Bensin Langka

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PREMIUM HABIS : Sejumlah pengendara sedang mengisi Bahan Bakar (BBM) di salah satu SPBU yang berada di kawasan Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, kemarin.

DEPOK – Kata “Habis” yang tertulis disebuah papan maupun plat, menjadi pemandangan baru saat memasuki sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Depok, kemarin. Bahan Bakar Minyak (BBM) RON 88 atau lebih dikenal Premium ini, sudah sangat sulit didapatkan di SPBU.

Petugas SPBU 34.16509 Sawangan, Dayah menuturkan, tidak adanya premium di SPBU tempatnya bekerja sudah diatur dari pertamina. “Disini (SPBU) untuk penyediaan sesuai kuota,” ucap Dayah kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Dayah menjelaskan, SPBU 34.16509, mendapatkan kuota premium perminggu sebanyak 8.000 liter. Pengiriman premium di SPBU tempatnya bekerja dilakukan setiap Selasa. Apabila dalam jangka waktu belum satu minggu dari masa pengiriman telah habis, pihaknya harus menunggu pengiriman kembali sesuai kuota.

Terpisah, Salah seorang pengurus SPBU 34. 16909,  Pekapuran, Cimanggis, BJ mengatakan, kelangkaan premium di SPBU diakibatkan adanya pembatasan pasokan Premium dari Pertamina sebanyak 8000 liter  untuk satu minggu. Sedangkan dengan jumlah premium tersebut akan habis dalam waktu 12 jam setelah di isi ke SPBU tersebut.

“Pada tanggal  13/2 kemarin ngirim dari Pertamina ke sini, jam enam pagi, jam tujuh malam sudah habis dan baru akan datang lagi pasokanya pada tanggal 20/2 mendatang,” ucap pengurus SPBU tersebut.

Dia mengatakan, tidak mengetahui secara pasti alasan pembatasan jumlah premium tersebut ke SPBU 34,16909. Dia mengatakan, yang berwenang mengetahuinya adalah pemilik SPBU itu sendiri. “Pembatasanya sejak awal Februari lalu dan tidak tahu akan sampai kapan berlakunya pembatasan tersebut,” tegasnya.

Salah seorang warga Kelurahan Sawangan Baru, Fandi Fadilah mengaku, keberadaan bahan bakar jenis premium mulai sulit didapatkan di sejumlah SPBU di Kota Depok. Menurutnya, Premium merupakan bahan bakar bersubsidi yang masih dibutuhkan masyarakat. “Udah susah setiap masuk SPBU pasti ada tulisan habis atau dalam perjalanan,” ujar Fandi kepada Radar Depok, kemarin.

Fandi menjelaskan, dia tidak mengetahui penyebab bahan bakar premium sulit didapatkan. Padahal, bahan bakar premium menjadi penunjang bahan bakar kendaraanya dalam menjalankan aktifitas, salah satunya dalam bekerja.

Atas kelangkaan premium, sambung Fandi harus beralih dalam penggunaan bahan bakar yang sebelumnya menggunakan premium, kini menggunakan pertalite. Akibatnya, dia harus merogoh kocek lebih dalam untuk menambahkan anggaran pembelian bahan bakar kendaraanya untuk beraktifitas. “Mau bagaimana lagi yang harus menggunakan pertalite atau pertamax,” terang Fandi.(dra/dic)

You may also read!

Kepsek Se-Depok Dipanggil KPAI

DEPOK – Kasus kekerasan seksual terhadap 13 anak sekolah dasar oleh gurunya, digeber Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Terbaru

Read More...

Dua CCTV Nihil, Polisi Sebar Sketsa Pelaku Pelemparan Batu di Depok

DEPOK – Upaya polisi untuk mendeteksi wajah dan perawakan pelaku pelempar Raffa (9) melalui CCTV di Jalan Juanda bakal

Read More...

Hasil KLA Depok Diumumkan 23 Juli

DEPOK – Pengumuman hasil penilaian status Kota Layak Anak (KLA), akan diumumkan 23 Juli mendatang. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan

Read More...

Mobile Sliding Menu