Parkiran RW6 Depok Jaya Ditolak

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
DITOLAK WARGA : Spanduk penolakan warga RW 06 terhadap fasilitas parkir di lahan fasos fasum terpasang di kawasan Jalan Nusantara Raya, Pancoranmas, kemarin.

DEPOK–Bagi warga yang kerap melewati Jalan Nusantara Raya, kini dapat menikmati pemandangan baru di depan Pasar Depok Jaya, tepatnya di lapangan bulutangkis, RW6 Kelurahan Depok Jaya, Pancoranmas.

Lapangan yang awalnya dipergunakan sebagai sarana olahraga masyarakat setempat, kini berjejer ratusan kendaraan roda dua dan menjadi lahan parkir dadakan di lokasi tersebut.

Sontak hal tersebut membuat masyarakat sekitar geram, utamanya para pemimpin lingkungan yang telah merawat dan menjaga fasilitas tersebut dengan dana yang dihimpun dari masyarakat.

Ketua RW6 Depok Jaya, Sugiman (73) mengklaim, lahan tersebut milik Perumnas Depok I, dan merupakan hak warga sekitar yang digunakan untuk fasos/fasum khusunya untuk warga RW6.

“Itu tanahnya memang sengaja dipersiapkan oleh perumnas untuk kepentingan penghuni, dan sudah beberapa kali kami renovasi guna kepentingan bersama,” kata pria yang telah tinggal sejak tahun 1977 di perumahan tersebut.

Namun tiba-tiba, lanjut Sugiman, sekitar sebulan lalu Lurah Depok Jaya bersama stafnya mendatanginya, dan memberi tahu kalau lahan tersebut hendak dibangun parkiran khusus motor dan mobil. “Kami menolaklah, takutnya lahan ini dialihfungsikan atau diperjualbelikan,” ucap dia.

Penolakan tersebut, rupanya tidak berdampak apapun. Pemerintah Kota Depok tetap dengan keinginannya, yakni menjadikan lahan seluas 50×20 meter persegi tersebut sebagai lahan parkir. “Warga geram, makanya kami pasang spanduk penolakan didepan lahan itu,” katanya.

Bukannya mendapatkan solusi, Sugiman mengatakan, ia kerap ditanyai orang misterius soal pemasangan spanduk tersebut.

Sugiman menceritakan, namun, akibat lama tak dipakai untuk aktifitas masyarakat, lahan tersebut digunakan oleh orang tak dikenal atau preman dan dgunakan sebagai lahan parkir pengunjung Pasar Depok Jaya. “Waktu itu nggak ada yang berani ngusir, dan rw nya juga bukan saya, makanya jadi merajalela,” tuturnya.

Pembangunan lahan parkir oleh Pemkot Depok rupanya terus digenjot. Seperti pembuatan konblok guna mendukung lahan parkir tersebut.

“Kami berencana bikin surat ke polisi dan pemda, tapi sebelumnya mau ngumpulin RT dan orang yang punya kompetensi seperti tokoh masyarakat dulu,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Perhubungan, Yusmanto mengatakan, lahan tersebut merupakan lahan milik Pemerintah Kota Depok, sehingga lahan tersebut dapat dipergunakan untuk kepentingan masyarakat. “Kami tidak seenaknya juga, kami berani karena itu tanah pemkot,” kata Yusmanto.

Terkait pembuatan lahan parkir, Yusmanto mengatakan, hal tersebut guna mengantisipasi adanya masyarakat yang parkir dipinggir jalan karena lahan parkir Pasar Depok Jaya yang minim. “Daripada parkir pinggir jalan bikin macet, kami berikan solusi, mengingat pengunjung Pasar Depok Jaya minim lahan parkir,” jelas Yusmanto.

Terkait retribusinya, Yusmanto mengatakan akan memberlakukan retribusi yang sesuai dengan perda yang berlaku yakni Perda No. 09 tahun 2012 tentang Retribusi Bidang Perhubungan. “Retribusinya sesuai perda, kalau ada pungutan liar di lapangan akan kami tindak tegas,” tandasnya.(cr1/ade)

You may also read!

Mediasi Aruba Gagal

DEPOK – Kisruh di perumahan Aruba Residence di Jalan Pemuda Pancoranmas, antara warga dan pengembang hingga saat ini masih

Read More...

Ribuan Santri Depok Long March Lima Kilometer

DEPOK – Ribuan santri Kota Depok mengikuti kirab santri dan melakukan long march sejauh lima kilometer, di Jalan Raya

Read More...

Walikota Depok Ajak Warga Sayangi Jantung

DEPOK – Salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia ialah jantung, yang menjadi pusatnya kehidupan. Untuk itu, Wali Kota

Read More...

Mobile Sliding Menu