Perayaan Valentine Disidak

In Utama
FOTO: Mohammad Idris
Walikota Depok

“Kami melarang anak-anak kita merayakan hari valentine. Apa lagi, berlebihan penyimpangan seksual, iya seksual di luar nikah. Kalau setelah nikah itu, wajib,”

 

DEPOK – Hari ini siswa dan siswi Kota Depok dilarang merayakan hari kasih sayang atau valentine day. Hal tersebut merujuk surat edaran Dinas Pendidikan (Disidk) Depok yang bernomor 421/01120/Disdik/2018.

“Kami melarang anak-anak kita merayakan hari valentine. Apa lagi, berlebihan penyimpangan seksual, iya seksual di luar nikah. Kalau setelah nikah itu, wajib,” kata Walikota Depok Mohammad Idris, kepada Radar Depok usai menghadiri diskusi antar umat agama di kawasan Kecamatan Cilodong, Selasa (13/2).

Menurut dia, Valentine ini adalah budaya impor yang merusak budaya bangsa ini, yang sebagian orang melaksanakan. Lebih lanjut, kata dia, pihaknya tak hanya menyebarkan surat edaran. Namun, berharap masyarakat sadar perbuatan itu tidak baik.

“Kalau razia dan sidak saya tidak kasih tahu, rahasia,” kata dia.

Idris juga mengimbau kepada para orang tua untuk mengawasi putra-putrinya, agar tidak merayakan valentine. “Ajaklah anak-anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif lainnya,” terangnya.

Tak hanya orang tua, imbaun juga ditujukan kepada seluruh perangkat sekolah. “Tanamkan sikap dan perilaku yang terpuji dengan melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa,” tegasnya.

Menurut Idris, Valentine adalah perayaan yang berasal dari budaya barat dan tidak cocok jika diterapkan di budaya timur seperti Indonesia. Perayaan hari kasih sayang seharusnya dilakukan setiap hari kepada orang-orang terkasih dengan tujuan yang baik.

“Kalau kasih sayang setiap hari kita harus berkasih sayang terhadap orang-orang yang kita cintai. Kalau dua-duaan mengucapkan Valentine, itu kan enggak benar,” katanya.

Senada, Kepala Disdik Depok, Mohammad Thamrin menegaskan, siswa dan siswi Depok jangan merayakan hari valentine hari ini.

Sebab, pelarangan merayakan hari itu, kata dia, berdasarkan visi Depok yang religius dan bisa merusak moral generasi terbaik yang berbudi pekerti.

“Kami melarang dan kami sudah sebar surat edaran tersebut. Ada lima poin,” kata Thamrin.

Ada pun isi surat edaran larangan merayakan valentine, sebut Thamrin, siswa untuk tidak merayakan hari kasih sayang di lingkungan sekolah. Lalu kalau bisa hari kasih sayang diisi dengan kegiatan-kegiatan positif sesuai budaya ketimuran, orang tua harus membimbing anaknya, dan perangkat sekolah wajib menanamkan sikap dan prilaku karater dengan melestarikan nilai-nilai luhur.

“Dan pengawas pembinaan kepala  sekolah, jenjang SD dan SMP untuk melakukan pemantaun,” tandasnya.(irw)

You may also read!

Tapos Kantongi Peserta Tingkat Kota

DEPOK– Ratusan siswa mengikuti Lomba Keterampilan Agama (Loketa) tingkat Kecamatan Tapos yang diselenggarakan di SDN Cilangkap 8, Kelurahan Cilangkap,

Read More...

SDIT An Najah Cetak Siswa Agamis

DEPOK– Menciptakan nuansa agamis, mendidik para siswa agar mencintai agama, dan selalu bersyukur kepada Allah SWT, SDIT AN Najah

Read More...

SDN Kalibaru 2 Terapkan GLS

DEPOK– Agar siswa-siswinya meningkatkan minat baca buku, SD Negeri Kalibaru 2 yang berlokasi di Jalan M. Nasir, Kelurahan/Kecamatan Cilodong,

Read More...

Mobile Sliding Menu