Selamat, Depok ‘Friendly City’ Kaum Gay

In Utama
follow :
Child Welfare Specialist, Jeanne Noveline

DEPOK – Maraknya penyimpangan seks atau kerap disebut Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Kota Depok dan kini menjadi ladang bisnis di media sosial (Medsos), turut membuat perhatian banyak pihak. Malah, ada yang mengucapkan ‘Selamat’ kepada Walikota dan Wakil Walikota Depok yang telah menjadikan Depok sebagai ‘Friendly City’ bagi kaum gay dan pecandu narkoba.

“Saya mengucapkan ‘selamat’ kepada Walikota dan Wakil Walikota Depok yang telah menjadikan Depok sebagai ‘Friendly City’ bagi kaum gay dan pecandu narkoba,” ucap Child Welfare Specialist, Jeanne Noveline kepada Radar Depok, kemarin.

Sungguh miris dan sangat memprihatinkan, kota yang dipimpin seorang Tokoh Agama yang diusung oleh Partai berideologi agama, namun jumlah komunitas LSL ( laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki ) alias gay tumbuh subur. Tentunya, hal ini tidak sejalan dengan visi yang dicanangkan dalam RPJMD 2016-2021 yaitu menjadikan Kota Depok yang Unggul, Nyaman dan Religius.  Penyandang LSL ataupun LGBT tentunya sangat bertentangan dengan nilai-nilai religius, karena fitrah manusia sesuai yang tertulis dalam Al Quran adalah berpasangan (laki2 dan perempuan). Selain itu dengan tumbuh suburnya komunitas gay membuat jumlah angka penderita penyakit HIV/Aids juga meningkat di Kota Depok.  Apalagi sepanjang pada 2017  terungkap dua pabrik narkoba dengan skala besar di Kota Depok. Jumlah pecandu narkoba juga semakin meningkat dan banyak ada diantara mereka yang masih berusia anak.

“Saya jadi bertanya-tanya bagaimana Walikota dapat mencapai misinya menjadikan Depok sebagai Kota yang unggul, nyaman dan religius.  Nyaman bagi siapa? Nyaman bagi kaum gay dan bandar narkoba?,” tanya Nane panggilan akrabnya, kepada Radar Depok, kemarin.

Hal ini membuktikan, sambung Nane tidak adanya pengawasan lingkungan yang dilakukan oleh Walikota dan jajarannya. Walikota perlu memahami apa yang terjadi di Kota-nya. Walikota harus melakukan koordinasi yang efektif dengan Lurah dan Camat maupun dinas terkait lainnya, dan melakukan tindakan tegas untuk membubarkan komunitas gay ataupun bandar narkoba.  Nyata sekali Pemerintah ‘tidak hadir’ dalam kehidupan masyarakat kota Depok, karena tidak adanya kontrol sosial.  Seharusnya Walikota bisa mengantisipasi tumbuh suburnya komunitas gay ini, mengingat Depok sebagai wilayah strategis bagi komunitas gay untuk berkumpul. Apalagi sejak 2014 jumlah angka komunitas ini sudah signifikan. Kalau memang mau mewujudkan visi menjadikan Kota Depok yang Unggul, Nyaman dan Religius, maka lakukan investigasi dan koordinasi dengan Camat dan Lurah lalu bubarkan tempat-tempat komunitas gay berkumpul. “Dalam beberapa pertemuan saya juga sering ditanya tentang masalah ini sama teman-teman pegiat perlindungan anak. Disini walikota harus langsung yang turun,” terangnya.

Komunitas gay yang tumbuh subur di Depok membuat masyarakat resah. Mereka mengkhawatirkan tumbuh kembang generasi muda di Depok. Apalagi Depok telah mencanangkan menuju Kota Layak Anak. “Kok komunitas gay dan bandar narkoba dibiarkan saja?. Jangan langsung percaya dengan laporan Lurah, Camat dan Kepala Dinas yang mengatakan ‘aman’,” tegasnya.

Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Eka Bachtiar menyebutkan, guna menanggulangi persoalan tersebut, pihaknya akan terus estafet melaksanakan program unggulan Pemkot Depok, yaitu Kota Ramah Keluarga dengan berbagai kegiatan inti.

Adapun kegiatannya meliputi Kegiatan Regulasi & kelembagaan ketahanan Keluarga, kegiatan peningkatan Pembangunan Kota Layak Anak, Pembangunan Infrastruktur Ramah Anak, Lansia dan disabilitas, Peningkatan keluarga miskin & rentan, Peningkatan Kesehatan Keluarga, dan Pembinaan Keluarga Harmonis.

“sedangkan untuk sampai tidak terjadinya LGBT sebenarnya telah dilaksanakan sosilisasi pada kesempatan yang resmi maupun tidak resmi dengan berbagai kegiatan bersama TP PKK , OPD terkait, kemenag, serta lembaga masyarakat,” kata Eka saat dikonfirmasi Radar Depok.

Selain itu, lanjut Eka, pihaknya juga akan melaksanakan PERDA No. 9 tahun 2017 tentang peningkatan Ketahanan Keluarga. Yang meliputi kegiatan pembinaan keluarga harmonis, antara lain penyuluhan dan konseling pra nikah, advokasi konseling keharmonisan suami isteri, program parenting di setiap kecamatan dan integrasi konsep ketahanan keluarga dalam pendidikan formal

“kami juga memanfaatkan jejaring komunitas seperti sepert TP PKK, RT, RW, LPM, DASA WISMA, POKJANAL, FORUM ANAK, P2TP2A ( PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK), PUSPAGA ( PUSAT PEMBELAJARAN KELUARGA ) dan sebagainya,” beber Eka.

Dalam pelaksanaan tersebut, pihaknya telah melakukan kegiatan antara lain dalam rangka KLA  (Kota Layak Anak), setiap tahun pihaknya menargetkan terbentuknya 100 RW RAMAH ANAK TIAP TAHUNNYA.

“yang sekarang sudah terbentuk 155 RW RAMAH ANAK SEHINGGA SMP TH 2021 seluruh RW di Kota Depok telah menjadi ramah Anak dengan jumlah RW saat ini yakni 908 RW se-Depok,” katanya.

Selain RW ramah anak, sudah ada juga 120 sekolah ramah anak, 11 kecamatan layak anak, 14 puskesmas ramah anak, dan 46 kelurahan layak anak.

Sementara, Polisi belum memastikan akun-akun itu benar menghimpun para anggota pria homoseksual atau sekadar akun palsu. Tetapi aparat sedang menelusuri eksistensi grup itu, termasuk memastikan unsur pidananya.

“Tentu akan kami usut, kami cari tahu apakah benar ada grup homoseksual yang di dalamnya juga terdapat jasa prostitusi atau tidak. Kita akan cari tahu apakah ada unsur pidananya atau tidak,” singkat Kepala Unit Reserse Kriminal Polresta Depok, Ajun Komisaris Polisi Firdaus. (ade/hmi)

You may also read!

Eti Hadiri Musrenbang di Jatijajar

follow :DEPOK – Politikus Partai Golkar Eti Susilawati turut andil dalam pembangunan di Kota Depok. Belum lama ini, ia

Read More...

150 Kader Partai Berkarya Depok Ikut Haul Pak Harto

follow :DEPOK – Sebanyak 150 pengurus dan kader DPD Partai Berkarya Kota Depok akan bertolak ke Jawa Tengah, untuk

Read More...

HTA Senang Relawan Hasanah Makin Solid

follow :DEPOK – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo merasa optimis bila pasangan calon Gubernur dan

Read More...

Mobile Sliding Menu