Walikota : Survei IAP Tidak Akurat

In Metropolis

DEPOK–  Walikota Depok, Mohammad Idris tidak terima hasil survei yang dilakukan Iktan Ahli Perencanaan (IAP), yang menyebutkan Depok kota tidak layak huni atau tidak nyaman.

Menurut dia, hasil survei itu tidak representatif, mengingat Depok dihuni lebih dari 2 juta jiwa. Terlebih jumlah survei itu hanya beberapa ratus orang yang menjadi sampel.

Menurut Idris, konten yang menjadi tolok ukur yakni ada lima aspek meliputi pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. “Itu tidak akurat,” kata dia kepada Harian Radar Depok.

Untuk itu, dia telah bertemu dengan beberapa akademisi membicarakan hasil survei, yang menyebut Kota Depok sebagai salah satu kota yang berada di bawah nilai index livability. Kota lainnya adalah Pontianak, Depok, Mataram, Tangerang, Banda Aceh, Pekalongan, Samarinda, Bandar Lampung, Medan, dan Makassar.

Sementara itu, ada delapan kota yang layak huni atau nyaman, yaitu adalah Solo, Palembang, Balikpapan, Denpasar, Semarang, Tangerang Selatan, dan Balikapapan.

Idris menjelaskan, dari pertemuannya itu, klaimnya, banyak sekali pro dan kontra terhadap metodologi survei yang dilakukan Ikatan Ahli Perencanaan. “Kami menyerahkan semua kepada para akademisi,” katanya.

Sementara, Sekda Depok, Hardiono mengatakan, survei itu bukan menjadi tolok ukur Depok tidak nyaman untuk ditempati. Bahkan kata dia, suatu survei belum tentu fakta sesuai hasil persentase. Tapi sudut pandang luas untuk menilainya. “Jangan melihat hasil persentasenya saja, butuh juga dilihat sampel detail metodenya seperti apa, “katanya.

Jika sebatas toleransi jumlah persen, sebut Hardiono, tidak dapat dikatakan tidak layak. Pasalnya, Depok memiliki 11 kecamatan, yang belum tentu telah dinilai semuanya.

“Apakah dari ke 11 kecamatan telah terwakili semua, atau diambilnya hanya wilayah margonda saja. Tapi kita kan tidak tahu, teknik pengambilan samplenya seperti apa,” ujar Hardiono.

Dalam mempublikasi hasil servei, harus dibarengi dan disesuaikan dengan hasil BPS, dan juga butuh pandangan dari petugas di BPS. “Tidak usah serius banget menyikapi isue ini , sebentar juga hilang,” tutup Hardiono. (irw)

You may also read!

12 Jamaah Umrah Meninggal

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Ini sungguh tragis dan menyesakan hati. Niat tulus ingin beribadah ke tanah suci. 12 korban jamaah korban biro

Read More...

Kapolda Pantau Penghitungan Suara

RADARDEPOK.COM, DEPOK– Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono, melihat langsung proses penghitungan suara Pemilu serentak 2019 di Kota

Read More...

Calon Pemudik Masih Sepi

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menjelang musim mudik Lebaran 2019, aktivitas di Terminal Jatijajar masih tampak sepi, kemarin (23/4). Hanya ada

Read More...

Mobile Sliding Menu