50 Kebun Belimbing Bersertifikat

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MEMBUNGKUS : Salah satu petani sedang membungkus belimbing di salah satu kebunnya di wilayah Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

DEPOK – Sedikitnya 50 kebun belimbing di Kota Depok, Jawa Barat telah disertifikasi Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat (Jabar). Dengan mengantongi sertifikasi, berarti buah yang dihasilkan sejumlah kebun di Kota Depok berkualitas baik, karena telah lulus uji Kementan.

“Ada 50 kebun yang kita ajukan ke Badan Ketahanan Pangan, jumlahnya sama seperti tahun sebelumnya,” kata Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Holtikultural Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok, Hermin Kusmiati, kepada Radar Depok, kemarin.

Proses ini jelas Hermin, harus lolos uji kadar tanah, uji pohon dan cara pemilik memperlakukan pohon belimbing hingga berbuah, kemudian pemilik kebun akan mendapatkan sertifikat. “Ini berlaku hingga dua tahun ke depan,” ujar dia.

Adapun sertifikasi tersebut terdiri dari tiga tahapan, antara lain Prima tiga, Prima dua dan Prima satu. Jika sudah mendapat Prima satu, maka buah tersebut layak untuk diekspor. Menurut Hermin, sampai saat ini belum ada yang mencapai Prima satu, tapi tetap DKPPP Depok mengupayakan untuk ke Prima dua.

Kini kata dia, untuk Prima dua sudah ada dua kebun yang tersertifikasi yaitu petani asal Pancoranmas dan Tugu Cimanggis. “Ke depan ada dua kebun lagi yang menuju Prima dua yaitu untuk petani di Kecamatan Sawangan dan Beji,” sebut dia.

Setelah kebun disertifikasi, nantinya Badan Ketahanan Pangan akan terus mengevaluasi untuk menentukan tahun berikutnya apakah masih layak disematkan predikat tersebut atau tidak. “Kebun yang sudah tersertifikasi, belimbing atau pun kemasannya wajib untuk menggunakan label. Badan Ketahanan Pangan juga akan terus mengevaluasi kebun dan komitmen dari pemilik atau petani,” tandasnya.

Sementara, Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Horikultural Harry Adam Fauzi menambahkan, sertifikat kebun bukan berarti sertifikat tanah hak milik. Melainkan, diberikan sertifikat untuk keamanan pangan.

Jumlah dari 50 lahan yang sudah memiliki sertifikat keamanan pangan ini untuk tingkat masih Prima tiga. Artinya, bebas dari pestisida. Selanjutnya, setelah Prima tiga ke Prima dua, dan satu. “Buahnya bebas dari pestisida,” ucapnya.

Pemberikam program sertifikat ini kata Adam, sudah berjalan sejak 2012 lalu. “Jadi kami setiap tahun 10 titik mengajukan sertifikat buah,” kata Adam. (irw)

 

You may also read!

150 Pelajar Diare Massal, Dinkes Depok: Tunggu Hasil Lab 14 Hari

DEPOK – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, tengah dirundung musibah. Sejak Rabu (10/10) hingga kemarin, sekolah di

Read More...

Depok Masuk 10 Besar Smart Sanitation

DEPOK – Warga Depok mesti tahu ini. Ternyata kemarin, Kota Depok masuk 10 nominasi Smart Sanitation Award 2018 (SSA)

Read More...

Kajian Ganjil-Genap Depok Lelet

DEPOK – Gaung penerapan sistem ganjil-genap di Jalan Margonda Raya, saat weekend sabtu dan minggu sepertinya hanya angan-angan saja.

Read More...

Mobile Sliding Menu