Rienova: Ada Plus Minus Penambahan Dapil

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
PEDULI: Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Abdul Haris Bobihoe didampingi Ketua PAC Partai Gerindra Tapos, Rienova Serry Donie saat memberikan bantuan kursi roda kepada kakak beradik Nindya dan gulirkan program Asyik Menyapa di RT03/09 Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos.

DEPOK – Menanggapi pro dan kontra terhadap usulan penataan Daerah Pemilihan (Dapil) untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, Reinova Serry Donie menilai ada plus dan minus jika sampai ada penambahan Dapil.

Ia mengaku tidak setuju akan usulan Dapil Anggota Legislatif (Aleg). Sebab, menurut Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Depok ini, sebagai anggota dewan Dapil Tapos-Cilodong tentunya merugikan yang sudah bekerja dan membina dapil.

“Apalagi jika ada beberapa program aspirasi, yang sudah diterima oleh masyarakat di dapil tersebut,” kata Reinova, Selasa (20/2).

Sebagai kader partai, sambung Reinova, tentunya sungguh di sayangkan kalau dapil yang sudah dibina oleh para anggota dewan, harus di pecah atau dimekarkan. “Saya sangat mengharapkan dapil tetap seperti tahun 2014 lalu,” ujarnya.

Ditanyakan soal tidak meratanya penyerapan aspirasi bila dapilnya lebih dari satu, bagi Reinova yang juga Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Tapos ini peluangnya kecil jika seperti itu. Namun bagi yang tidak kembina bisa saja tidak merata.

Ada plus minus dalam merubah dapil. Plusnya bagi partai yang kadernya hingga akar rumput atau basis partainya jelas, tanpa melihat anggota dewannya membina atau tidak. Dengan merubah dapil tentu menguntungkan partai tersebut.

Minusnya adalah kebalikan, bagi partai yang hingga akar rumput dan anggota dewannya kurang membina, tidak merubah dapil tentu tidak menguntungkan partai tersebut. Begitu juga apabila anggota dewannya membina dapil dan dirubah dapil tentunya merugikan partai dan anggota dewan di dapil tersebut.

“Itu alasan saya, sehingga  memandang dengan merubah Dapil tentu merugikan bagi kami,” ucap Reinova. (cky)

You may also read!

Suami di Depok Cekik Istri Hingga Tewas

DEPOK – Yerimia terbilang sadis terhadap istrinya Risma Sitinjak. Pria berusia 28 tahun itu mencekik Risma hingga tewas, di

Read More...

Luas Tanah Pasar Kemirimuka Depok SK Gubernur dan SHGB Beda

DEPOK – Ada fakta baru yang disajikan dalam pembacaan replik di sidang gugatan Derden Verzet, di Pengadilan Negeri (PN)

Read More...

Hewan Kurban Sehat Diberi Tanda Pin

DEPOK – Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Depok memeriksa hewan kurban di

Read More...

Mobile Sliding Menu