Melihat Geliat Dewan Kesenian Depok Kembangkan Seni

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
KOMPAK: Pengurus DKD bersama pelajar saat mengikuti workshop Seni Pemeran, di pusat perbelanjaan D’Mall, Jalan Raya Margonda, Kecamatan Beji, Sabtu (10/2).

Delapan Komite yang ada di Dewan Kesenian Depok (DKD), selalu memberikan kegiatan yang bertujuan mengembangkan dan melestarikan dunia seni. Salah satunya komite teater yang mengadakan Workshop Seni Pemeranan, dengan peserta siswa siswi jenjang SMP dan SMA se-Kota Depok, di D’mall selama dua hari tanggal 9-10 Februari 2018.

LAPORAN : Ricky Juliansyah

Ratusan pasangan mata tampak fokus melihat pemeran yang sedang pantomin di depan panggung. Sambil duduk lesehan, mereka sesekali tertawa ketika pemeran berprilaku lucu.

Siang itu, para pelajar dari tingkat SMP hingga SMA mengikuti Workshop Seni Pameran yang dilaksanakan Komite Teater dari Dewan Kesenian Depok selama dua hari.

Sang ketua DKD, Nuroji yang didampingi istri tercintanya Rezky M. Noor pun menyempatkan hadir disela-sela kesibukannya sebagai Anggota Legislatif di Senayan.

Nuroji pun menyempatkan berbincang dengan awak media yang turut meliput kegiatan tersebut. Menurut Anggota Komisi X DPR RI ini,  komite di DKD memiliki fungsi melestarikan, menyelamatkan, membina dan mengembangkan seni budaya serta promosi.

“Mengembangkan, contohnya seni tari Jaipong digabung dengan musik pop, itu namanya pengembangan kreatifitas. Jadi masing-masing fungsi memiliki peranan dalam seni budaya,” jelas Nuroji.

Salah satu bentuk promosi seperti mengenalkan seni daerah ke luar negeri. “DKD pernah membuat pertunjukkan seni bertajuk Pahlawan Depok di GDC, itu salah satu bentuk promosi,” lanjutnya.

Tiap komite yang ada di DKD akan melakukan kegiatan sesuai fungsinya. Kali ini seni teater, membuat pelatihan untuk siswa siswa agar dapat menggali bakatnya dan pemahaman memainkan teater yang baik dan benar seperti apa.

“Menstimulus bakat siswa dan mengembangkannya. Agar mereka memiliki pengetahuan lebih dalam lagi akan seni teater,” tutup Nuroji.

Apa yang dilakukan DKD pun disambut baik oleh para pelajar. Bahkan, di sesi tanya jawab, pertanyaan selalu mengalir dari para peserta untuk menuntaskan dahaga keingin tahuan mereka seputar seni peran. “Ini gratis, lihat animo mereka luar biasa. Pertanyaan banyak sekali. Ini yang biaya pribadi DKD, akan sangat baik hasilnya ketika Pemkot Depok juga bisa bersinergi untuk pengembangan seni di Depok. Di DKD sendiri tengah menyusun buku kebudayaan Depok. Ini juga sebagai upaya kami melestarikan kebudayaan yang ada di Kota Depok.

Sementara, Ketua Komite Teater DKD, Eka Perdana menjelaskan bahwa tujuan workshop adalah menggali potensi di kalangan pelajar di Depok. Selain pembekalan dasar-dasar seni pemeranan, juga di selingi hiburan pantomim yang di isi oleh anggota komite teater.

“Workshop ini dapat menjadi bekal siswa untuk lebih dalam lagi mengembangkan seni teater,” ujar sutradara lulusan IKJ ini.

Eka melanjutkan, siswa dilatih dasarnya seni pemeranan. Seperti pemahaman apa itu pemeranan, olah rasa atau emosi, olah tubuh, olah suara atau artikukasi dan fokus atau konsentrasi. “Selain teori kita juga langsung praktek, agar siswa lebih memahami pembahasan workshop,” ucap Eka. (*)

 

You may also read!

170 Ribu RT/RW dan Jumantik dapat Tiket Gratis ke Ancol

ILUSTRASI : Pantai Ancol. FOTO : JAWA POS   JAKARTA - Sebanyak 170 petugas RT/RW dan Juru

Read More...

1.500 Orang Ikut Jalan Santai Kelurahan Duren Mekar

SEMARAK : Camat Bojongsari, Dede Hidayat membuka peserta jalan santai di depan kantor Kelurahan Duren

Read More...

Truk Habel Over Kapasitas Terguling di Cilodong

BERLEBIH : Sebuah truk warna hiju bermuatan habel yang over kapasitas terguling di Jalan Abdul

Read More...

Mobile Sliding Menu