Depok Butuh Transportasi Umum

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PADAT : Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan saat melintas di Jalan Raya Margonda.

DEPOK – Jalan Margonda Raya kekiniannya semakin macet, terlebih saat pagi dan sore hari. Belaum lagi ketika masuk weekend. Menurut Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno. Macet Margonda lantaran buruknya trasportasi umum di Kota Depok.

Karena transportasi umum di Kota Depok yang buruk menyebabkan masyarakat Kota Depok lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi, seperti mobil dan motor terlebih yang berada di Jalan Margonda Raya.

Dia mengatakan, selama tidak ada niatan pemerintah untuk mengembangkan kendaraan umum, kemacetan di Jalan Margonda akan terus terjadi. Bahkan dikhawatirkan akan terjadi di jalan-jalan lain yang terintegrasi dengan Jalan Margonda.

“Perlu ada transportasi umum yang terinegritas di Kota Depok, karena selama ini menurut hemat saya transportasi di Kota Depok belum maksimal, bahkan masih buruk,” kata Djoko kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Selain itu, dia mengatakan upaya Walikota untuk menerapkan Sistem Satu Arah (SSA), dan menutup beberapa U turn di sepanjang Jalan Margonda tidak memberikan hasil yang signifikan. “Penerapan SSA, dan menutup beberapa U turn itu hanya program yang menyenangkan sesaat, tapi menyesatkan, karena Kota Depok bisa semakin macet,” papar Djoko.

Dengan demikian dia menyarankan agar pemerintah Kota Depok harus merumuskan transportasi umum yang bisa terintegrasi keseluruh Jalan di Kota Depok, sehingga beban Jalan Margonda bisa dikurangi. “Akar masalahnya ada di transportasi umum. Pemerintah harus menata itu, jika ingin Jalan Margonda selamat,” papar Djoko Setijowarno.

Dia menjelaskan, transportasi publik yang layak dan terakses bisa menarik warga dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Menurutnya selama ini Kota Depok tidak memiliki sistem transportasi massal yang komprehensif.

“Satu-satunya angkutan umum adalah angkot. Itu saja hanya tersisa 30 persen lantaran berbagai faktor dari modal minim sampai maraknya bisnis ojek online,” kata Djoko.

Selain itu, permasalahan macet di Margonda adalah dampak dari perkembangan wilayah metropolitan di Jabodetabek. Secara teoritis, ia menerangkan, kota metropolitan dibagi menjadi dua kota inti (Jakarta) dan kota satelit (Depok sampai Tangerang).

Namun, dalam perkembangannya, kota satelit berubah jadi metropolitan, menanggung dan mengatasi segala problem seperti kemacetan hingga kepadatan penduduk, yang sayang tak diimbangi strategi penyelesaian masalah layaknya kota metropolitan. “Perlu ada perhatian pemkot, untuk mengatasi kemacetan yang semakin menjadi di Jalan Margonda,” pungkas Djoko Setijowarno. (cr2)

You may also read!

Pedagang Siaga, PN Depok Keukeuh Eksekusi

DEPOK – Ribuan pedagang Pasar Kemirimuka untuk sementara bisa lega sebentar. Kemarin, kendati ada penundaan eksekusi, pedagang tetap siaga.

Read More...

Walikota Depok Resmikan Koperasi Hiswana Migas

DEPOK – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kota Depok, mendirikan koperasi bagi anggota dan masyarakat, kemarin.

Read More...

Lupa Bayar Iuran JKN? Pakai Autodebit

DEPOK – Bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), khususnya kategori Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU). Jangan khawatir

Read More...

Mobile Sliding Menu