buat dengan tiang besi. Dan kami hubungkan dengan tambang seolah seperti berada di dalam ring,” kata atlet dan pelatih tim Porda Pertina Depok, Silem Serang kepada Harian Radar Depok di tengah-tengah ring buatannya.

Menurutnya, Pertina Kota Depok memang membutuhkan fasilitas ring untuk membiasakan atlet untuk bertanding di dalam ring. Namun,  hingga kini fasilitas itu tidak pernah terwujud. “Kami belum memiliki sasana tinju yang layak, sehingga kami menggunakan fasilitas seadannya sebagai tempat atlet berlatih,” terang Silem.

Terlebih, saat ini Pertina Kota Depok sedang menghadapi kualifikasi Porda Jabar 2018. “Kami mengirimkan lima atlet dalam kualifikasi Porda Jabar, kami berharap tempat latihan kami bisa lebih baik dari ini,” ujar Silem.

Dia mengatakan, Koni memang sudah memberikan sejumlah peralatan bagi para atlet untuk berlatih. Namun, hal tersebut tentu tidak memadai, lantaran tempat berlatih yang berada di luar ruangan mengharuskan para atlet untuk berteduh ketika hujan.

“Peralatan yang kami gunakan sangat rentan jika terkena air hujan, sehingga kami berlatih tergantung dengan cuaca,” papar Silem.

Dengan demikian tentunya sangat menghambat program latihan Pertina Kota Depok. Terlebih saat akan melaksanakan kejuaraan tinju baik tingkat daerah, tingkat nasional, maupun internasional. Karena menurutnya, Pertina Kota Depok sudah mampu mengharumkan nama Kota Depok di kancah Nasional maupun Internasional. “Banyak gelar juara yang diraih dari atlet Pertina Kota Depok, mulai dari kejuaraan nasional maupun internasional,” papar Silem.

Menurutnya, pemerintah perlu memperhatikan tempat latihan untuk mempertahankan gelar juara yang pernah diraih Pertina Kota Depok.

Menimpali hal ini, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok, Amri Yusra mengaku, telah memberikan fasilitas kepada Pertina Kota Depok untuk melengkapi fasilitas latihan yang dibutuhkan Pertina Kota Depok. “Kami memperhatikan atlet Pertina, kami juga telah memberikan anggaran Rp20 juta untuk fasilitas latihan Pertina,” kata Amri.

Untuk fasilitas ring tinju memang belum bisa mewujudkan, karena harus memiliki gedung untuk menyimpan ring tinju. “Kami sudah menganggarakan Rp80 juta untuk pembelian ring bekas, namun memang tidak ada tempat untuk menyimpan ring. Sehingga itu belum bisa kami berikan karena menyangkut pada aset daerah,” pungkas Amri.(cr2)

You may also read!

Ina 3 Tahun, Tajudin-Aulia 15 Bulan

BANDUNG – Akhirnya kasus rasuah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Sukamaju, Cilodong finish. Rabu (19/9), Agustina Tri

Read More...

Satpol PP Kota Depok Tertibkan 71 Pedagang Liar Jalan Mawar

DEPOK – Sedikitnya 71 pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan liar (Bangli), di belakang Pasar Depok Jaya dibongkar, kemarin.

Read More...

Petugas Kesehatan Se-Depok Dilatih Heat Plus

DEPOK – Petugas kesehatan di 35 Puskesmas se-Depok, dapat ilmu baru dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI). Ilmu

Read More...

Mobile Sliding Menu