Usulan Penataan Dapil Direspon Masyarakat

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
KOMPAK: Komisioner KPU Kota Depok, Nana Sobharna saat menemui perwakilan MPP Kota Depok menyerahkan usulan daerah pemilihan (Dapil) ke kantor KPU Kota Depok di Jalan Raya Kartini no.19 Kelurahan Depok, Pancoranmas, (13/2).

DEPOK – Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok mengumumkan usulan penataan daerah pemilihan (Dapil) Pemilu 2019 di Kota Depok dan dilakukan uji publik, muncul respon dan usulan dari forum, kelompok dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Seperti yang dilakukan Masyarakat Peduli Pemilu (MPP) Kota Depok yang sebelumnya mengadakan forum warga bertajuk ‘Penambahan Dapil, Perlukah?’ dan mengusulkan sembilan Dapil.

“Kami datang untuk menyampaikan apa yang menjadi aspirasi dan mandat masyarakat dari hasil diskusi kemarin ke KPU dan berharap akan menjadi usulan yang diprioritaskan oleh KPU,” Ketua MPP Denni Wahyudi usai menyerahkan hasil usulan ke KPU Kota Depok.

Denni menjelaskan, dengan berbagai permasalahan yang ada, hasil warga kemarin menyimpulkan perlu adanya penambahan Dapil. Demi terciptanya perbaikan dan kemajuan untuk Depok yang lebih baik. “Kami mengusulkan Dapil bertambah menjadi sembilan yang sudah kami jabarkan dalam hasil Forum Warga yang kami berikan ke KPU,” jelas Denni.

Berbeda dengan usulan yang disampaikan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kapok yang mengusulkan ada penambahan Dapil menjadi 10 yang tersebar di 11 Kecamatan di Kota Depok. Ketua LSM Kapok, Kasno mengatakan, pada Pileg 2014 ada 10 Parpol yang ambil bagian. Sementara, untuk Pileg di Kota Depok tahun 2019, kemungkinan diikuti lebih dari 10 Parpol.

“Akan ada perubahan atau diperbanyak Dapil, dan dengan wacana tersebut kami dari LSM KAPOK sangat mendukung perubahan Dapil yang tadinya 6 Dapil menjadi 10 Dapil untuk 11 Kecamatan se Kota Depok,” kata Kasno.

Ia menguraikan, usulan Dapil tersebut, yakni Dapil 1 Cimanggis, Dapil 2 Tapos, Dapil 3 Cilodong, Dapil 4 Cipayung, Dapil 5 Sawangan, Dapil 6 Bojongsari, Dapil 7 Cinere-Limo, Dapil 8 Beji, Dapil 9 Sukmajaya dan Dapil 10 Pancoranmas.

Menurutnya, usulan tersebut berdasarkan pertimbangan, diantaranya per kecamatan agar terwakili dengan suara yang cukup, pemerataan aspirasi setiap Angota Dewan Rp2 milyar, hanya untuk 1 atau 2 kecamatan, hal tersebut tentunya jauh lebih baik ketimbang untuk tiga kecamatan.

“Kemudian Efektifitas Anggota Legislatif lebih mudah bertatap muka dan mendengar segala aspirasi dari kostituennya,” ucap Kasno.

Menanggapi usulan yang muncul dari masyarakat, Komisioner KPU Kota Depok, Nana Sobharna menilai, apapun itu bentuknya baik dari pribadi maupun kelompok masyarakat yang menyampaikan masukan dan tanggapan terhadap Dapil, KPU Kota Depok menerima dan menyambut baik,

“Itu artinya ada pihak masyarakat yang peduli terhadap proses demokrasi di kota kita yang kita cintai,” kata Nana.

Terkait usulan terhadap penambahan Dapil, sambung Nana, tentu akan menjadi bagian dari pembahasan atau kajian untuk KPU Kota Depok dan akan dibahas dalam rapat pleno kedepan. Menurutnya, yang perlu digarisbawahi bahwa penetapan dapil adalah kewenangan dan ranah KPU RI. Sedangkan KPU Kota Depok sifatnya hanya mengusulkan.

“Selain itu, apa yang disampaikan juga akan menjadi bagian dari lampiran dalam surat yang akan kami tujukan kepada KPU RI, sebagai pertimbangan dalam menetapkan Dapil di Kota Depok. Tetap usulan itu menjadi pertimbangan, karena masih cukup waktu untuk membahas,” tandasnya. (cky)

You may also read!

Tapos Kantongi Peserta Tingkat Kota

DEPOK– Ratusan siswa mengikuti Lomba Keterampilan Agama (Loketa) tingkat Kecamatan Tapos yang diselenggarakan di SDN Cilangkap 8, Kelurahan Cilangkap,

Read More...

SDIT An Najah Cetak Siswa Agamis

DEPOK– Menciptakan nuansa agamis, mendidik para siswa agar mencintai agama, dan selalu bersyukur kepada Allah SWT, SDIT AN Najah

Read More...

SDN Kalibaru 2 Terapkan GLS

DEPOK– Agar siswa-siswinya meningkatkan minat baca buku, SD Negeri Kalibaru 2 yang berlokasi di Jalan M. Nasir, Kelurahan/Kecamatan Cilodong,

Read More...

Mobile Sliding Menu