Operasi Iqbal Andalkan BPJS

In Metropolis
IST
PRIHATIN: M Iqbal, Paska mendapat operasi anus yang berada di pinggang kirinya, nampak sehat.


DEPOK – Muhammad Iqbal Septiansah (1) yang terlahir tanpa memiliki anus dan kaki kiri, dalam kesehariannya, terpaksa buang air lewat perut. Dia membutuhkan operasi segera.

Orang tuanya yang bekerja sebagai satpam hanya bisa mengandalkan BPJS Kesehatan yang dibuat saat usia kandungan tujuh bulan. Jimi, orang tua Muhammad Iqbal Septiansah, bahagia sekaligus bersedih ketika mengetahui anaknya lahir tanpa anus dan kaki kiri pada 20 September 2016 lalu.

“Anus dan kaki kirinya memang sudah tidak ada sejak anak saya lahir. Ditambah lagi kaki kanannya juga tidak sempurna,” katanya kepada Radar Depok, kemarin.

Dia mengaku pada masa kehamilan, dia dan istrinya mengaku rutin memeriksakan kandungannya. Terlebih ketika usia kandungan memasuki 7 bulan, karena telah mengurus BPJS. “BPJS sudah kami urus artinya kami pada saat itu rutinlah periksa setiap bulan. Makanya kami terus terang sangat kaget ketika dokter kasih tau hal ini,” katanya.

Paska lahir, pihaknya mengaku kerap memeriksa kesehatan anaknya di Rumah Sakit Sentra Medika dan merujuknya ke RS Cipto Mangunkusumo. Hal itu dilakukan untuk tindakan operasi pembuatan anus.

“4 hari setelah Iqbal lahir langsung (dibawa) ke RSCM, di sana dilakukan dioperasi” dibuatkan anus di bawah bokongnya, tetapi kemudian infeksi, kemudian dibuatkan (anus) lagi di pinggang,” terangnya.

Usai dioperasi, Iqbal mulai terlihat agak normal. Namun hingga umurnya masuk satu tahun tiga bulan, acapkali Iqbal selalu menangis setiap malam. “Pencernaan lancar tapi kan tetap keluarnya di samping bokong pas pinggang. Makanya tiap malam badan anak saya merasa panas dan berat badan turun,” ujarnya.

Akhirnya karena kondisi Iqbal yang tak kunjung baik, dokter Sentra Medika Depok dirujuk RSCM Jakarta sehingga Iqbal dioperasi pembuatan anus tanggal 2 February 2018. “Nah disanalah baru kemudian Iqbal dioperasi pembuatan anus. Dan Alhamdulillah usai operasi tersebut Iqbal normal hingga saat ini,” terangnya.

Jimi mengatakan, hingga saat ini tidak ada satupun bantuan dari pemerintah Kota Depok dan Provinsi. “Belum ada pak bantuan. Saya hanya murni ngandalin BPJS yang dibiayai orang. Bahkan ongkos kesana kemaripun itupun dibantu sama keluarga dan para donatur lainnya,” tuturnya.

Hingga kini Jimi mengaku hanya mengandalkan biaya pengobatan dari hasil gajinya yang berprofesi sebagai satpam. “Sampai saat ini kami masih berkonsentrasi untuk merawat Iqbal, dengan mengandalkan BPJS” ujar Jimi. (cr2)

You may also read!

Penganggur di Depok Berkurang 2.000

DEPOK – Yang masih luntang-lantung belum punya kerjaan, hari ini terakhir Job Fair di Dmall, Jalan Margonda. Lowongan kerja

Read More...

Enam Titik Pohon Rawan Tumbang di Depok

DEPOK – Musim hujan disertai angin dan petir di Depok mulai sering terjadi kekiniannya. Akibatnya, beberapa pohon tumbang di

Read More...

Narkoba Depok Dikendalikan dari Cianjur

DEPOK – Badan Narkotika Nasional (BNN) Depok, berhasil mengamankan 3,1 kilogram ganja dari tangan AJ, kemarin. Kuat dugaan barang

Read More...

Mobile Sliding Menu