Sambut Imlek, Bersihkan Patung-Patung Dewa

In Utama
INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
DIBERSIHKAN : Darmawan menjejerkan patung – patung yang sudah dicuci ke sebuah meja kecil.

 Warga Tionghoa di Kota Depok mulai sibuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2569 Kongzili, yang akan jatuh pada Jumat (16/2). Kesibukan juga terlihat di Vihara Gayatri Cilangkap, Kecamatan Tapos. Berbagai persiapan mulai dilakukan, salah satunya membersihkan patung-patung Dewa.

 Laporan: Indra Abertnego Depok

 

Tradisi perayaan Tahun Baru Imlek tampaknya masih rutin dilakukan warga Tionghoa yang ada di Kota Depok, khususnya yang biasa beribadah di Vihara Gayatri di Jalan Raya Alfalah RT03/RW03 Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos.

Saat awak media menyambangi Vihara tersebut, sambutan ramah sangat dirasakan dari orang di sekelilingnya. Deretan lilin berukuran besar setinggi kurang lebih 160 centimeter ada di depan sebuah ruangan tempat ibdaha tersebut.

Pada lahan yang cukup luas itu, suasana sejuk begitu sangat terasa. Di beberapa titik Vihara Gayatri terdapat sejumlah pohon besar dan rindang memayungi Vihara. Ketika memasuki ruangan bagian dalam terdapat tulisan Kwan Kong.

Tampak juga hamparan buah-buahan segar terbungkus plastik bening diletakan di atas meja. Kami mencoba mendekati sosok pria yang tengah mencuci patung-patung yang ada di dalam ruangan.

Dia adalah pengurus Vihara bernama Darmawan. Ia mengaku sudah mengabdikan diri di Vihara Gayatri selama 30 tahun. Setelah mencuci patung, pria tua berjanggut panjang ini memperlihatkan sebuah pedang bergagang panjang.

Darmawan menyebutkan, dia sedang membersihkan patung Dewa Kwan Kong atau yang lebih dikenal sebagai Dewa Perang. Hal ini ia lakukan guna persiapan menyambut Tahun Baru Imlek 2569 Kongzili, Jumat (16/2).

“Setiap mau Imlek, semua patung di sini pasti dibersihkan dulu. Karena akan dipakai berdoa oleh orang yang merayakan Imlek,” tutur Darmawan kepada Radar Depok.

Selain itu lanjut Darmawan, di Vihara Gayatri terdapat lima ruangan yang berisi patung-patung Dewa kepercayaan warga Tionghoa. Di antaranya, ruangan Dewa Kwan Kong, Sam Po Kong, Chai Sen Yan, Toti Pakung, serta Dewi Kwan Im.

“Saat Imlek nanti biasanya warga keturunan Tionghoa berdoa di patung-patung tersebut sebagai tradisi. Rata-rata doanya meminta kesehatan, rezeki, dan panjang umur,” tutur Darmawan, dengan rambut yang sudah memutih.

Darmawan cukup telaten dalam membersihkan patung-patung Dewa menggunakan air yang sudah ditambahkan bunga atau kembang Kenanga, Melati, dan Cempaka.

Dikatakan Darmawan, perayaan tahun baru Imlek bukanlah perayaan suatu agama tertenu, tetapi tradisi leluhur masyarakat Tionghoa untuk merayakan pergantian musimm dari musim gugur ke musim semi.

Menurutnya, pada saat Imlek, Vihara akan dipenuhi oleh warga keturunan Tionghoa se–Jabodetabek yang hendak berdoa.

“Kalu di vihara ini hanya ritual berdoa saja, tidak ada barongsai atau peryaan yang lainnya,” tutupnya. (*)

You may also read!

Kepsek Se-Depok Dipanggil KPAI

DEPOK – Kasus kekerasan seksual terhadap 13 anak sekolah dasar oleh gurunya, digeber Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Terbaru

Read More...

Dua CCTV Nihil, Polisi Sebar Sketsa Pelaku Pelemparan Batu di Depok

DEPOK – Upaya polisi untuk mendeteksi wajah dan perawakan pelaku pelempar Raffa (9) melalui CCTV di Jalan Juanda bakal

Read More...

Hasil KLA Depok Diumumkan 23 Juli

DEPOK – Pengumuman hasil penilaian status Kota Layak Anak (KLA), akan diumumkan 23 Juli mendatang. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan

Read More...

Mobile Sliding Menu