Dinsos Tangani 44 Orang Gila

In Metropolis

DEPOK – Jumlah penderita ganguan jiwa (orang gila) berdasarkan catatan Dinas Sosial (Dinsos) selama 2017, ada 44 orang yang ditangani Pemkot Depok.

Dari jumlah yang mengalami ganguan kejiwaan, Dinsos hanya menangani orang gila yang tak memiliki keluarga atau terlantar.

“Kami juga tangani orang yang sakit kejiwaan yang memiliki keluarga, tapi  tak memiliki dana untuk berobat,” kata Kepala Bidang Rehabilitas Dinsos Depok, Devi Maryori, kepada Radar Depok, kemarin.

Orang gila yang ditangani Dinsos Depok langsung dibawa ke Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) yang ada di Bogor. Jika sudah ditangani dan sembuh, kata Devi, pihaknya terus memantau kondisi orang gila hingga sembuh dan dipulangkan ke keluarganya.

Bila orang gila yang ditangan tak memiliki sanak dan saudara atau orang luar Depok, nantinya dititipkan di rumah penampungan yang di miliki Dinsos Depok yang berada di kawasan Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji.

“Sementara dititipkan tempat penampungan, sambil menunggu alamat lengkap rumanya asal tinggalnya. Tapi, sebelumnya kami tanyakan dulu mantan orang gila tersebut alamat rumah, namanya karena kondisinya sudah baik,” tururnya.

Rata-rata sebut Devi, orang gila yang ditangani kebanyakan dari luar Depok. Kemungkinan mereka terlantar dan kabur dari rumah. Kalau warga Depok yang mengalami ganguan kejiwaan ditangani dan dipantau terus hingga sembuh.

Lebih lanjut sebut dia, orang gila yang ditangani Dinsos di 2017 sebanyak 44 orang. Terdiri dari perempuan 30 dan laki laki ada 14 orang yang mengalami ganguan kejiwaan selama kurun waktu 2017 lalu.

Sedangkan, data 2016 tidak ada karena Dinsos Depok baru dibentuk, lalu 2018 belum ada data yang direkap. “Jadi setiap bulan rata-rata ada tiga sampai empat orang gila yang ditangani Dinsos,” bebernya.

Diakui Devi, Pemkot Depok belum memiliki rumah sakit jiwa, namun selama ini pihaknya selalu merawat kesembuhan diserahkan ke RSMM Bogor. “Kedepan kami akan bekerjasama pihak RSMM, sehingga bisa diprioritaskan,” ulasnya.

Terlebih kata dia, memang jumlah rumah sakit jiwa di Depok tak ada. Begitu juga di Jawa Barat posisi rumah sakit jiwa yang ada di Sukabumi namanya Rumah Sakit Jiwa PSBL Phala Martha.

Menurut dia, penyabab orang menjadi stres dan mengalami ganguan kejiwaan beban hidup yang semakin berat. Sementara kondisi perekonomkan yang tak stabil. Selain perkara ekonomi, ada faktor lain pemicu stres adalah interpersonal, pendidikan, dan asmara. (irw)

 

You may also read!

Kepsek Se-Depok Dipanggil KPAI

DEPOK – Kasus kekerasan seksual terhadap 13 anak sekolah dasar oleh gurunya, digeber Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Terbaru

Read More...

Dua CCTV Nihil, Polisi Sebar Sketsa Pelaku Pelemparan Batu di Depok

DEPOK – Upaya polisi untuk mendeteksi wajah dan perawakan pelaku pelempar Raffa (9) melalui CCTV di Jalan Juanda bakal

Read More...

Hasil KLA Depok Diumumkan 23 Juli

DEPOK – Pengumuman hasil penilaian status Kota Layak Anak (KLA), akan diumumkan 23 Juli mendatang. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan

Read More...

Mobile Sliding Menu