Enak dan Sehat Tanpa MSG

In Ekbis, Wisata dan Kuliner
Febrina/Radar Depok
SEGAR : Garang asem yang diproduksi tanpa santan dan tanpa MSG ini sehat untuk dikonsumsi, harganya terjangkau. (insert : Garang Asam Dada Ayam).

DEPOK – Ingat garang asem pasti otak kita langsung terngiang kuahnya yang asam pedas segar apalagi dinikmati bersama nasi panas. Sensasi belimbing wuluh dan tomat hijau yang menjadi ciri khas dari garang asem berpadu dengan aneka bumbu yang melimpah ruah menjadikan makanan ini memiliki kesan tersendiri bagi penikmatnya. Di Depok ada seorang penggiat makanan tradisional yang fokus menjajakan garang asem secara online. Bermodalkan media jejaring sosial, Dian Putri yang akrab disapa Depe ini, ikut berpartisipasi dalam memajukan kuliner tradisional Indonesia dengan produk garang asemnya yang diberi nama GARANG ASSEM.

“Saya berjualan secara online dan sistem pesan dulu baru dibuat, harganya mulai Rp25 ribu perbungkus,” ujar Depe.

Dian mengungkapkan, usaha ini sudah digelutinya secara online dari tahun 2011. Awal mula memulai usaha ini sebenarnya hanya sebagai pembeda saja dari penjual lain di bazar yang sering diikutinya. Variasi makanan yang dijajakan tidak terlalu variatif. Maka dari situ muncul ide untuk membuat makanan yang khas Indonesia, jarang ditemukan dan kompetitor yang belum banyak. Garang asem dipilihnya sebagai produk utama yang dijual.

“Awalnya hanya memposting Pre Order Garang asem, tak disangka atensi teman-teman membludak,” jelasnya.

Sejak saat itu Dian hanya fokus menjual garang asem. Varian garang asem yang dijual ada ayam negeri, ayam kampung dan Ikan Patin. Harga yang ditawarkan cukup masuk akal untuk satu porsi garang asem, mulai dari Rp25 ribu sampai Rp175 ribu untuk satu ekor garang asem ayam kampung. Keunikan dari garang asem Dian adalah tidak menggunakan santan dan dapat dibuat pedas atau tidak pedas. Karena bisa dibuat tidak pedas, maka anak-anak pun dapat menyantapnya.

“Bahkan ada beberapa testimonial pelanggan yang mengatakan bahwa anaknya tidak mau makan karena sedang sakit tapi ketika makan garang asem sepiring nasi langsung habis bahkan tambah,” tuturnya.

Garang asem yang dijual ini hanya dapat ditemukan melalui situs media sosial Instagram @garangassem dan Facebook garang assem. Tidak ada toko offline, semua penjualan dilakukan melalui online namun ada beberapa reseller yang aktif. Dikarenakan proses memasaknya yang lama, dikukus selama 2 jam dalam api kecil, disini pemesanan menerapkan sistem Pre Order (PO) yaitu menetapkan tanggal berapa akan membuat garang asem dan mendata siapa saja yang akan memesannya.

“Saya hanya membatasi maksimal 30 porsi. Untuk pemesanan lebih dari 30 porsi konsumen dapat menginfokan maksimal H-4. Kedepannya sedang merintis garang asem untuk dijadikan produk makanan beku. Sehingga konsumen tidak harus menunggu PO lagi,” tandasnya.(ina)

You may also read!

Suami di Depok Cekik Istri Hingga Tewas

DEPOK – Yerimia terbilang sadis terhadap istrinya Risma Sitinjak. Pria berusia 28 tahun itu mencekik Risma hingga tewas, di

Read More...

Luas Tanah Pasar Kemirimuka Depok SK Gubernur dan SHGB Beda

DEPOK – Ada fakta baru yang disajikan dalam pembacaan replik di sidang gugatan Derden Verzet, di Pengadilan Negeri (PN)

Read More...

Hewan Kurban Sehat Diberi Tanda Pin

DEPOK – Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Depok memeriksa hewan kurban di

Read More...

Mobile Sliding Menu