Perda KLA Hanya Macan Kertas

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
KOMPAK: Bendahara TMP Depok, Novi Anggriani Munadi bersama kader pada acara diskusi bertema ‘Sudahkah Depok Bersahabat dengan Perempuan dan Anak?’, di Baper Cafe, Pancoranmas, Depok, Sabtu (17/2).

DEPOK – Aksi kekerasan terhadap anak dan perempuan di Depok terus berulang. Angka perceraian di Kota Sejuta Maulid ini pun terus meningkat. Kondisi demikian, salah satunya, disinyalir lantaran kurang mengenanya kebijakan yang ditelurkan Pemkot Depok.

“Tentu Pemkot Depok perlu bersikap,” ungkap Bendahara Taruna Merah Putih (TMP) Depok, Novi Anggriani Munadi, pada acara diskusi bertema ‘Sudahkah Depok Bersahabat dengan Perempuan dan Anak?’, di Baper Cafe, Pancoranmas, Sabtu (17/2).

Kata Novi, sampai sekarang Perda Nomor 15 Tahun 2013 tentang Kota Layak Anak (KLA) dan Perda Nomor 9 Tahun 2017 tentang Peningkatan Ketahanan Keluarga di Depok, kontennya cenderung lebih kepada motivasi dan menggurui saja. “Pelaksanaannya pun kurang serius atau cuma macan kertas,” tambahnya.

Novi menjelaskan, sudah banyak lembaga yang dibentuk untuk melaksanakan Perda KLA dan Perda Peningkatan Ketahanan Keluarga di Depok. Namun tampaknya masih banyak warga Depok yang belum mengetahui. Lembaga-lembaga yang disebut dalam Perda tersebut tak bisa hanya menunggu laporan dan pencegahan secara sporadis.

“Mereka lembaga pelaksana Perda harus pro aktif datangi keluarga, perempuan dan anak di Depok. Harus jemput bola,” ketus Novi.

Ketua Umum Novi Anggriani Munadi (NADI) Center ini, tengah menyiapkan program advokasi kepada para perempuan dan anak yang kehidupannya masih jauh dari kata adil dan sejahterah di Depok. Ia menyontohkan tengah merangkul Siti Nurlela (19), yang dikabarkan akan bunuh diri pada beberapa waktu lalu di Kali Licin, Kelurahan Mampang.

“Kasus Siti Nurlela ini kalau dilihat secara sepintas dan sekonyong-konyong akan disederhanakan sebagai masalah pribadi atau privat. Namun sebenarnya, masalah Ella ini, jika dirunut adalah bentuk abainya Pemkot Depok,” tegas Novi.

Dengan begitu, Novi yang juga Koordinator Utama Akar Rumput Pemuda Hasanah (ARAH) Depok ini, akan mendorong DPRD untuk menajamkan fungsi pengawasannya terhadap kedua Perda tersebut. Jika memungkinkan, kata Novi, setelah dirinya melakukan advokasi akan didorong perubahan Perda yang lebih detil dan konkret menjawab permasalahan perempuan dan anak di Depok.

“Tidak hanya DPRD Depok. Saya juga akan meminta pasangan TB Hasanuddin dan Anton Charliyan (Hasanah) di Pilgub Jabar untuk memberi masukan atau dorongan kepada Pemkot Depok secara struktural guna memperbaiki nasib perempuan dan anak di Depok, jika mereka terpilih nanti,” pungkas Novi. (cky)

You may also read!

Penganggur di Depok Berkurang 2.000

DEPOK – Yang masih luntang-lantung belum punya kerjaan, hari ini terakhir Job Fair di Dmall, Jalan Margonda. Lowongan kerja

Read More...

Enam Titik Pohon Rawan Tumbang di Depok

DEPOK – Musim hujan disertai angin dan petir di Depok mulai sering terjadi kekiniannya. Akibatnya, beberapa pohon tumbang di

Read More...

Narkoba Depok Dikendalikan dari Cianjur

DEPOK – Badan Narkotika Nasional (BNN) Depok, berhasil mengamankan 3,1 kilogram ganja dari tangan AJ, kemarin. Kuat dugaan barang

Read More...

Mobile Sliding Menu