BPJT Pastikan LRT Masuk Depok

In Metropolis

DEPOK  – Harapan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, ingin Light Rapid Transit (LRT) bisa lintasi Depok dapat angin segar. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), memastikan LRT-nantinya bisa singgah di Kota Sejuta Maulid itu.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono menyatakan, mendukung usulan Pemkot Depok, LRT melintasi Kota Depok. Sebab, LRT menjangkau seluruh daerah penyangga ibu kota termasuk Kota Depok.

“Bukan bisa atau tidak tapi harus. Kami sudah terima rekomendasi kajian dari Dinas Perhubungan Kota Depok. Sedang kami pelajari dan memang LRT harus melintas di Depok,” kata Bambang kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurutnya, perlu kajian mendalam agar LRT bisa melintas Kota Depok, karena menyangkut hal teknis. “Nanti kami siapkan masterplan-nya seperti apa. Dan juga harus ada kesepakatan bersama dengan pemerintah di daerah masing-masing,” tutur Bambang.

Pembangunan LRT, jelas Bambang tidak sepenuhnya ditanggung Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Hanya saja, BPJT berupaya melibatkan sektor swasta dalam pembangunan LRT. LRT pasti dapat menarik minat para investor, karena LRT melintas di wilayah-wilayah yang memang sudah berkembang, dan bukan wilayah yang baru dibuka. “Pastilah mereka berminat. Saya ingin porsi APBN untuk LRT ini hanya 30 persen, sisanya dikerjakan swasta. Ini akan lebih efektif dan tidak membebani APBN,” tutur Bambang.

Depok sendiri, kata dia, LRT lebih tepat diterapkan karena melintas di atas tiang pancang. Sehingga tidak membebani biaya pembangunannya. Jika dibuat di bawah tanah, maka membutuhkan biaya besar. “Dan biaya pembebasan lahan di Depok itu sangat tinggi dan juga sulit mencari orang yang mau melepas tanahnya. Maka dari itu LRT lebih tepat untuk jadi solusinya,” ungkap Bambang.

Menambahkan ucapan Bambang, Kepala Humas BPTJ Iis Isak mengatakan, pembangunan jalur LRT ini akan direncanakan ke arah Depok, namun sekarang ini baru sampai kawasan Cibubur. ”Phase berikutnya Cibubur-Bogor dan Cibubur –Pondok Cina,” jelas Iis, kepada Radar Depok, kemarin.

Saat ini BPTJ sudah mempersiapkan seperti kampanye sosialisasi, agar nanti masyarakat tidak terlalu kaget dengan macetnya pembangunan LRT. ”Untuk kapanya kami belum paham,” katanya.

Terpisah,  Sekretaris Dishub Depok, Yusmanto mengungkapkan, 60 persen warga Depok beraktifitas ke Jakarta, mereka membawa kendaraan. Tentunya banyak kendaraan lalu lalang di Jakarta.

Sebagai kota penyagah tentu juga penyumbang macet. Menurut dia, jika LRT melintas ke Depok yakni Juanda dan Margonda, warga Depok bisa pergi kerja dan aktifitas lain bisa mengunakan LRT. Kini, pembangunan LRT sudah mendekati Depok tepatnya di kawasan Cibubur, namun agak jauh dijangkau oleh warga Depok yang tinggal di wilayah Barat dan tengah.

“Jadi kendaraanya bisa dititipkan di gedung parkir. Kalau animonya besar kemungkinan akan diusulkan membangun gedung pakir bisa dibangun swasta dan pemerintah. Itu penunjangnya,” tutur Yusmanto.

Pembangunan LRT yang kini dibangun sampai Bogor, kata Yusmanto sebagai bentuk pemerintah mengurai kemacetan. Diharapkan, usulan Dishub Depok ke BPTJ bisa terealisasi karena LRT dipastikan 2019 sudah beroperasi. “Kalau melintas sesuai usulan Dishub tinggal bangun tiang di jalur Tol Cijago, itu kan milik pemerintah tidak usaha beli lahan lagi untuk membangun tiang LRT,” paparnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Suparyono menegaskan, Depok butuh moda trasportasi massal untuk kegiatan warganya seperti LRT. Sebab, aktifitas warga Depok banyak di Jakarta tentu banyak kendaraan yang dibawa. “Perlu dialihkan ke Depok,” ucap dia singkat. (irw)

 

You may also read!

Ilustrasi harga emas

Harga Emas Rekor Tertinggi Selama 7 Tahun Terakhir

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Harga emas dunia menembus posisi tertingginya dalam 7 tahun terakhir. Bahkan sampai ke

Read More...
sanggar pengasinan kidul 3

Telisik Sanggar Pengasinan Kidul : Urut dan Pupuh Tiap Maulid, Miliki Jurus Mematikan (3-Habis)

KUNJUNGI : Rombongan Radar Bogor dan Radar Depok saat mengunjungi perguruan pencak silat Sanggar Pengasinan

Read More...
oase edukasi hukum andi tatang

Berharap Jadi Oase Edukasi Hukum

KOMPAK : Lawyer Andi Tatang Supriyadi (tengah) foto bersama dengan timnya disela acara peresmian kantor

Read More...

Mobile Sliding Menu