Baru Sebar Surat Larangan Belum Disidak

In Metropolis

DEPOK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menindaklanjuti Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, terkait edar Albothyl. Kemarin, Dinkes menyebar surat edaran ke tempat apotek, toko obat, minimarket, dan lainya.

“Kami edarkan surat kepada para pemilik atau penangungjawab sarana distrubusi obat di Depok. Mereka diwajibkan untuk tak menjual produk Albothly,” kata Sekretaris Dinkes Depok, Ernawati, kepada Radar Depok, kemarin.

Larangan penjualan produk tersebut, jelas Ernawati, karena  Badan POM RI telah membekukan izin edaran Albothyl dalam bentuk cairan obat luar konsentrat. Edaran ini berlaku jika ada perbaikan indikasi yang diajukan disetujui oleh Badan POM  RI. “Begitu pula produk yang sejenis karena adanya laporan efek samping obat yang serius,” papar dia.

Lalu sambung dia, berdasarkan surat edaran Badan POM RI ini, pihak pemilik atau penangungjawab distribusi untuk tidak menjualnya.

Bahkan, di dalam surat edaran itu, Badan POM mengintruksikan agar PT. Pharos Indonesia dan industri farmasi lainya yang memangang izin edaran obat mengadung policresulen untuk menarik obat tersebut dari peredaranya. “Kami berikan tegat waktu, yang ada di dalam surat itu selama satu bulan dari dikeluarkanya surat pembekuan izin edarnya,” jelas dia.

Hal sama dikatakan, Kepala Dinkes Kota Depok, Noerzamanti Lies Karmawati. Menurutnya, sudah menyebarkan surat edaran tersebut. BPOM telah memberikan peringatan penggunaan Albothyl, dalam bentuk cairan obat luar konsentrat karena penggunaan policresulen di dalamnya.

Penggunaan policresulen, kata dia, dianggap memiliki risiko cukup berbahaya untuk obat luar bagi penggunanya. “Apalagi, selama ini masyarakat mengetahui bahwa obat tersebut digunakan untuk penyembuh sariawan,” kata Lies.

Pihaknya, juga akan melakukan pemeriksaan apakah di beberapa apotek maupun toko obat yang ada di Kota Depok masih menjual atau menyediakan obat tersebut. “Dinkes akan meminta agar Albothyl tidak lagi diperjualbelikan,” tegasnya.

Lies berharap, masyarakat Kota Depok serta pengelola toko obat dan apotek mentaati instruksi dari BPOM untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terkait penggunaan obat tersebut. “Kami imbau masyarakat di Depok untuk mentaati instruksi BPOM ini,” tandas Lies.(irw)

You may also read!

Asep Kalap Lihat Paha Bule, Pemerkosa-Pencuri WNA Jerman di Depok Ditangkap

DEPOK – Asep Maulana sudah mengenakan kaos berwarna orange dengan tulisan tahanan, saat masuk hotel prodeo Polresta Depok. Pria

Read More...

Tujuh Rumah Gedong Numpang Listrik, Developer Aruba Residence Depok Putus Aliran

DEPOK – Entah apa permasalahannya sampai-sampai developer Aruba Residence berbuat tega seperti ini. Selama sembilan hari, tujuh rumah mewah

Read More...

Sehari 60 Orang Buat Kartu Kuning

DEPOK – Selain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Ternyata, pemohon pembuatan Kartu Kuning atau AK1 juga mengalami peningkatan   kemarin.

Read More...

Mobile Sliding Menu