Difteri Renggut Nyawa Faiz

In Utama
RAMA SAKTI/RADAR DEPOK
TELAH MENINGGAL: Faiz Juliansyah.

DEPOK – Isak tangis pecah di kediaman Yanih, ketika jasad anak bungsunya, Faiz Juliansyah (10) hendak dibawa ke pemakaman keluarga di RT02/02, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Jumat (16/2) sore.

Faiz tidak kuasa menahan virus difteri yang menggerogoti tubuhnya sejak Selasa (13/2). Anak bungsu dari enam bersaudara pasangan Yanih dan Hermanto menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Jumat (16/2) pukul 12:30.

Kakak Faiz terlihat sampai ada yang jatuh pingsan karena belum bisa menerima takdir. Hingga sanak saudara berusaha memberikan kekuatan.

Kepada Radar Depok, kakak kedua Faiz, Nurma mengatakan bahwa adiknya tersebut pertama kali mengalami demam tinggi pada Selasa (13/3). Pihak keluarga kemudian membawa Faiz ke Puskesmas Sukmajaya untuk mendapat pengobatan.

“Habis diperiksa, dokter puskesmas nyuruh supaya Faiz dibawa ke RSUD. Karena di puskesmas nggak ada alatnya. Tapi karena kejauhan, ibu (Yanih, red) cuma beli obat-obatan warung,” kata Nurma.

Selang sehari, tepatnya Rabu (14/2), bagian rahang Faiz tumbuh gondok. Yanih berpikiran jika itu hanya penyakit biasa. “Keluarga sama sekali nggak kepikiran kalau itu difteri. Tapi memang air ludah Faiz berdarah. Dikira hanya sakit gondokan biasa,” cerita Nurma dengan mata berkaca-kaca.

Karena demam yang dialami Faiz tidak kunjung turun, pihak keluarga kemudian membawa Faiz ke Rumah Sakit Hasanah Graha Afiah (HGA) untuk mendapat pengobatan intensif. Pada saat di HGA, dokter mengatakan bahwa siswa SDN Mekarjaya 16 itu terserang virus difteri. Keluarga kemudian disarankan membawa Faiz ke RSPI Sulianti Saroso.

“Hari Kamis masuk Sulianti Saroso, dokter bilang sakitnya sudah menjalar ke jantung dan paru,” kata Nurma.

Hingga akhirnya Tuhan berkata lain, Faiz tidak dapat disembuhkan dan menghembuskan nafas terakhir pada Jumat di RSPI Sulianti Saroso.

“Jam 11-an sebenarnya keluarga mau pada nengokin. Tapi karena (Salat) Jumatan, nunggu salat dulu. Ya Allah, jam setengah satu (12:30, red) kita dapat kabar kalau Faiz meninggal,” cerita Nurma, sesekali meneteskan air mata.

Menurut penuturan beberapa kerabat, Faiz memang tidak berani mendapat vaksinasi difteri, baik di sekolah maupun di puskesmas.

Anggota DPRD Kota Depok dapil Kecamatan Sukmajaya, Juanah Sarmili, didampingi Ketua RW02, H. Nana Mulyana, dan Ketua LPM Kelurahan Abadijaya, Antoni Sarumaha, menyampaikan belasungkawa kepada Yanih dan keluarga.

“Yang sabar bu, ini semua sudah rencana Allah. Ikhlaskan supaya almarhum tenang,” kata Juanah kepada Yanih.

Mendapat kabar jika Faiz tidak berani mendapat vaksin difteri, Juanah mengingatkan kepada para orang tua agar bersedia anaknya mendapat vaksin difteri.

“Depok termasuk masuk KLB (kejadian luar biasa) difteri. Jangan lagi ada Faiz-faiz lain, karena apa yang menjadi program pemerintah buat kebaikan rakyatnya,” kata politikus Fraksi Golkar ini. (ram)

You may also read!

Penganggur di Depok Berkurang 2.000

DEPOK – Yang masih luntang-lantung belum punya kerjaan, hari ini terakhir Job Fair di Dmall, Jalan Margonda. Lowongan kerja

Read More...

Enam Titik Pohon Rawan Tumbang di Depok

DEPOK – Musim hujan disertai angin dan petir di Depok mulai sering terjadi kekiniannya. Akibatnya, beberapa pohon tumbang di

Read More...

Narkoba Depok Dikendalikan dari Cianjur

DEPOK – Badan Narkotika Nasional (BNN) Depok, berhasil mengamankan 3,1 kilogram ganja dari tangan AJ, kemarin. Kuat dugaan barang

Read More...

Mobile Sliding Menu