Korban SBL-Abu Tours Diminta Lapor 

In Metropolis
FOTO : Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kota Depok, Asnawi

DEPOK–Korban PT Solusi Balad Lumampah (SBL) dan Abu Tours jangan segan-segan melapor ke Kementerian Agama (Kemenag) Depok. Keladinya, atas instruksi Kemenag pusat kedua biro perjalan umrah dan haji tersebut harus diawasi, guna mengantisipasi terulangnya kasus penipuan dan penggelapan seperti yang dilakukan PT. First Anugerah Karya Wisata (First Travel).

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Depok, Asnawi mengatakan, pengawasan tersebut dilakukan sesuai dengan instruksi Kemenag pusat menyusul banyaknya laporan yang masuk terkait dua biro jasa tersebut. “Sesuai instruksi pusat kami diminta melakukan pengawasan terhadap dua biro jasa, Abu Tours dan juga SBL,” ujar Asnawi kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Asnawi menjelaskan, di Kota Depok ada ratusan biro atau travel yang melayani jasa perjalanan umroh dan haji. Di antaranya ada beberapa biro yang disinyalir tidak beres. Sampai saat ini pihaknya masih menunggu laporan korban SBL dan Abu Tours. “Masyarakat bisa melapor kesini,” tegas Asnawi

Mantan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pancoranmas tersebut menambahkan, terkait izin yang dimiliki oleh perusahaan travel merupakan kewenangan dari Kementerian Agama RI, sehingga dirinya tidak mengetahui apakah PT SBL mengantongi izin atau tidak. “Tapi kalau dia berani beroperasi berarti sudah ada izin, apalagi sudah memberangkatkan jemaah sebelumnya, tapi itu tidak bisa terlihat di sini,” beber Asnawi.

Jika dilihat dari permasalahannya, PT. SBL dan Abu Tours mendapatkan sanksi dari Kementerian Agama RI karena dianggap menelantarkan jamaah, akibat high season yang diklaim oleh pemilik perusahaan.

“Sebagai penyelenggara umroh atau haji, seharusnya dia sudah tahu waktu-waktu kapan high season, kapan waktu normal dsb, itu digunakan agar tidak membuat jemaah seolah tidak di bohongi dengan waktu keberangkatan,” lanjut Asnawi.

Untuk itu, Asnawi menambahkan, agar masyarakat dapat cerdas dalam memilih perusahaan travel yang akan dijadikan guide dalam perjalanan umroh atau haji. Menurutnya ada lima hal yang harus diperhatikan calon jemaah yakni kepastian izin perusahaan, kepastian waktu berangkat, kepastian  biaya, kepastian pesawat dan kepastian akomodasi. “Minimal lima hal itu yang selalu harus ditanyakan oleh calon jemaah,” kata Asnawi.

Sementara saat dikonfirmasi, Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing mengatakan, sampai saat ini kedua travel tersebut masih dalam penanganan Kemenag RI. “Saat ini keduanya masih dalam penanganan Kemenag RI sebagai pengawas travel umroh,” singkat Tongam.(ade)

You may also read!

Cipayung Dapat 9 Wakil

DEPOK– Sebanyak sembilan mata lomba digulirkan dalam Pentas PAI tigkat SD di Kecamatan Cipayung. Total ada 28 SD negeri

Read More...

Terapkan Hafal 3 Juz, Bahasa Arab-Inggris

DEPOK– Mencetak peserta didik yang bertakwa, mandiri, dan berwawasan Iptek, SMP Islam Terpadu (SMPIT) Al Hikmah di Kelurahan Cipayung

Read More...

LLP Cinere Resmi Bergulir

DEPOK– Lomba-lomba Pendidikan (LLP) tingkat Kecamatan Cinere, resmi bergulir kemarin. Perhelatan lomba yang digabung menjadi satu ini diikuti puluhan

Read More...

Mobile Sliding Menu