Dubes Mesir Kunjungi Ponpes Al Hikam

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
SILATURAHMI: Pengasuh Pesantren Al Hikam, Beji. KH. Yusron Ash Shidqi mendampingi Dubes Mesir Ahmed Amr Ahmed Muawwad beserta rombongan ketika bersilaturahmi ke Ponpes Al-Hikam di Kelurahan Kukusan, Beji.

DEPOK – Duta Besar (Dubes) Mesir untuk Indonesia, Ahmed Amr Ahmed Muawwad mengunjungi Pesantren Al-Hikam, Kukusan, Beji. Di hadapan para mahasiswa Al-Hikam, dia memberikan semangat agar belajar dengan sungguh-sungguh. Terlebih lagi, dalam mempelajari Islam yang bersumber dari Alquran dan Hadis, harus dengan benar.

“Saat ini kami sedang menghadapi kelompok dan pemikiran yang berbeda dengan ajaran Islam, ada yang berlebihan dan moderat. Islam adalah moderat,” jelasnya dalam Diskusi Moderasi Islam

Menurutnya, saat ini Mesir sedang berupaya menangkal pemikiran radikal dan ekstrimis. Salah satunya dengan mengirimkan para ulama dalam menyampaikan pesan Islam moderat. “Radikal itu datang dan buatan manusia, sedangkan moderat dari Allah SWT, “terangnya.

Direktur Kulliyatul Qur’an Al-Hikam, Arif Zamhari menyambut baik kehadiran Dubes Mesir. Menurutnya, terdapat kesamaan dalam nilai Islam moderat di Mesir dan di Indonesia. Sehingga, perlu upaya untuk menyebarkan Islam yang moderat atau wasathiyyah ke penjuru dunia.

“Kita selama ini konsen pada menyebarkan Islam damai yang rahamatan lil alamin. Dengan tersebarnya Islam rahamatan lil alamin, maka anggapan sebagai Islam yang ttertutup radikal dan ekstrimis dengan sendirinya bisa ditepis,”paparnya.

Dia menambahkan, ada dua respon umat Islam terhadap kemajuan di barat,  yaitu mencoba kembali pada tradisi klasikal tanpa melihat teks klasikal. Bahkan, lanjutnya, menafsirkan teks secara literal dan rigit apapun yang ada di barat tidak sesuai ajaran Islam.

Kadang cara responnya ekstrimis dan radikal. Sehingga, citra dari luar Islam radikal dan tertutup. Selanjutnya, kelompok liberal yang tidak mempermasalahkan perubahan dari barat. Bahkan, mereka mensejajarkan nilai dan gaya hidupnya dengan Barat seperti materialistik, hedonistik dan lainnya.

“Islam moderat itu tidak condong ke Timur atau Barat, tapi tengah-tengah. Tidak radikal dan tidak liberal. Ini akan kita sebarkan ke penjuru dunia,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Syekh Salman utusan dari Al-Azhar juga menjelaskan tentang Islam moderat dari sisi para mufassir dan lainnya. Seusai acara, Dubes Mesir dan Diplomat mesir mengunjungi makam alm KH Hasyim Muzadi. (cky)

You may also read!

Tolak, Ricuh, Rata Juga

DEPOK – Sempat dibatalkan pada 1 Oktober lalu. Akhirnya 10 rumah yang ada di Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya berhasil diratakan.

Read More...

12 Lulus Seleksi, Dua Gugur

DEPOK – Pelaksanaan seleksi untuk tiga kepala dinas, mulai mengeliminir peserta. Dari 14 Aparatur Negeri Sipil (ASN), ada dua

Read More...

Walikota Depok Harap 2025 ODHA Tak Bertambah

DEPOK – Di peringatan Hari Aids Sedunia, yang jatuh pada 1 Desember lalu. Walikota Depok Mohammad Idris berharap 2025

Read More...

Mobile Sliding Menu