Sarang LGBT, Kosan-Apartemen Harus Dirazia 

In Utama

DEPOK-Gelombang mendesak Pemkot Depok menindak tegas  Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Kota Depok, sangat deras. Kota Sejuta Maulid dan religius ini, diminta sering-sering melakukan razia di tempat kosan dan apartemen.

Ketua GP Ansor Kota Depok, Abdul Kodir menegaskan, harus ada tindakan tegas dari Pemkot Depok untuk merazia tempat-tempat seperti kosan, apartemen, dan tempat lainya yang dicurigai. Sebab, perilaku LGBT ini sudah jelas dilarang dalam agama mana pun.

Terpenting untuk mencegahnya, saran dia, harus diberikan pemahaman kepada anak remaja di tiap sekolah seja dini. Sehigga, kelak dewasa tidak berprilaku LGBT.

“GP Ansor menolak prilaku LGBT karena bertentangan. Kami harap pemkot memberikan pemahaman sejak sekarang kepada anak remaja,” kata Kodir, kepada Radar Depok, kemarin.

Lalu sambungnya, pemkot juga tidak bisa bekerjasama sendiri. Tentu merangkul para organisasi keagama, dan lembaga lain  yang ada untuk memberikan penjelasan dengan ilmu. “Jangan bekerja sendiri,” ucap dia.

Menurut dia, prilaku LGBT ini harus dicegah di tengah masyarakat dengan cara pemahaman kepada pelakunya. Jangan sampai mereka pelaku LGBT dikriminalisasi dan jangan dimusuhi.“Jangan dimusuhi tapi dibina dan diberikan pemahaman,” kata dia.

Menurut, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Qonita Lutfiah, tentunya sudah jelas bahwa manusia diciptakan saling berpasangan oleh sang Maha Pencipta Alam Semesta di muka bumi.

Jika tidak menentang kodrat pencipta alam semesta ini. Jadi, sudah semestinya manusia harus hidup berpasangan beda jenis untuk meneruskan generasi, atau meneruskan keturunanya di dunia.

“Jika tidak berpasangan sesama jenis menurut agama. Maka tidak akan ada keturunan,” kata Qonita,kepada Radar Depok, kemarin.

Menurut dia, keberadaan komunitas LGBT di Depok khususnya dengan memiliki sistem atau peraturan daerah yang dimiliki sudah cukup baik, dan bisa menangkis keberadaan ruang gerak kaum LGBT.

Namun, dari pihak keluarga yakni warga Depok khususnya di dalam keluarga harus bisa memberikan pengharahan dan membimbing anaknya.

“Kami nilai sistem di Depok bagus, ada Perda Ketahanan Keluarga, Kota Layak Anak, dan Kota Religius. Ini semua bisa mengatasi persoalan LGBT di Depok jika benar-benar di jalankan,” beber Politikus PPP ini.

Qonita meminta bersama-sama tokoh warga, alim ulama, dan unsur masyaraka lainya untuk saling peduli akan keberadaan LGBT yang merusak generasi mendatang. “Kami harap pemuka agama,pemkot, dan unsur lainya jangan cuek terhadap anak -anak penerus kita,” ungkap dia meminta.

Perihal bahwa pemkot diam adanya fenomena LGBT, Sekretaris Daerah (Setda) Depok Hardiono menegaskan, pihaknya sudah berjuang melalui pakarnya ketahanan keluarga di Makamah Konsitusi (MK) dengan terkait permohonan uji materi Pasal 284, Pasal 285, dan Pasal 292 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( KUHP) yang dibatalkan.

“Kami hanya prihatin soal ini, artinya pemkot tidak diam soal LGBT,” kata Hardiono, kepada Radar Depok di ruanganya, kemarin.

Menurut dia, persoalan LBGT sudah menjadi produk nasional di negeri ini. Jadi kalau Pemkot Depok diam saja tanpa aksi dan antisipasi LGBT tidak benar.

“Kalau diam saja tidak. Kalau bisa kami minta masukan dari para pakar untuk mengantisipasi, dan mencegah LGBT di Depok,” tuturnya.

Pemkot sudah melakukan antisipasi mencegah prilaku LGBT dengan ketahanan keluarga. Berbagai kegaitan penyuluhan ke masyarakat melalui keluarga.

Bahkan, tidak mau adanya perkembangan LGBT di Depok. ”Karena prilaku LGBT ini bertentangan dengan fitroh,” kata dia.

Tindakan sidak ke tempat yang dicurigai tempat LGBT, jelas dia, akan melihat perda penertiban terlebih dahulu. Sebab, ini bertentangan dengan undang-undang yang ada. “Kita melaksanakan sidak tentu berbenturan. Ini jadi buah sikalakama,” katanya.(irw)

You may also read!

Pemagaran Aset Pemkot Depok Ditolak Pedagang

DEPOK – Rencana Pemerintah Kota Depok memasang pagar sekitar Jalan Haji Ohan, sebelah Utara Pasar Cisalak sepertinya tak akan

Read More...

Cijago Tawar Murah Lahan 106 Warga Depok

DEPOK – Pembebasan lahan Seksi III Cinere-Jagorawi (Cijago) menyisakan penolakan. Sedikitnya 106 warga di Kelurahan Tanah Baru, Beji secara

Read More...

Askot PSSI Depok Dilantik

DEPOK – Meiyadi Rakasiwi resmi dilantik sebagai Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Depok, di Aula Teratai Lantai 1

Read More...

Mobile Sliding Menu