HET Beras Pecah

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
            PRAREKONTRUKSI GENG MOTOR :PenyidikSatreskrimPolrestaDepokmenggelarprarekontruksiterkaitpenjarahangeng motor di tokopakaian di JalanSentosa Raya, KecamatanSukmajaya, Selasa (9/1).

DEPOK-Sudah sebulan harga beras di sejumlah pasar di Kota Depok, lepas dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan sebesar Rp 9.450 per kilogram (Kg). Kenaikan lumayan besar kisaran Rp1000-Rp2000 per-Kg baik medium maupun premium. Seperti di Pasar Kemirimuka misalnya, beras dengan merek Petruk kini harganya Rp12.400 sebelumnya Rp12.100 per-Kg, beras merek Jeruk yang sekarang diangaka Rp13.100 sebelumnya Rp12.900 per-Kg. Sedangkan yang paling murah berada di harga Rp9.500 per-Kg.

” Semenjak menjelang tahun baru, hinggga  hari ini harga beras naik terus seharga Rp200 perak tiap harinya,” ucap Feriyanto (55), seorang pedagang beras di Pasar Kemirimuka kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Dia mengatakan, kenaikan tersebut dikarenakan banyak petani yang mengalami gagal panen di daerah pemasok. Tentunya hal tersebut mempengaruhi penjualanya yang cenderung menurun. ” Dari pasar induknya sudah naik terus,” sambungnya.

Di tempat yang sama, seorang pembeli bernama Udin warga Kelurahan Pondok Cina mengatakan, kenaikan harga beras premium tersebut cukup menyulitkan keluarganya sebagai konsumen. Dia mengatakan, jika di pasar naik, di warung pengecer akan lebih tinggi lagi harganya.

” Saya beli beras yang harga Rp9.500, 60 kilogram untuk saya dan anak saya. Kalau beli di warung harganya bisa Rp11.000 lebih,” ucapnya.

Terpisah, pedagang beras di Pasar Pucung Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Iswara mengatakan, harga beras sudah mengalami kenaikan dari pemasok sejak sebulan belakangan. Sehingga terpaksa dirinya juga menaikan harga dipasaran. “Katanya tidak ada panen, jadi harganya naik,” kata Iswara kepada Radar Depok.

Dia mengatakan, harga beras naik sekitar seribu rupiah per-Kg, sedangkan harga Ketan bisa naik sekitar Rp 7.000 sampai Rp 8.000. “Setiap beras bisa naik Rp1.000 per-Kg, sedangkan ketan Bisa Rp8.000, sehingga harga jual bisa mencapai Rp20.000,” kata Iswara.

Sedangkan harga beras terbaik Rojo Lele saat ini dipatok Rp12.000 per-Kg. Dan beras lain juga mengalami kenaikan. “Rata-rata naiknya Rp1.000, meski demikian ada saja pembeli yang mengeluhkan kenaikan harga beras,” ujar Iswara.

Menurutnya, masih ada beras dengan harga Rp9.000 hingga Rp9.500 per-Kg namun kualitasnya jauh lebih rendah dari beras unggulan. “Ada yang masih Rp9.000, tapi tergantung selera, biasanya harga ngga bohong,” ujar Iswara.

Sementara itu, salah satu warga Kelurahan Jatimulya, Sumi mengeluhkan dengan naiknya harga beras. Menurutnya, meski hanya naik seribu dirinya sangat menyayangkan kenaikan harga beras di pasaran. “Beraskan kita konsumsi setiap hari, jadi sangat berpengaruh dengan anggaran belanja ibu-ibu,” kata Sumi.

Menimpali hal ini,  Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kota Depok, Epi Ardini mengatakan, sesuai pantauan di tujuh pasar harga beras medium dan premium masih di bawah HET. Memang ada kenaikan tapi kenaikan itu tidak signifikan.

Kenaikan harga beras itu, kata dia, kenaikanya atau selisih kenaikanya sebesar Rp43 perak perlinter untuk beras katagori medium yang sebelumnya Rp9.400 perliter minggu lalu.

Sedangkan beras premium  kenaikanya sebesar Rp111 perliter dari harga minggu lalu Rp11.423 perlinter.

“Kalau sekarang harga minggu beras medium Rp9.443 dan premium Rp11.534. berdasarkan data dari tujuh pasar tradisional se- Depok,” jelas Epi kepada Harian Radar Depok.

Penentuan HET kata dia, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan no 57/M-DAG/PER/8/2017. Lalu, sambung dia, jika harga beras naik diatas HET maka pihak Disdaging Depok berkoordinasi oleh Bulog untuk meminta bantuan mengadakan operasi pasar. ”Menggunakan beras bantuan cadangan beras pemerintah,” kata Epi.

Sementara, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, saat ini Satgas Pangan mengecek kembali stok beras nasional. Ini karena harga beras melonjak.

“Satgas Pangan mengecek suplai, apakah cukup betul karena ada informasi suplai cukup karena musim panen, stok juga cukup. Tapi ada pendapat juga suplai terganggu karena cuaca sekarang banyak hujan ini. Nah sekarang ini tahapnya koordinasi untuk melihat data apakah benar-benar cukup atau tidak,” kata Tito.

Hal itu disampaikan Tito usai menghadiri acara Perayaan Natal Polri di Auditorium PTIK/STIK, Jl Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/1/2018).

Pengecekan stok beras medium ini melibatkan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Bulog. Tito menjelaskan pengecekan stok beras dilakukan hingga ke daerah-daerah.

“Satgas Pangan mengecek sampai ke daerah, apakah suplai bermasalah atau tidak atau distribusinya,” ujar Tito.

Tito menerangkan ada dua hal yang menyebabkan harga beras naik yaitu stok untuk disuplai ke masyarakatnya kurang dan proses distribusinya terganggu. Kedua hal itulah yang akan diselidiki Satgas Pangan.

“Harga naik itu kan bisa karena suplainya memang kurang, barang enggak ada, otomatis pasti harga naik. Atau suplai cukup tapi distribusi ada yang mainkan. Sampai saat ini kita sama-sama mengecek dengan Mentan Bulog dan Perdagangan, apakah ini faktor suplai atau distribusi,” jelas Tito.

Untuk mengatasi kenaikan harga beras ini, Tito menuturkan langkah utama yang dilakukan Satgas Pangan adalah dengan mengadakan Operasi Pasar. “Tapi langkah utama untuk menekan harga adalah Operasi Pasar. Operasi pasar sedang dikerjakan,” tutur Tito. (cr1/cr2/irw)

You may also read!

Persiapan UNBK SMPN Depok 100 Persen

DEPOK –Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, pastikan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP Negeri siap 100 persen. Penegas tersebut,

Read More...

Ayat-ayat Alquran Menggema di Mekarjaya 1 Depok

DEPOK – SDN Mekarjaya 1 menghelat Isra Mi’raj, kemarin. Tak hanya Isra Mi’raj, sekolah di Jalan Flamboyan, Kelurahan Mekarjaya,

Read More...

SDN Tanah Baru 1 Depok Istigosah

DEPOK – Jelang Ujian Sekolah (US) pada 23-25 April, dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), 3-5 Mei. SDN Tanah

Read More...

Mobile Sliding Menu