Nenek Dirawat, Cucu Meninggal

In Utama
IRWAN/RADAR DEPOK
KENANGAN: Mery Erika menunjukan anak kandungnya, Atifah Siameti (9) semasa hidup. Atifah alias Cia menjadi salah satu korban kecelakaan bis maut di tanjakan Emen, Subang.

DEPOK – Warga Kota Depok yang menjadi korban tewas dalam kecelakaan bus maut di tanjakan Emen, Subang, ternyata bukan hanya Sri Martiningsih (34). Dari 27 korban tewas, satu bocah bernama Atifah Siameti (9) warga Jalan H. Mustofa RT05/RW04 Kelurahan Kukusan Beji, turut menjadi korban.

Cia panggilan Atifah Siameti merupakan anak ke empat pasangan suami istri Suiman Sutio dan Mery Erika.

“Iya anak saya ikut sama neneknya jadi korban dikecelakaan itu. Tapi neneknya selamat, dan masih dirawat di rumah sakit,” terang Mery kepada Radar Depok, kemarin (12/2).

Kondisi nenek Cia saat ini, mengalami lebam dan tulang belakangnya bergeser dirawat di RSPI. Mery mengatakan, ibunya tersebut belum tahu bahwa cucunya sudah meninggal.

“Saya belum bisa ngasih kabar Cia sudah meniggal dunia, karena masih terbaring di rumah sakit,” tuturnya.

Menurut Mery, sifat dan prilaku almarhumah sebelum berangkat jalan-jalan menjadi anak penurut dari biasanya. Meski memang anak itu selalu nurut. Tapi berbeda, lebih penurut. Mery tidak memiliki pirasat apa pun saat kejadian kecelakaan maut tersebut. Ia mengetahui bahwa kendaraan yang ditumpangi anak dan ibunya itu kecelakaan, setelah mendapatkan kabar dari saudaranya di Ciputat. Setelah itu, melihat kabar berita televisi ada kecelakaan bus di Subang dari rombongan koperasi tersebut.

“Saya sudah punya firasat. Dan mulai ikhlas pas dikabarkan dan mencari keberadaan anak saya yang alami kecelakaan,” kenang Mery berkaca-kaca.

Setelah menemukan jasad anaknya, Mery bersama keluarga langsung menuju Ciputat, Tangerang Selatan. “Cia dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Kukusan Beji,” kata dia.

Sementara itu, suasana duka masih menyelimuti kediaman Sri Martiningsih yang menjadi salah satu korban kecelakaan bus pariwisata yang terguling di Tanjakan Emen yang menghubungkan wilayah Bandung dan Subang.

Rumah korban yang berada di Perumahan Permata Manssion Cluster Shappire RT01/RW11 Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, menjadi saksi bisu semasa hidup Sri. Salah seorang tetangga korban, Riyani menuturkan, Sri merupakan warga yang dikenal baik dan kerap menyapa saat bertemu tetangga sekitar. “Walaupun saya jarang bertemu, namun Sri sangat ramah,” ujar Riyani kepada Radar Depok.

Riyani menuturkan, tidak menduga Sri menjadi salah satu korban kecelakaan maut di Tanjakan Emen yang ikut dalam rombongan wisata Koperasi Permata Ciputat. Dia mendoakan Sri mendapat ketenangan dan diterima amal dan ibadahnya disisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan ketabahan dan keikhlasan atas meninggalnya Sri.

Sementara itu, keluarga korban yang enggan disebutkan namanya, keluarganya dalam keadaan duka dan butuh ketenangan.

“Sudah ya Mas, keluarga sudah ikhlas jangan dipublikasi lebih dalam,” tutup pria yang mengenakan celana panjang hitam. (irw/dic)

You may also read!

Persiapan UNBK SMPN Depok 100 Persen

DEPOK –Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, pastikan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP Negeri siap 100 persen. Penegas tersebut,

Read More...

Ayat-ayat Alquran Menggema di Mekarjaya 1 Depok

DEPOK – SDN Mekarjaya 1 menghelat Isra Mi’raj, kemarin. Tak hanya Isra Mi’raj, sekolah di Jalan Flamboyan, Kelurahan Mekarjaya,

Read More...

SDN Tanah Baru 1 Depok Istigosah

DEPOK – Jelang Ujian Sekolah (US) pada 23-25 April, dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), 3-5 Mei. SDN Tanah

Read More...

Mobile Sliding Menu