Disdik Janji Februari

In Metropolis
KARIKATUR : AGENG UYE/RADAR DEPOK

DEPOK-Ribuan guru honorer di Kota Depok pasti sedang gundah gulana. Ada yang sudah pinjam sana-sini, dan ada yang mulai menggadaikan barang berharganya. Sikap itu dilandasi belum cairnya gaji guru honorer selama dua bulan. Tapi tenang dulu, Dinas Pendidikan (Disdik) Depok pastikan Februari, gaji guru honorer sebanyak 1.759 orang dicairkan.

Sekjen FPHI Indonesia, M. Nur Rambe mengatakan, gaji guru honorer berasal dari APBD, sampai saat ini belum cair. Sehingga, banyak kepala sekolah yang berupaya mencari pinjaman untuk menutupi gaji guru tersebut.

“Tidak sedikit juga kepala sekolah yang tetap menunggu turunnya dana, jadi artinya ada beberapa diantara tenaga pendidik dan kependidikan (TPK), yang hingga saat ini belum gajian selama dua bulan,” kata Rambe kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Rambe mengaku, sudah lega dengan sikap dari Pemerintah Kota Depok, khususnya Walikota, Dinas Pendidikan, serta DPRD yang sudah mendengar aspirasi para guru honorer untuk adanya standarisasi gaji. “Jika dibilang gaji kami tersendat juga tidak, mungkin itu karena peralihan gaji lama ke gaji yang baru. Alhamdulillah mulai Januari 2018 standarisasi gaji tersebut terwujud,” tutur Rambe.

Ia dan para guru honorer lainnya berharap agar pemkot depok segera mengeluarkan Surat pengakuan sebagai Pegawai Tetap Daerah (PTD). “Kami sangat menunggu SK tersebut keluar, karena mengingat keguanaannya yang sangat banyak. Walaupun bukan diakui sebagai pegawai negeri sipil,” ucapnya.

Terpisah, Sekretaris Disdik Depok, Tinte Rosmiati menjelaskan, Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pendidikan Kota Depok, akan segera membayarkan gaji guru honorer Februari ini. Keterlambatan pembayaran gaji guru honorer tersebut karena terkendala dengan regulasi. “Adanya regulasi baru membuat pembayaran gaji tersendat,” terang Tinte kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurutnya, gaji guru honorer bersumber dari BOS APBN dan APBD. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI baru meng-undang-kan dasar penggunaan BOS pada tanggal 19 Januari 2018, melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 1 Tahun 2018 tentang Perunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah. Selanjutnya Pemerintah Kota Depok menjabarkan regulasi tersebut melalui Peraturan Walikota Depok.

Saat ini, sambung Tinte di Kota Depok jumlah guru honorer sebanyak 1.759 orang. Jumlah itu terdiri dari guru honorer SD sebanyak 1.559 orang, dan guru honorer SMP sebanyak 200 orang. Jumlah anggaran yang untuk membayar gaji guru honorer sebesar Rp4,9 miliar tiap bulannya. Dengan rincian gaji guru honorer SD Rp3,6 miliar tiap bulan, dan gaji guru SMP sebesar Rp1,3 miliar sebulan. “Kami pastikan Februari ini sudah bisa terbayarkan seluruh gaji guru honorer,” tandas dia.(cr2)

You may also read!

Kepsek Se-Depok Dipanggil KPAI

DEPOK – Kasus kekerasan seksual terhadap 13 anak sekolah dasar oleh gurunya, digeber Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Terbaru

Read More...

Dua CCTV Nihil, Polisi Sebar Sketsa Pelaku Pelemparan Batu di Depok

DEPOK – Upaya polisi untuk mendeteksi wajah dan perawakan pelaku pelempar Raffa (9) melalui CCTV di Jalan Juanda bakal

Read More...

Hasil KLA Depok Diumumkan 23 Juli

DEPOK – Pengumuman hasil penilaian status Kota Layak Anak (KLA), akan diumumkan 23 Juli mendatang. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan

Read More...

Mobile Sliding Menu