Tim Gabungan Tertibkan Alat Peraga

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
GABUNGAN: Komisioner Panwaslu Kota Depok, bersama jajaran KPU Kota Depok serta Satpol PP melakukan apel gabungan sebelum menertibkan APS di lapangan Balaikota Depok, Rabu (14/2).

DEPOK Usai KPU Jabar menetapkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur serta nomor urut peserta Pilgub Jabar 2018. Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Depok bersama tim Gabungan dari unsur KPU Kota Depok dan Satpol PP Kota Depok, menertibkan Alat Peraga Sosialisasi (APS) berupa baliho dan spanduk bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang terpampang di ruang umum kota sejuta belimbing.

Diawali dengan apel bersama di lapangan Balaikota Depok, ratusan personil gabungan dari unsur Panwaslu Kota Depok, Panwascam, PPL, KPU Kota Depok, PPK dan PPS, serta Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok dan Kecamatan se-Kota Depok bergerak menyisir jalan utama dan jalan lingkungan di seluruh wilayah Kota Depok.

“Dari 1300-an alat peraga yang telah terdata sebelumnya, hampir seluruhnya dipreteli satu persatu, bahkan hingga malam ini pembersihan aps masih berlangsung di beberapa titik, hal tersebut terjadi karena siang hingga sore sempat turun hujan,” kata Ketua Panwaslu Kota Depok, Dede Slamet Permana, kemarin.

APS yang ditertibkan, lanjut Dede, berupa banner kecil, banner besar dan spanduk yang bermuatan sosialisasi pasangan calon. Kesemuanya bukan merupakan alat peraga kampanye resmi sehingga harus dibersihkan sebelum masa kampanye dimulai 15 Februari besok.

Kata dia, KPU Jabar sendiri masih dalam proses distribusi APK berikut bahan kampanye yang akan dipasang dan digunakan tiap tim kampanye Paslon untuk menarik simpati pemilih.

“APS yang ditertibkan lantaran terpasang di area publik dan area yang dilarang Perda, seperti pepohonan dan jalan-jalan protokol di Kota Depok.

Sementara, Komisioner Panwaslu Kecamatan Sukmajaya Divisi Pengawasan, Andriyoko mengatakan, berdasarkan PKPU No 4 Tahun 2017 Pasal 70 ayat 5, dalam hal Alat peraga kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (4) sudah terpasang sebelum masa kampanye dimulai, Gubernur atau Wakil Gubernur yang menjadi pasangan calon wajib menurunkan Alat Peraga Sosialisasi tersebut dalam waktu 1×24 jam.

“Seperti saat ini, kami beserta PPL didampingi oleh Satpol PP melakukan penertiban APS yang masih belum ditertibkan oleh para Timses di sejumlah jalan protokol kecamatan Sukmajaya,” jelas Andriyoko.

Ia juga meminta kepada para Timses untuk dapat mengikuti aturan yang berlaku mengenai APK, karena berdasarkan Perbawaslu No 14 tahun 2017, panwascam sifatnya hanya pengawasan, yakni hanya mengawasi APK yang masih ada di zona-zona yang tidak ditetapkan oleh KPU, sesuai dengan PKPU nomor 4. “Saya imbau kepada seluruh parpol dan timses untuk mengikuti aturan main yang telah ditetapkan,” ucap Andriyoko. (cky)

You may also read!

Pemagaran Aset Pemkot Depok Ditolak Pedagang

DEPOK – Rencana Pemerintah Kota Depok memasang pagar sekitar Jalan Haji Ohan, sebelah Utara Pasar Cisalak sepertinya tak akan

Read More...

Cijago Tawar Murah Lahan 106 Warga Depok

DEPOK – Pembebasan lahan Seksi III Cinere-Jagorawi (Cijago) menyisakan penolakan. Sedikitnya 106 warga di Kelurahan Tanah Baru, Beji secara

Read More...

Askot PSSI Depok Dilantik

DEPOK – Meiyadi Rakasiwi resmi dilantik sebagai Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Depok, di Aula Teratai Lantai 1

Read More...

Mobile Sliding Menu