Bangunan Belanda Diwacanakan jadi Cagar Budaya

In Metropolis
follow :

DEPOK–Mencuatnya isu Rumah Cimanggis yang terancam tergusur karena masuk dalam rencana kerja proyek pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Rupanya, turut membuat Pemerintah Kota Depok kini lebih serius memikirkan keberadaan rumah tua lainnya yang sarat akan nilai sejarah di Kota Belimbing ini.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Agus Suherman mengatakan, pihaknya akan mendata seluruh bangunan tua yang utamanya peninggalan Belanda di Kota Depok, guna dimasukkan ke dalam cagar budaya Kota Depok.

“Baru pendataan sih, mungkin setelah itu nanti kami koordinasi baik dengan Kemendikbud, maupun dengan Instansi terkait terutama untuk persyaratan agar bisa tercatat sebagai cagar budaya,” kata Agus saat dikonfirmasi Radar Depok kemarin.

Agus mengatakan, sebagai fokus utama Pemkot Depok melakukan pendataan adalah bangunan tua yang berjejer sepanjang Jalan Pemuda, Kelurahan Depok, Pancoranmas. “Untuk awal di Jalan Pemuda dulu, kami akan mencatat terutama soal kepemillikan lahan dan bangunannya,” lanjut Agus.

Agus mengatakan, salah satu hambatan proses pendataan yang dilakukan olehnya terkait kepemilikan lahannya yang masih terdaftar milik perorangan, “Itu dia kesulitannya, di kepemilikannya. Kalau tanah dan bangunannya diserahkan/dihibahkan ke Pemkot, prosesnya tinggal ditindaklanjuti,” kata Agus.

Meskipun begitu, Agus mengatakan, pihaknya agar berupaya agar bangunan-bangunan tua di Kota Depok akan diupayakan dapat menjadi lokasi pariwisata di Kota Depok. “Sedang direncanakan untuk pembuatan kajian sama naskah akademiknya, tapi untuk saat ini masih fokus pendataan dahulu,” pungkasnya.

Sejarahwan dari Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) Kota Depok, Ferdy Jonathans mengatakan, ada sedikitnya enam bangunan bersejarah yang terletak di Kota Depok dan beberapa terpusat di Jalan Pemuda, Pancoranmas.

“Semua bangunan itu merupakan peniggalan Cornelis Chastelein warga belanda yang merupakan presiden pertama Depok sebelum kemerdekaan,” kata Ferdy.

Adapun bangunan tua tersebut antara lain, Rumah tua di jalan Pemuda yang kini dijadikan Kantor YLCC, Gedung Eben Haezer yang merupakan gedung pertemuan pada zamannya, Gereja GPIB Imanuel, Sekolah pribumi zaman belanda yang kini ditempati SDN Pancoranmas 2, Istana Presiden Depok yang kini ditempati RS Harapan, Rumah Presiden terakhir Depok, kuburan tua kamboja, lapangan bola, Jembatan Panus dan Rumah Tua Pondok Cina.

“Namun, selama 16 tahun berjalan Pemerintah Kota Depok, belum pernah merangkul kami (red; YLCC) untuk membahas perawatan dan pemanfaatan bangunan bersejarah ini,” lanjut pria yang menjabat sebagai Koordinator Bidang Aset pada YLCC tersebut.

Padahal, Ferdy mengklaim, pihaknya sering menyodorkan proposal kepada Pemerintah Kota Depok untuk merevitalisasi bangunan bersejarah di Kota Depok untuk kemudian dijadikan cagar budaya. “Tapi ya begitu lah, mereka kurang peduli. Tahun 2014 aja saya mau bangun tugu di RS Harapan yang sempat dihancurkan saja dimasalahkan,” terangnya.

Permasalahan tersebut, kata Ferdy karena monumen tersebut berbau sara dan berbau belanda yang notabene merupakan penjajah pada zaman dulu. “Tapi akhirnya berhasil dibangun, dimulai dari jembatan panus,” ujar dia.

Ferdy mengatakan, selama perjalanan waktu hanya pihaknya yang mengupayakan agar bangunan tersebut tetap terpelihara dan menjadi catatan sejarah di Kota Depok. “salah satu upayanya dengan menyewakan bangunan tersebut,” bebernya.

Ferdy mengatakan, kawasan jalan pemuda saat ini telah terdaftarkan pada Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud RI. “Dan segera akan masuk dalam kajian oleh tim ahli cagar budaya nasional,” tandasnya. (ade)

You may also read!

Sekali Lukis Pecahkan Dua Rekor Muri

follow :DEPOK-Tembok luar Mako Brimob Kepala Dua Jalan Kol Pol Pranoto, Kelurahan Tugu dan Pasir Gunung Selatan (PGS), Cimanggis

Read More...

Dekopinda Targetkan 150 Koperasi RAT

follow :DEPOK-Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Depok menggelar rapat kerja daerah (Rakerda), Sabtu (19 /1). Di Rakerda tersebut

Read More...

Berawal dari Tukeran Makanan, Miliki 1.800 Anggota 

follow :Komunitas Chef Depok terbentuk dengan latarbelakang  memberdayakan kaum perempuan. Komunitas ini berharap setiap perempuan mempunyai skill, yang bisa

Read More...

Mobile Sliding Menu