150 Siswa Ikut Seleksi ke Jepang

In Pendidikan, Satelit Depok, Wilayah Depok
PEBRI/RADAR DEPOK
CARI YANG TERBAIK: Siswa-siswa SMKN 2 Depok sedang memperhatikan kriteria untuk ikut seleksi magang kerja ke Jepang hasil kerjasama SMKN 2 Depok dengan PT. JIAEC, Senin (12/2).

DEPOK – Sekitar 150 siswa SMKN 2 Depok mencoba peruntungannya, dengan mengikuti penyeleksian magang kerja di Jepang. Program kerjasama antara SMKN 2 Depok dengan PT. JIAEC tersebut, sudah dilangsungkan sejak 2014, dan sudah memberangkatkan 35 siswa alumni SMKN 2 Depok.

Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 2 DEPOK, Sri Maisaroh mengatakan, sebagai langkah awal 150 siswa tersebut harus menjalani serangkaian tes untuk penyeleksian. Pertama adalah tes pengukuran tinggi dan berat badan. Setelah lolos di tes tersebut, lanjut dengan tes mata. Jika lolos dari tes mata, maka akan menjalani wawancara dengan HRD PT. JIAEC.

“Tidak ada batas kuota untuk siswa yang ikut serta. Jadi, jumlahnya disesuaikan saja dengan siswa yang lolos seleksi,” ucapnya kepada Radar Depok, Senin (12/2).

Mai-sapaannya- menjelaskan, nantinya siswa yang lolos seleksi, setelah lulus SMK akan mendapatkan pelatihan bahasa dan budaya Jepang selama lima bulan. Dengan rincian, dua bulan pelatihan di Jogjakarta, dua bulan pelatihan di Kota Depok, dan satu bulan lagi pelatihannya di Jepang.

“Sekarang ini sudah ada enam siswa alumni SMKN 2 Depok, yang akan diberangkatkan ke Jepang pada Bulan April dan Mei 2018,” katanya.

Mai menuturkan, nantinya siswa yang lolos dari semua seleksi, akan menjalani magang kerja di Jepang selama tiga tahun. Jadi, mereka bekerja di sebuah perusahaan di Jepang, dan akan mendapatkan pendidikan cara kerja sebuah perusahaan, baik itu dari tingkat kedisiplinannya dan juga bisa memperlancar Bahasa Jepang.

“Setelah mengenyam pendidikan selama tiga tahun, nanti siswanya akan mendapatkan sertifikat yang berskala internasional,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin menjelaskan, tidak hanya sekedar bekerja dan mendapatkan uang, tetapi yang paling utama adalah tentang pengalaman kerja mereka. Selama magang kerja tersebut, siswa akan mendapatkan evaluasi tahunan tentang kompetensi yang dimiliki, serta penguasaan Bahasa Jepang. Jadi, akan lebih menguatkan kemampuan yang dimiliki siswa tersebut.

“Saat kembali ke Indonesia dari magang kerja tiga tahun, nantinya mereka akan bekerja juga di perusahaan Jepang yang ada di Indonesia, tentunya dengan kemampuan yang didapatkan selama di Jepang, posisi mereka tentunya akan lebih baik lagi,” katanya. (peb)

You may also read!

Asep Kalap Lihat Paha Bule, Pemerkosa-Pencuri WNA Jerman di Depok Ditangkap

DEPOK – Asep Maulana sudah mengenakan kaos berwarna orange dengan tulisan tahanan, saat masuk hotel prodeo Polresta Depok. Pria

Read More...

Tujuh Rumah Gedong Numpang Listrik, Developer Aruba Residence Depok Putus Aliran

DEPOK – Entah apa permasalahannya sampai-sampai developer Aruba Residence berbuat tega seperti ini. Selama sembilan hari, tujuh rumah mewah

Read More...

Sehari 60 Orang Buat Kartu Kuning

DEPOK – Selain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Ternyata, pemohon pembuatan Kartu Kuning atau AK1 juga mengalami peningkatan   kemarin.

Read More...

Mobile Sliding Menu