Sidang First Travel Ricuh

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SIDANG PERDANA FIRST TRAVEL : Terdakwa kasus dugaan penipuan biro perjalanan umrah First Travel Andika Surachman (kiri), Anniesa Hasibuan (tengah), dan Kiki Hasibuan (kanan) saat akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kota Depok, Senin (19/2). Mereka menjalani sidang dalam agenda pembacaan dakwaan kasus penipuan biro perjalanan umrah First Travel yang telah merugikan puluhan ribu calon jamaah umrah dengan total kerugian mencapai Rp924.995.500.000.

DEPOK – Sidang kasus penipuan dan pencucian uang yang dilakukan ketiga pimpinan agen perjalanan haji dan umrah First Travel berlangsung ricuh. Puluhan calon jamaah yang mengikuti jalannya sidang sering kali menyoraki dan meneriaki ketiga terdakwa kasus pencucian uang First Travel.

“Bunuh-bunuh, kembalikan uang saya, dasar rampok,” teriak puluhan jamaah First Travel yang jengkel terhadap ketiga terdakwa secara sahut-sahutan.

Bahkan, salah satu jamaah ada yang tetap meminta agar First Travel mau memberangkatkan jamaah yang sudah melunasi biaya keberangkatan haji. “Kalau bisa kita tetap diberangkatkan, kalau perlu jual ginjal ketiga terdakwa,” ucap salah satu jamaah, Rohmadi kesal.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum dalam kasus tersebut, Heri Jerman mengaku kedepan akan menghadirkan artis Syahrini dalam sidang perkara penipuan, penggelapan, dan pencucian uang oleh agen perjalanan umrah First Travel. Sebelumnya, Syahrini pernah meng-endorse paket promo First Travel untuk menarik minat calon jamaah. “Kalau masalah materi apa terhadap artis itu, akan kami hadirkan sebagai saksi di persidangan,” kata Ketua JPU, Heri Jerman kepada wartawan, kemarin (19/2).

Heri mengatakan, First Travel sengaja mengajak artis tersebut sebagai salah satu media promosi selain dengan mem-post di Facebook resmi perusahaan itu. Berdasarkan dakwaan jaksa, Syahrini harus menggunakan atribut First Travel selama perjalanan umrah.

Sang artis juga harus membuat vlog (video blog) serta mem-post foto dan video. Konten endorse itu dipublikasikan minimal dua kali sehari mengenai rangkaian kegiatan perjalanannya hingga pulang menggunakan jasa First Travel. Sebagai imbalannya, Syahrini bisa menikmati fasilitas umrah VIP gratis. “Dengan dipasangnya artis terutama tujuannya itu, menarik minat calon jamaah,” kata Heri.

Selain Syahrini, jaksa rencananya juga akan menghadirkan artis Vicky Shu, karena menurutnya sebelumnya mereka telah diperiksa sebagai saksi dalam proses penyidikan di Bareskrim Polri.

Sementara itu terungkap dalam fakta persidangan Direktur Utama First Travel, Andika Surachman, Direktur First Travel, Anniesa Hasibuan, dan Komisaris Utama Kepala Divisi Keuangan First Travel, Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki didakwa menggelapkan uang calon jamaah umrah yang dihimpun sejak 2015 hingga 2017.

Akibat perbuatannya, tiga terdakwa didakwa melanggar Pasal 378 dan Pasal 372 tentang Penipuan dan Penggelapan serta Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantan Tindak Pidana Pencucian Uang jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP. “Ancaman maksimal penjara seumur hidup,” kata Heri.

Mereka juga didakwa melakukan pencucian uang dengan mengalihkannya ke dalam bentuk aset. Uang tersebut sebagian digunakan ketiganya untuk kegiatan pribadi yang tak berhubungan dengan umrah. Dalam kurun waktu dua tahun itu, Andika, Anniesa, dan Kiki berpelesir ke Eropa yang seluruh biayanya diambil dari uang setoran calon jemaah umrah First Travel. “Antara lain untuk biaya perjalanan wisata keliling Eropa sebesar Rp8,6 miliar,” kata Heri.

Selain itu, uang tersebut juga digunakan untuk menyewa booth event ‘Hello Indonesia’ yang digelar di Trafalgar Square, London, pada 2014 dan 2015. Event tersebut merupakan salah satu keperluan bisnis Anniesa. Uang yang dikeluarkan untuk keperluan tersebut sebesar Rp2 miliar.

Selebihnya, uang ditransfer ke sejumlah rekening dan membayar sewa gedung kantor First Travel. Uang calon jamaah juga disembunyikan dengan membeli tanah dan bangunan serta sejumlah kendaraan mewah.

Sementara itu, PT First Travel menawarkan paket promo umrah murah seharga Rp14,3 juta. Mereka menjanjikan calon jamaah akan diberangkatkan satu tahun setelah pembayaran dilunasi.

Namun, pada kenyataannya, hingga dua tahun berlalu para korban tak kunjung diberangkatkan. Calon jamaah yang mendaftar dan membayar lunas paket tersebut sebanyak 93.295 orang. Total uang yang didapatkan dari jumlah tersebut lebih dari Rp1 triliun.

Dari jumlah tersebut, First Travel telah memberangkatkan puluhan ribu jamaah. Namun, masih ada 63.310 calon jamaah yang telantar. Heri mengatakan, dari uang Rp1 triliun itu ada yang telah dibayarkan untuk memberangkatkan umrah. “Uang tersebut membayar kekurangan biaya memberangkatkan 28.673 jamaah umrah promo,” kata Heri.

Uang tersebut juga digunakan untuk membayar gaji karyawan, membayar komisi agen, hingga untuk kepentingan pribadi. Dengan demikian, tersisa Rp905.333.000.000 yang merupakan uang dari 63.310 calon jamaah yang belum diberangkatkan.

Namun demikian, dalam sidang yang dilakukan kemarin, Bos First Travel Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Kiki Hasibuan tidak didampingi pengacara pada sidang perdana perkara penipuan perjalanan umrah di PN Depok. Majelis hakim menunjuk penasihat hukum sementara untuk ketiga terdakwa.

“Kita tunjuk dulu penasihat hukum secara cuma-cuma. Ini kewajiban negara,” kata hakim ketua saat menskors sidang pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Depok.

Diawal persidangan pada pukul 10.10 WIB, bos First Travel menyebut tim pengacaranya belum datang ke pengadilan. Sidang sempat diskors lalu dilanjutkan pembacaan dakwaan. Namun saat surat dakwaan dibacakan, majelis hakim kemudian menskors sidang untuk memberi kesempatan penasihat hukum yang ditunjuk masuk ke ruang sidang.  (cr2)

You may also read!

SMPIT NF Depok Berkibar di HKIMO 2018

DEPOK – Empat siswa SMPIT Nurul Fikri (NF) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Kali ini dipersembahkan dari

Read More...

30 Taruna Diberi Penghargaan Bintang Teladan

DEPOK – Sebanyak 30 taruna SMK Nasional Depok kelas XI dan XII meraih penghargaan Bintang Teladan dari pihak sekolah

Read More...

Porseni SMAN 3 Depok Rayakan HUT ke-28

DEPOK – Dalam rangka merayakan HUT ke-28 SMAN 3 Depok, digelar kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Kegiatan yang

Read More...

Mobile Sliding Menu