Kepastian SSA Ditentukan 8 Maret

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SIDANG PEMERIKSAAN SETEMPAT : Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Depok bersama penggugat dan tergugat mengenai kasus Sistem Satu Arah (SSA) melakukan sidang pemeriksaan setempat di Jalan Arif Rahman Hakim, kemarin.

DEPOK – Sidang lanjutan penerapan Sistem Satu Arah (SSA), yang melintasi Jalan Arif Rahman Hakim (ARH), akhirnya digelar di lokasi, kemarin. Sidang dengan agenda Pemeriksaan Setempat (PS), peninjauan langsung dipimpin Hakim Ketua Teguh Arifiano.

Kepada Harian Radar Depok, Hakim Ketua Sidang Sistem Satu Arah (SSA), Teguh Arifiano mengatakan, sidang sementara ditunda. Jika tergugat maupun penggugat tidak mengajukan bukti-bukti lain, pihaknya akan melanjutkan ke tahap kesimpulan.

Sementara kami tunda sampai beberapa hari ini. Jika tidak ada yang mengajukan bukti-bukti baru, akan lanjutkan ke tahap kesimpulan, Kamis (8/3), singkat Teguh kepada Harian Radar Depok, di Jalan Arif Rahman Hakim.

Di lokasi, pihak tergugat Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Yusmanto menjelaskan, penggugat mempermasalahkan di pertemuan sejajar rel yang berada di Jalan ARH, dan U-turn yang berada di timur fly over ARH. Kami hanya memfasilitasi pengguna jalan, untuk yang ingin balik arah bisa langsung belok kanan setelah fly over, terang Yusmanto.

Untuk menghindari kemacetan di sepanjang Jalan ARH, kata dia sudah memberi sejumlah rambu dilarang berhenti untuk mengurangi dampak kemacetan. Kami hanya memfasilitasi pengguna jalan sebagai Dinas Perhubungan, jika ada pelanggar lalu lintas juga sudah ada polisi yang akan menindak, tegas Yusmanto.

Menurutnya, biar masyarakat yang menilai penerapan jalur SSA, apakah semakin macet atau malah lebih baik. Di ARH hanya berlaku dari pukul 15:00-22:00 WIB, pedagang juga masih bisa bertransaksi, paparnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum penggugat, Leo Prihardiansyah mengatakan, pihak tergugat belum memiliki perijinan yang sah untuk menerapkan rambu-rambu yang dipasang di Jalan Arif Rahman Hakim. “Saya mempertanyakan ijin administrasi yang tidak pernah disosialisasikan sebelumnya,” kata Leo kepada Radar Depok.

Menurutnya, Jalan ARH merupakan Jalan Nasional, sehingga pemasangan rambu-rambu dan penerapan SSA harus ada ijin dari Kementerian Perhubungan. Dalam kesempatan tersebut banyak polisi dan petugas yang berjaga di jalur SSA, padahal sebelumnya jarang sekali ada petugas yang berjaga. “Biasanya petugas tidak ada yang berjaga di sisi perlintasan SSA dan di simpul kemacetan,” papar Leo.

Dia juga berharap, agar penerapan SSA jangan lagi dilanjutkan dan tetap diberlakukan dua arah. “Saya meminta agar jalur SSA tidak dilanjutkan dan tetap dilakukan dua arah,” tandas Leo.(cr2)

You may also read!

Penganggur di Depok Berkurang 2.000

DEPOK – Yang masih luntang-lantung belum punya kerjaan, hari ini terakhir Job Fair di Dmall, Jalan Margonda. Lowongan kerja

Read More...

Enam Titik Pohon Rawan Tumbang di Depok

DEPOK – Musim hujan disertai angin dan petir di Depok mulai sering terjadi kekiniannya. Akibatnya, beberapa pohon tumbang di

Read More...

Narkoba Depok Dikendalikan dari Cianjur

DEPOK – Badan Narkotika Nasional (BNN) Depok, berhasil mengamankan 3,1 kilogram ganja dari tangan AJ, kemarin. Kuat dugaan barang

Read More...

Mobile Sliding Menu