Tidak Masalah, Tapi Ingin Dinaikan

In Satelit Depok, Wilayah Depok
FOTO: Dasuki
Ketua LPM Kelurahan Serua

DEPOK – Penerapan non tunai dalam pemberian bantuan operasional untuk pengurus lingkungan maupun Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) mendapatkan berbagai macam respon.

Kalau berdasarkan pendapat dari Ketua RT04/03 Kelurahan Duren Mekar, Abdul Rajab Aji Purnama perubahan sistem tersebut, adalah sebuah kemajuan. Mengikuti perkembangan jaman, dan juga untuk memudahkan masyarakat dalam menerima bantuan tersebut.

“Tahun ini bantuan operasionalnya berbentuk non tunai. Jadi, lebih ringkas, dan tinggal mengambil saja di bank,” ucapnya

Aji juga menginginkan, tidak hanya sekedar perubahan dari segi teknis pembagiannya saja, tetapi juga ada peningkatan ditiap tahunnya. Di tahun ini nominal yang diberikan sama dari tahun lalu, yakni untuk tingkat RT Rp130 ribu perbulan.

“Untuk penyaluran bantuan operasional non tunai, pihaknya diminta untuk menyerahkan fotocopy KTP, surat pengangkatan, pembuatan rekening Bank BJB, dan sejumlah persyaratan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Duren Seribu, Lukman Japet menjelaskan, perubahan penyaluran bantuan operasional pengurus lingkungan dan LPM yang sebelumnya diberikan secara tunai menjadi non tunai, tidak menjadi suatu kendala.

“Bantuan yang diberikan baik tunai maupun non tunai tidak masalah bagi kami,” terang Japet.

Japet berpendapat, perlu adanya peningkatan jumlah nominal bantuan operasional, hal itu lantaran memiliki beban kerja dan moral, baik itu pengurus lingkungan ataupun LPM kepada masyarakat.

Apalagi, sambung Japet tuntutan harus memenuhi semua agenda masyarakat menjadi tanggungjawab pengurus lingkungan dan LPM. Selain itu, uang yang diterima dinilai jauh dari kata cukup untuk mewujudkan visi dan misi Kota Depok ditengah masyarakat.

“Semoga ada kabar baik tahun ini tentang peningkatan bantuan operasional,” harap Japet.

Ditempat yang berbeda, Ketua LPM Kelurahan Serua, Dasuki merasa tertarik dengan perubahan bantuan operasional yang dahulunya diberikan secara langsung berubah menjadi non tunai. Menurutnya, Pemkot Depok harus memikirkan terlebih dahulu perubahan sistem pemberian sebelum menggulirkan bantuan.

“Apapun programnya kami akan mendukung, namun pemberian secara non tunai sebaiknya dikaji terlebih dahulu,” ujar Dasuki.

Dasuki menjelaskan, pemberian bantuan operasional yang akan dilakukan secara non tunai, harus dipilah terlebih dahulu. Dia menilai, pemilahan tersebut terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM) seseorang yang belum mengerti dan memahami mekanisme non tunai.

Tidak hanya itu saja, sambung Dasuki masa jabatan RT RW, dan LPM tidak seperti jabatan di Kelurahan maupun Kecamatan. Apabila pengurus lingkungan saat ini membuat rekening, namun pada masa jabatannya habis dan tidak terpilih kembali, kedepannya akan membingungkan dalam penerimaan dana bantuan tersebut.

“Sebaiknya dilakukan kajian hingga matang jangan sampai menjadi polemik dikemudian hari,” tutup Dasuki. (dic)

You may also read!

Gerai Salon Cantik Hadir di Depok, Harga Promo Creambath Rp49 Ribu

DEPOK – Gerai Salon Cantik Depok yang beralamat di Jalan Margonda Raya, Kemirimuka  (Seberang Hotel Bumi Wiyata) Depok, hadir

Read More...

Harkopnas ke-71, Reformasi Koperasi

DEPOK – Guna meningkatkan kualitas, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berkomitmen untuk membantu melakukan reformasi total terhadap koperasi yang ada di

Read More...

Syafana Depok Rambah Penjualan Online

DEPOK – Syafana Fashion and Craft, anggota dari Usaha Kecil Menengah Pertanian (UKMP) Kota Depok kian mengembangkan sayapnya. Tak

Read More...

Mobile Sliding Menu