Pengungsi Masih Terlantar

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MASIH BERTAHAN: Warga yang terdampak banjir masih menempati posko pengungsian di kawasan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, kemarin (7/2).

 DEPOK – Sejumlah kepala keluarga yang mengungsi akibat banjir di RT05/RW07 Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, memilih pulang ke kampung halaman.

Salah satu pengungsi, Riyadi menyebutkan, warga yang bertahan di pengungsian tinggal tersisa 17 kepala keluarga (KK). Mereka khawatir terjadi banjir susulan.

“Rata–rata pulang ke Cianjur, mereka di sini sekalian kerja di pabrik pembuatan tahu yang ikut terendam banjir,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Riyadi, saat ini para pengungsi sangat membutuhkan pakaian dan selimut, hingga perlengkapan sekolah bagi anak-anak mereka. Karena banyak perlengkapan sekolah yang hilang dan rusak akibat terjangan banjir yang melanda rumah mereka di bantaran kali Ciliwung beberapa hari lalu.

“Kasihan anak–anak kami, tidak bisa sekolah karena bajunya rusak dan alat tulis serta tas mereka ada rusak dan hilang. Handuk dan pakaian kami juga banyak yang hilang dan rusak akibat lumpur,” kata Riyadi.

Diketahui, terdapat tujuh anak yang sampai saat ini belum bisa sekolah. Karena perlengkapan sekolah mereka rusak. Bahkan di pengungsian tersebut terdapat seorang balita yang kejang – kejang pasca banjir, namun sudah dibawa kerumah sakit untuk berobat jalan oleh pihak keluarganya.

“Kami juga membutuhkan obat gatal–gatal dan obat pusing,” sambungnya.

Terpisah, seorang pengungsi yang mencoba menengok kondisi rumahnya, Agus mengatakan, saat ini kondisi rumahnya masih sangat kotor dan banyak ditemukan lumpur yang menebal, di dalam rumah maupun di halaman.

Agus mengatakan, sehari pascabanjir dirinya berinisiatif bersama warga yang lain untuk membersihkan rumahnya. Namun menurut Agus, oleh lurah setempat diimbau untuk tidak membersihkan rumahnya dulu, karena akan datang bantuan dari Pemadam Kebakaran membersihkan rumah mereka.

“Sama lurah dibilang jangan dibersihin dulu, tapi sampai sekarang gak ada bantuan yang datang, hasilnya lumpurnya makin tebal dan keras, sehingga sangat sulit bagi kami membersihkannya,” tuturnya.

Agus mengaku, sejak banjir terjadi dan hingga berita ini diturunkan, belum ada bantuan dari Pemkot Depok yang datang. Padahal, saat ini para pengungsi sangat membutuhkan bantuan pemerintah. “Untung saja warga di sini pada baik masih mau bantuin kami, kalau gak kami gak tahu gimana nasib kami,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua LPM Pasir Gunung Selatan, Anggoro mengatakan bahwa kondisi pengungsi di Pondok Pesantren Darul Qur’an masih belum kondusif dan cenderung sama seperti hari sebelumnya, dimana terdapat 30 santri yang bertahan mengungsi di gedung pesantren.

“ Kondisi di pesantren masih sama seperti kemarin,” pungkasnya. (dra)

You may also read!

Netizen Lambungkan Tagar #BubarkanBanser, Buntut Pembakaran Bendera Tauhid

JAKARTA – Video aksi pembakaran bendera tauhid oleh oknum Banser di Garut yang viral di media sosial, menjadi pembicaraan hangat

Read More...

MUI: Kenapa Banser Akhir-akhir Ini Sering buat Masalah?

JAKARTA – Pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang sejak kemarin viral di media sosial, telah memancing kecaman dari berbagai

Read More...

Viral Video Banser Bakar Kalimat Tauhid, “Ini Penodaan Agama”

JAKARTA – Viralnya video aksi membakar bendera hitam bertuliskan kalimat Tauhid yang diduga dilakukan belasan anggota Banser Garut dinilai

Read More...

Mobile Sliding Menu