Dari Subuh Sudah Antri

In Utama
DICKY/RADARDEPOK
BELUM BERUBAH: Antrian panjang masyarakat di pintu masuk RSUD Kota Depok, yang melakukan pengambilan nomor sebelum meminta pelayanan kesehatan di Rsud Kota Depok, Kamis (15/2).

Sejak pukul 06.00 WIB, sejumlah warga sedang bersiap-siap untuk mengikuti antrian pengambilan nomor urut pendaftaran pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok. Pemandangan tersebut menjadi warna pelayanan kesehatan RSUD Kota Depok kekiniannya.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

 

Pendaftaran dibuka sejak pukul 06.00 – 11.00, untuk semua poli kecuali Jumat yang hanya sampai pukul 10.30. Perempuan berhijab dengan sedikit keringat di dahinya, tengah berada didalam antrian pengambilan no urut pendaftaran.

Dengan penuh rasa kesabaran dan perjuangan untuk kesembuhan salah satu keluarganya, warga Kelurahan Sawangan, Azizah Nur Fitria mengatakan, pelayanan kesehatan RSUD Kota Depok masih terbilang jauh kata memuaskan dalam melayani warga Kota Depok. Pasalnya, saat dia ingin membawa orang tuanya memeriksa kesehatan di RSUD Kota Depok, dia dijengkelkan dengan antrean panjang untuk melakukan pengambilan nomor urut pendaftaran. Hal itu dia lakukan sejak pagi hari untuk menghindari habisnya kuota pemeriksaan pasien.

“Saya datang ke RSUD untuk mengambil nomor sekitar pukul 05.30, habis Subuh saya kesini dan sudah antri” ujar Azizah kepada Radar Depok, Kamis (15/2).

Azizah menjelaskan, sebelum dibukanya waktu pendaftaran sudah banyak warga yang mengantri untuk mengambil nomor pendaftaran. Bahkan, waktu itu sempat tersiar kabar bahwa yang ikut antri mengambil nomor pendaftaran terdapat calo, yang nantinya akan dijual kepada warga lain yg ingin meminta pelayanan kesehatan di RSUD Kota Depok. Dia menilai, hal itu sangat mengganggu dan merugikan warga lain yang ingin meminta pelayanan di RSUD Kota Depok.

Tidak hanya itu saja,  sambung perempuan yang memiliki dua anak tersebut mengungkapkan, pelayanan pegawai RSUD dinilai kurang memuaskan, terutama dibagian pendaftaran yang kurang murah senyum dan cenderung ketus, terhadap warga. Apalagi, apabila warga yang meminta pelayanan kesehatan dengan menggunakan asuransi BPJS, terkesan tidak cepat tanggap dilayani. Hal itulah yang membuat warga kurang puas akan pelayanan RSUD Kota Depok.

“Atas kesan yang kami alami, ada beberapa tetangga kami lebih memilih memeriksa kesehatan di RS wilayah Tangerang Selatan, ” terang Azizah.

Hal yang kurang mengenakan juga dialami salah seorang warga Kelurahan Sawangan Baru, Ricky Ardila. Dia merasa kecewa akan keamanan RSUD Kota Depok. Kejadian kurang mengenakan dia rasakan saat orangtuanya di rawat di RSUD Kota Depok. Saat tertidur karena rasa kantuk, dia harus kehilangan handphone yang dia letakkan tidak jauh dari posisi dia tidur. “Padahal saat malam hari di lantai satu dan dua ada petugas keamanan yang sedang berjaga, ” ucap Ricky.

Peristiwa tersebut, lanjut Ricky dia adukan kepada petugas keamanan untuk dilakukan pengecekan, dikarenakan kurangnya respon pihak keamanan membuat dirinya merasa kecewa. Padahal, bisa saja petugas keamanan melakukan  pemeriksaan melalui CCTV yang terpasang disetiap sudut RSUD.

“Buat apa adanya CCTV kalau tidak digunakan, lebih baik di copot saja dari pada dibuat pajangan, ” kesal Ricky.

Sementara itu, Manajer On Duty RSUD Kota Depok,  Riyanto mengatakan, RSUD Kota Depok terus melakukan pembenahan dan peningkatan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pembenahan tersebut mulai dari pengambilan nomor urut antrean hingga peningkatan keamanan dilingkungan RSUD Kota Depok.

“Sejumlah inovasi telah dilakukan RSUD Kota Depok dalam memberikan peningkatan pelayanan, ” ujar Riyanto.

Riyanto mencontohkan, untuk menghindari antrean panjang pihaknya telah membuat terobosan dengan menghadirkan SMS Gateway. Dengan adanya SMS Gateway masyarakat tidak perlu lagi mengantri untuk mendapatkan nomor urut pendaftaran pelayanan kesehatan.

Riyanto mengungkapkan, pegawai RSUD Kota Depok telah menerapkan pelayanan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditentukan. Bahkan, pasien lansia dengan usia diatas 65 tahun tidak perlu lagi ikut mengantri saat meminta pelayanan kesehatan. Lansia akan diberikan name tag khusus, sehingga saat datang ke RSUD Kota Depok dapat langsung diberikan  pelayanan kesehatan.

“Selain  personil keamanan, kami telah memasang CCTV ke setiap sudut strategis RSUD Kita Depok untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” tutup Riyanto.(dic)

You may also read!

Kepsek Se-Depok Dipanggil KPAI

DEPOK – Kasus kekerasan seksual terhadap 13 anak sekolah dasar oleh gurunya, digeber Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Terbaru

Read More...

Dua CCTV Nihil, Polisi Sebar Sketsa Pelaku Pelemparan Batu di Depok

DEPOK – Upaya polisi untuk mendeteksi wajah dan perawakan pelaku pelempar Raffa (9) melalui CCTV di Jalan Juanda bakal

Read More...

Hasil KLA Depok Diumumkan 23 Juli

DEPOK – Pengumuman hasil penilaian status Kota Layak Anak (KLA), akan diumumkan 23 Juli mendatang. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan

Read More...

Mobile Sliding Menu