Anggaran Porda 2014 dan 2018 Jomplang

In Depok Sport, Metropolis

DEPOK–Pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2018 digelar 6 Oktober di Kota Bogor. Para atlet Depok masing-masing cabang olahraga (Cabor) tengah mempersiapkan dengan berlatih seadanya, karena keterbatasan anggaran yang diberikan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Depok.

Seperti halnya atlet tinju asal Depok Niko Mentanaway membuat ring tinju menggunakan tambang untuk berlatih.

Menangapi hal ini, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Depok Amri Yusra menegaskan, membantu saran-prasaran para atlet Depok yang tengah berlatih untuk Porda di Bogor pada Oktober mendatang.

Meski begitu, anggaranya yang diberikan kepada cabor tak terpenuhi semua kebutuhannya. “Kita bantu sarana-prasarana, tapi keterbatasan anggaran,” kata Amri, kepada Radar Depok, kemarin.

Bantuan yang diberikan KONI Depok kepada para cabor masing-masing mendapatkan  anggaran  Rp20 juta. Cabor yang dibawah naungan KONI yang ikut Porda ada 38 cabor.

Pemberian dana ke cabor tak mencukupi kebutuhan. Sebab, tiap cabor kebutuhanya ada yang murah dan mahal.

Contohnya, sebut dia, cabor taekondo mengusulkan Rp1 miliar ke KONI di 2018, namun KONI hanya bisa merealisasikan antara Rp60 sampai Rp70 juta. “Jadi KONI ini sifatanya membantu sarana-prasaran saja, tapi memang tak memenuhi kebutuhan selurunya,” kata dia.

Persoalan ini, Amri menyarankan, cabor untuk kreatif mencari dana untuk kebutuhan kegiatan. Karena memang anggaran KONI 2018 ini sebesar  Rp7 miliar, karena di tahun ini ada kegiatan Porda, jadi ditambah.  “Untuk anggaran 2017 KONI Depok dapat Rp5  miliar, tahun ini Rp7 miliar karena ada porda,” beber dia.

Sedangkan anggaranya KONI pada 2014 yang ada kegiatan Porda mendapatkan anggaran APBD Depok sebesar Rp10 miliar untuk 220 atlet.

Sedangkan anggaran Rp7 miliar di tahun ini untuk 400 atlet yang ikut Porda di Bogor. “Jadi jomplang anggaranya, jumlah atlet 400 orang tahun ini yang ikut Porda 2018,” kata dia merasa heran.

Meski begitu para atlet jangan kecewa, bila mendapatkan mendali emas, perak, atau perunggu di ajang Porda di Bogor KONI dan Pemkot Depok memberikan bonus.

“Ada bonus anggaranya bukan di APBD 2018. Tapi menggunakan Anggaran Belanja Tambahan (ABT), kami (KONI) sudah berkonsultasi dengan DPRD Depok untuk dimasukan ke pembasan anggaran tambahan,” bebernya.

Ketua Komisi D DPRD Depok Prada Mulyoyunanda mengatakan, pihaknya sudah membahas persoalan olahraga di Depok dalam Renja 2019.

Komisi D berharap di bawah kepemimpinan Wijayanto mampu menjalankan tugas dengan baik, yaitu salah satu usulan fasilitas olahraga yang memadai.

Terlebih terkaitan keterbatasan anggaran, ia meminta agar pemkot memiliki terobosannya  dengan membuat MoU kepada badan, instansi, dan sarana yang dimiliki masyarakat baik di Kota Depok dan di luar Depok. “Apabila mempunyai sarana latihan, bisa digunakan para bagi atlet Depok,” tutupnya. (irw)

You may also read!

Ina 3 Tahun, Tajudin-Aulia 15 Bulan

BANDUNG – Akhirnya kasus rasuah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Sukamaju, Cilodong finish. Rabu (19/9), Agustina Tri

Read More...

Satpol PP Kota Depok Tertibkan 71 Pedagang Liar Jalan Mawar

DEPOK – Sedikitnya 71 pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan liar (Bangli), di belakang Pasar Depok Jaya dibongkar, kemarin.

Read More...

Petugas Kesehatan Se-Depok Dilatih Heat Plus

DEPOK – Petugas kesehatan di 35 Puskesmas se-Depok, dapat ilmu baru dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI). Ilmu

Read More...

Mobile Sliding Menu