Jamaah Ingin Bos First Travel Mati

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SIDANG LANJUTAN FIRST TRAVEL : Terdakwa kasus dugaan penipuan biro perjalanan umrah First Travel Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan saat akan menjalani sidang dalam agenda eksepsi di Pengadilan Negeri Kota Depok, kemarin.

DEPOK – Sidang tindak pidana dugaan pencucian uang (TPPU) Bos First Travel, hanya berlangsung selama 20 menit, kemarin. Jamaah yang kecewa tetap setia menunggu proses persidangan tiga terdakwa Bos First Travel.

Kendati yang hadir lebih sedikit dari sidang pertama, namun emosi jamaah yang kecewa masih meledak-ledak hingga ada yang menginginkan ketiga Bos First Travel mati.

“Lebih baik kalian bunuh diri, dasar maling, kembalikan uang kami,” emosi jamaah yang meluap. Mendengar cacian tersebut Andika Surachman (32) hanya bisa senyum nyinyir mendengar teriakan korban penipuan. Sementara, Anniesa Desvitasari Hasibuan (31), Siti Nurhaida Hasibuan (27) hanya bisa terdiam saat digelandang petugas.

Sidang yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Depok, Jalan Boulevard Raya, Kalimulya, Cilodong, Senin (26/2). Seharusnya membacakan eksepsi atau pembelaan untuk ketiga terdakwa. Tapi, penasihat hukum terdakwa meminta Kepala Kejaksaan Negeri dan Ketua PN Depok menjual barang-barang mewah kliennnya, untuk mengganti kerugian para korban.

Kuasa Hukum First Travel dari Law Office JJ & Partner, Puji Wijayanto mengaku, mengajukan surat permohonan yang ditunjukan kepada Kejari Kota Depok dan Kepala PN Depok Sobandi, untuk meminta barang bukti yang telah disita Kejaksaan Negeri Depok dijual. Guna mengganti kerugian para jamaah First Travel.

“Inti suratnya, kami mohon kepada kepada Pak Kejari, Ketua PN, dan majelis hakim demi kepentingan para jemaah untuk dapat menjual aset-aset milik terdakwa berupa mobil,” kata Puji kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Puji mengatakan, terdakwa telah bersepakat untuk menjual 10 mobil mewah, 3 buah rumah, dan 4 ruko guna menggantikan uang jamaah First Travel. “Saya tahu kejaksaan tidak punya biaya untuk merawat, jadi sebelum harganya semakin anjlok kami mohon agar bisa menjual barang-barang tersebut,” terang Puji.

Namun demikian, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin Heri Jerman mengatakan, tidak semua aset atas nama para terdakwa. Untuk itu, jaksa mesti menunggu terlebih dahulu pemeriksaan saksi-saksi terkait barang bukti. “Kami harus menunggu proses pemeriksaan saksi yang terkait barang bukti tersebut,” kata Heri Jerman.

Sementara itu, Hakim Ketua dalam persidangan tersebut Sobandi menyatakan, majelis hakim tak bersikap atas pengajuan surat tersebut. Sobandi lebih fokus kepada agenda pemeriksaan pokok perkara. Dia memberikan waktu jaksa menghadirkan saksi pada Senin, 5 Maret 2018.

Selain itu, mengingat akan ada 96 saksi yang akan dihadirkan persidangan tersebut, Sobandi meminta agar mengatur ulang agenda persidangan. “Saksi banyak, jaksa harus mengatur agenda pemeriksaan para saksi,” ujarnya.

Sobandi juga menjadwalkan sidang berlangsung seminggu dua kali. Sebelumnya ketiga terdakwa menjalani sidang perdana, Senin (19/2) lalu. Dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum menjerat para terdakwa dengan pasal 372 KUHP atas tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Pasangan suami isteri Andika dan Anniesa berbagi tugas saat memimpin First Travel. Andika memiliki tugas membuat produk paket travel, pembukuan/penutupan pendaftaran paket serta mengawasi dan menerima laporan transaksi keuangan serta logistik. (cr2)

You may also read!

Ini Aksi Sosial Polwan Polresta Depok dan Beji di HUT ke-71

BERBAGI : Aggota Polresta Depok bersama Polsek Beji melaksanakan Baksos menyambut HUT ke-71 Polwan di

Read More...

Senam Bersama Kelurahan Duren Mekar Semarak

SEHAT : Aparatur kelurahan bersama pengurus lingkungan dan LPM Kelurahan Duren Mekar membuka kegiatan lomba

Read More...

Gerak Jalan Grogol Siapkan Dua Motor

Pupuy Regista.   RADARDEPOK.COM, GROGOL - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74 Republik Indonesia (RI) di Kelurahan

Read More...

Mobile Sliding Menu