Siswa Dilarang Bawa Handphone

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BAHAYA KECANDUAN GAME: Sejumlah anak sedang bermain game di salah satu kawasan di Kota Depok, kemarin.

DEPOK – Depok bereaksi keras dengan adanya kasus pembunuhan guru oleh muridnya di Sampang, Madura. Kejadian yang disulut game Pukul Guru Anda itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Depok meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengapus game yang berbahaya bagi anak-anak. Tak hanya itu, siswa juga dilarang membawa handphone ke sekolah.

“Kami usulkan untuk dihapus game bahaya bagi anak, berharap kasus itu tak terjadi di Depok,” kata Kepala Disdik Depok, Mohammad Thamrin, kepada Radar Depok, kemarin.

Thamrin menegaskan, sekolah di Depok mesti peduli kepada anak didiknya untuk tidak membawa handpone. Pengawasan saat siswa menggunakan hanphone juga mesti dilakukan, sebab sekolah diperuntukan untuk belajar, bukan untuk bermain game.

Dewasa ini, anak sekolah sudah memiliki handphone yang diberikan orangtuanya. “Terutama orang tua harus peduli kepada anaknya, agar tidak kecanduan game,” katanya.

Sementara, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Rudi Kurniawan mengungkapkan, pengawasan anak bermain game perlu dilakukan oleh orang tua. Karena di sekolah tidak 24 jam memantau anak didiknya.

“Saya pikir sekolah pasti melarang membawa handpone, tapi harus diperketat. Ini tugas orang tua di rumah untuk mengontrol anak,” kata Rudi.

Politikus PDI Perjuangan ini berharap, kasus murid bunuh gurunya tidak terjadi di Depok. Menurutnya, Depok sudah komplit banyak aturan daerah yang mengarah anak,  keluarga, dan pendidikan. “Saya kira sudah cukup, tapi peraturannya harus benar-benar diterapkan,” tegasnya.

Misalkan, sudah ada perda listerasi yaitu membaca. Diharapkan, kelurga yakni orang tua mewajibkan anaknya membaca buku dari jam 6 sore hingga jam 8 malam. “Tiga jam ini harus benar-benar diterapkan di keluarga, saya yakin tiga jam ini bisa merubah prilaku anak, terutama banyak wawasan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala SMPIT Ummu’l Quro Depok, Dwi Nowo Imam Nugroho mengatakan, sangat perihatin dengan munculnya game “pukul guru anda’. Ia takut jika siswa akan mencontoh jika melihat game tersebut.

“Game saja sudah kontroversial sifatnya masih belum jelas baik atau tidaknya untuk siswa. Apalagi kontennya tidak mendidik, kalau ditujukkan untuk pelajar sifatnya harus membangun,” kata Nowo kepada Radar Depok ditemui di lingkungan sekolah beralamat Jalan M.H. Sanim, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Senin (5/2).

Nowo berharap, agar game tersebut dapat segera di blokir dan di tindaklanjuti oleh Kemenkominfo sebelum siswa mengetahui bahkan sampai memainkannya.

“Jika siswa liat pasti dicontoh, dan menganggap semua yang ada di game tersebut adalah hal yang wajar,” jelasnya.

Dengan beredarnya game tersebut, Nowo segera mengambil sikap untuk mengantisipasi agar siswa tidak memainkannya. “Saya akan beri himbauan kepada orangtua, guru, dan juga siswa. Dan kami akan segera lakukan sidak di sekolah,” tutup Nowo. (irw/cr3)

You may also read!

Kejari Depok Irit Bicara

DEPOK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok masih belum buka-bukaan, terkait pengembalian berkas rasuah Jalan Nangka, Tapos ke Polresta Depok.

Read More...

Zoss Ada 51 Titik di Depok

DEPOK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, terus menambah keberadaan Zona Selamat Sekolah (Zoss). Hal itu dilakukan untuk memberikan

Read More...

RS Harapan Depok Tantang YLCC di Pengadilan

DEPOK – Sengketa sewa menyewa gedung antara YLCC dengan RS Harapan Depok, akhirnya akan berujung dimejahijaukan. Kemarin, RS Harapan

Read More...

Mobile Sliding Menu