Fredy Kerap Ancam Bakar Rumah

In Satelit Depok, Wilayah Depok
INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
SEPI: Kondisi rumah pelaku penganiayaan istri tampak sepi pasca penganiayaan.

DEPOK –  Khalayak Kota Depok dihebohkan dengan kejadian seorang Fredy Pangemanan (83) yang tega melukai istrinya Kartini (70) dengan martil hingga kritis karena mengalami patah jari tangan dan juga pendarahan di kepala sampai mendapatkan 38 jahitan.

Siang itu, Kamis (25/1) di kediaman pelaku di bilangan Jalan H. Musli, Gangn Kembang, RT5/2, Kelurahan/Kecamtan Beji.

Tak jauh dari kediaman pelaku ada Ketua RT5/2, Saaman (61). Dia memberikan keterangan, kalau Fredy kesehariannya jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar, karena kerap tidak ada di rumah. Seperti yang dia ketahui, Fredy baru dua pekan ini berada dirumahnya setelah pulang dari Lampung. Sepengetahuanya Fredy Pangemanan seperti memiliki kelainan psikis, karena kerap tiba – tiba mengamuk di rumahnya.

“Orangnya agak stress, terus memiliki masalah pendengaran, kalo lagi kambuh suka ngamuk – ngamuk, “ ungkap Saaman.

Berbeda dengan penjelasan Saaman, Aisha (40) yang rumahnya berada di depan rumah pelaku mengatakan, pelaku dikenal ramah dengan tetangga sekitar. Dia mengaku tidak menyangka Fredy yang akrab disapa Opah tersebut, tega menganiayaya Kartini (70). Namun Bahkan menurut Aisha, Opah pernah melaporkan istri dan anknya kepada aparat Kepolisian karena mengaku istri dan anaknya menganiaya Opah dengan cara tidak memberinya makan.

“Kejadian Opah lapor polisi juga belum lama dari kejadian penganiayaan yang dilakukan Opah,” ungkap Aisha.

Keterangan yang berbeda juga diberikan oleh salah seorang tetangga pelaku yang lainya, yang menolak untuk disebutkan identitasnya. Tetangga pelaku mengungkapkan, dirinya sering mendengar pelaku dan korban bertengkar di tengah malam. Dia mengungkapkan, pertengkaran antara pelaku dan korban biasanya dipicu hal yang sepele yaitu persoalan makanan.

“Si Opah itu kalo makan kurang kenyang langsung marah, Cuma sama Omah sering tidak diladenin,” ungkap tetangga pelaku.

Dia juga mengatakan bahwa Opah seperti orang yang setres karena mudah merajuk dan akan mengancam membakar rumahnya.

“Opah bahkan pernah menusuk anaknya yang paling bontot dengan pisau, tapi tidak ada yang laporin. Orangnya juga pinter ngebohong kalau sudah salah,” bebernya. (cr1)

You may also read!

Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata

DEPOK – Walikota Depok Mohammad Idris menerima kunjungan kerja Komisi X DPR RI. Di hadapan Komisi X DPR RI,

Read More...

Silaturahmi, Lurah Mustakim Kunjungi Posyandu

CIPAYUNG – Berkunjung langsung ke warga terus dilakukan Lurah Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Mustakim. Semenjak menjadi pejabat wilayah setempat,

Read More...

Beli Kacamata Peduli Sesama

DEPOK – Optik Go Max yang hadir di Depok Town Square lantai dasar tak hanya menyuguhkan aneka produk kacamata

Read More...

Mobile Sliding Menu