Angkot Beralih ke Pertalite

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MENUNGGU PENUMPANG : Sejumlah supir angkutan kota sedang menunggu penumpang di sekitar kawasan Stasiun Depok Baru, kemarin.

DEPOK-Sopir angkutan perkotaan (Angkot) Kota Depok saat ini galau. Kemarin, sejumlah angkot terpaksa menggunakan pertalite semenjak premium langka di SPBU. Namun, sopir belum mau menaikan harga tarif kendaraan lantaran masih menunggu intruksi pusat.

Sopir angkot D09 jurusan Terminal Depok-Kalimulya, Anton mengaku, lebih memilih menggunakan pertalite, saat premium habis. “Kalau nggak ada premium ya terpaksa pakai pertalite,” kata Anton kepada Radar Depok, kemarin.

Demikian juga yang dilakukan Sopir angkot D06 jurusan Terminal Depok-Cisalak, Berry. Dia mengatakan, selama ini memang premium tidak selalu ada di pasaran, namun dia belum bisa menaikan tarif angkutan, karena harus menunggu keputusan pusat. “Kita belum bisa menaikan tarif angkutan, karena harus ada kesepakatan dari pusat,” ujar Berry saat ditemui.

Sementara itu, Ketua Organda Kota Depok, Ajazih Azis mengungkapkan, kelangkaan premium memang sudah terjadi sejak lama, sehingga agak sedikit membuat sulit sopir angkot untuk mengisi premium.  Mensiasati sulitnya premium di pasaran dirinya mengatakan sebagian sopir angkot memilih beralih menggunakan bahan bakar pertalite.

“Kelangkaan premium memang sudah lama terjadi di Kota Depok, hingga kini kelangkaan itu masih terus terjadi,” terang Azis.

Namun demikian pihaknya belum bisa menaikan tarif angkot yang beroperasi di Kota Depok, karena banyak pertimbangan untuk menaikan tarif angkot di Kota Depok. “Tarif masih normal, belum urgen, karena premium terkadang masih ada,” kata Azis kepada Radar Depok.

Terpisah, perwakilan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kota Depok, Yahman Setiawan menjelaskan, kelangkaan premium memang dari keputusan pusat, namun dia belum mengetahui pasti apa yang menjadi penyebab kelangkaan premium di Kota depok.

Namun, dia mengatakan saat ini memang terjadi pembatasan pasokan premium di setiap SPBU, sehingga Premium tidak selalu ada di SPBU. “Setahu saya memang ada pembatasan premium,” kata Yahman kepada Radar Depok.

Sehingga menurutnya, karena ada pembatasan premium SPBU yang habis lebih dulu tidak bisa mengisi ulang, dan harus menunggu waktu yang sudah ditentukan. “Kalau habis duluan ya, resiko, dan harus menunggu sampai jatahnya ada lagi,“ pungkas Yahman.(cr2)

You may also read!

Kepsek Se-Depok Dipanggil KPAI

DEPOK – Kasus kekerasan seksual terhadap 13 anak sekolah dasar oleh gurunya, digeber Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Terbaru

Read More...

Dua CCTV Nihil, Polisi Sebar Sketsa Pelaku Pelemparan Batu di Depok

DEPOK – Upaya polisi untuk mendeteksi wajah dan perawakan pelaku pelempar Raffa (9) melalui CCTV di Jalan Juanda bakal

Read More...

Hasil KLA Depok Diumumkan 23 Juli

DEPOK – Pengumuman hasil penilaian status Kota Layak Anak (KLA), akan diumumkan 23 Juli mendatang. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan

Read More...

Mobile Sliding Menu