Sembahyang Khusus Hadapi Tahun Anjing Tanah

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PERAYAAN IMLEK 2569 : Warga keturunan Tionghoa bersembahyang di Vihara Gayatri, Cilangkap, Tapos, Jumat (16/2). Untuk merayakan tahun baru Imlek 2569, para warga Tionghoa tersebut melakukan sembahyang sebagai wujud syukur atas rejeki yang telah diberikan.

Perayaan Tahun Baru Imlek 2569 Kongzily di Vihara Gayatri Kelurahan Cilangkap, Tapos Depok tampak begitu meriah.  Radar Depok yang beberapa jam di lokasi, melihat ratusan orang silih berganti mengunjungi vihara untuk sembahyang.

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO SIREGAR

Di lingkungan Vihara Gayatri, Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok begitu ramai. Orang yang datang rata–rata mengenakan baju dengan nuansa merah, serupa dengan kelir dari tembok dan pernak–pernik di vihara tersebut. Kedatangan mereka kesana adalah untuk berdoa dalam rangka merayakan hari Tahun Baru Imlek.

Diantara kerumunan orang yang lalu lalang, tampak seorang perempuan yang merupakan pengurus vihara sekaligus anak ke 5 dari pendiri Viahara Gayatri, dia adalah Mulyawati.

Ditengah-tengah riuhnya vihara, perempuan paruh baya ini menyebutkan, Imlek adalah lambang kebahagiaan bagi warga Tionghoa di Dunia, maupun keturunan Tionghoa yang ada di Indonesia. Tidak ada yang spesial di Vihara Gayatri, hanya ritual sembahyang kepada Dewa–Dewa kepercayaan warga keturunan Tionghoa. “Dewa itu ada Kwan Kong, Kwan Iem, Sam Pa Kong, Budha dan lain–lain,” ungkapnya.

Vihara Gayatri akan dipenuhi pengunjung baik dari Kota Depok, maupun Luar Kota Depok sampi tiga hari kedepan. Dia mengatakan, di tahun Anjing Tanah ini biasanya akan ada Shio yang kurang beruntung. Untuk itu, ketujuh Sio yang kurang beruntung tersebut harus melakukan ritual khusus.

“Biasanya ke 7 Shio yang kurang beruntung di tahun ini harus melakukan sembahyang yang khusus, utamanya sembahyang kepada Macan Putih agar terlindung dari segala marabahaya. Selain itu, ketujuh Shio tersebut juga harus lebih berhati–hati dalam bertindak dan melangkah,” ucap perempuan keturunan Tionghoa tersebut.

Selain sembahyang, para pengunjung yang datang ke vihara juga tidak hanya untuk berdoa kepada dewa. Tapi juga ada yang mengadakan ritual mandi ke sumur 10 yang terletak di ujung vihara. Sumur tersebut dipercaya bisa mengabulkan harapan dan menjauhkan orang yang mandi di sumur tersebut dari bahaya.

“Tiap sumur memiliki arti yang berbeda–beda, seperti misalnya sumur ke 1 itu sebagai penguatan lahir batin, ke 2 kesehatan, ke 3 kedudukan dan derajat, dan seterusnya,” sambungnya.

Menurutnya, semua orang bebas mandai di sumur tersebut, tetapi untuk wanita yang sedang datang bulan maupun yang baru melahirkan dilarang untuk mandi di sumur tersebut karena dianggap masih kurang bersih.

“Kalau mandi di sumur juga gak boleh terlalu dekat, karena air yang dari badan tidak boleh masuk lagi ke sumur,” ujarnya.

Selain keberadaan sumur tujuh dan ritual sembahyang kepada dewa–dewa, terdapat satu hal unik lagi yang terdapat di vihara tersebut. Yakni keberadaan burung–burung pipit dan perkutut yang bersahut–sahutan di dalam kerangkeng kecil.

Penjual Burung di Vihara Gayatri, Haris, warga Cakung, Jakarta Timur mengakatan, untuk perayaan Imlek hari ini dirinya membawa 1.500 ekor burung Pipit dan 6 pasang burung perkutut. Dia mengatakan, etnis Tionghoa percaya dengan melepaskan burung mereka bisa terhindar dari bala dan mendatangkan rejeki. “Burung Pipit saya jual Rp3 ribu per ekor, burung Perkutut Rp100 ribu sepasang,” ungkapnya.

Sementara itu, pengunjung yang datang ke Vihara Gayatri, Carles mengaku, membeli 108 ekor burung pipit dan melepaskanya ke udara. Dia mengatakan, hal itu dilakukan untuk memohon keberkahan dan perlindungan dari Dewa. “Harapan saya, segala hal yang buruk dalam hidup saya ikut lepas ata terbuang dari hidup saya dan keluarga,” ungkap Carles. (dra)

You may also read!

Kepsek Se-Depok Dipanggil KPAI

DEPOK – Kasus kekerasan seksual terhadap 13 anak sekolah dasar oleh gurunya, digeber Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Terbaru

Read More...

Dua CCTV Nihil, Polisi Sebar Sketsa Pelaku Pelemparan Batu di Depok

DEPOK – Upaya polisi untuk mendeteksi wajah dan perawakan pelaku pelempar Raffa (9) melalui CCTV di Jalan Juanda bakal

Read More...

Hasil KLA Depok Diumumkan 23 Juli

DEPOK – Pengumuman hasil penilaian status Kota Layak Anak (KLA), akan diumumkan 23 Juli mendatang. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan

Read More...

Mobile Sliding Menu