1.400 Jamaah Masih Terlantar

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK DIDUGA BERMASALAH : Tampak terlihat kantor biro umroh Solusi Balad Lumampah (SBL) di kawasan Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, yang dikabarkan gagal memberangkatkan 3.000 calon jamaah haji.

DEPOK – Ribuan calon jamaah umrah yang menggunakan jasa PT Solusi Balad Lumampah (SBL) terancam gagal terbang ke tanah suci. Pihak perusahaan diketahui mendapatkan teguran dari Kementerian Agama, dengan nilai kerugian sekitar Rp57 miliar.

Saat Radar Depok mendatangi kantor SBL di Jalan Raya Tole Iskandar Blok Setia II, Kecamatan Sukmajaya, suasana kantor tersebut terkunci rapat. Bahkan sudah tidak ada aktivitas.

Terkait hal ini, pihak PT SBL melalui CEO nya, H Aom Juang Wibowo menegaskan, ada 3.000 jamaah memang belum diberangkatkan dengan alasan overload alias operkapasitas.

Menangapi persoalan ini, pihak PT SLB melalui CEO PT SBL, H Aom Juang Wibowo menjelaskan, selama masa umroh tahun 2017-2018, di November dan Desember 2017 perusahaan sudah memberangkatkan lebih dari 14.500 jamaah ke baitullah. Dan memang di bulan Desember ada sekitar 3.000 jamaah yang rencananya diberangkatkan. Namun, karena high season akibat over kapasitas, sehingga SBL menjadwal ulang (re-schedule) keberangkatannya.  “Bila dihitung hingga saat ini yang belum berangkat sisa 1.400 jamaah lagi,” terangnya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurutunya, sisa 1.400 jamaah umrah ini akan disiapkan 54 penerbangan untuk keberangkatan dari embarkasi Jakarta menuju Jedah, Mekkah dan Madinah.  Penerbangan kata dia, di Febuari. Untuk pemberangkatan Februari harinya Minggu dan Senin. Mengenai jadwal keberangkatan, terang dia, sedang menyusun, mendata jamaah.

Sementara, untuk saat ini perusahaan sudah menyiapkan pesawat hatblok yang diberangkatkan setiap hari Minggu dan Senin di Januari. Ada sekitar 746 jamaah dalam setiap pemberangkatannya.  Ada pun jadwal keberangkatan pada tanggal 24,15, 21, 22, 28, dan 29 Januari. “Mengenai yang belum berangkat, kami memohon maaf, semoga disaat berangkat ke sana mendapat jamuan yang luar biasa dari Allah,” tuturnya.

Terlebih dia mengimbau, kepada seluruh jamaah SBL untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu di luar. Apalagi, SBL merupakan travel umroh yang pernah memberangkatkan jemaah terbanyak di dunia.  “Jemaah SBL jangan resah. Di media memang banyak sekali perusahaan umroh yang belum menjalankan kewajibannya. Tapi berbeda dengan kami,” jelasnya.

Terlebih kata dia,  SBL memiliki aset yang cukup besar untuk menutupi biaya untuk memberangkatkan jemaah-jemaah yang belum diberangkatkan.

Lalu perusahan SBL, kata Wibowo, sudah membayarkan semuanya seperti untuk hotel, maskapai, ataupun bis yang ada di Saudi, Mekkah dan cattering. “Kami meminta bersabar karena dalam minggu ini kami tengah menyusun seluruh keberangkatan jemaah untuk disesuaikan dengan pesawat yang disediakan. Ini merupakan bukti pelayanan kami yang ingin maksimal selama ibadah di tanah suci,” tegasnya.

Sebelumnya, PT. SBL terkena masalah lantaran belum memberangkatkan 3.000 jamaah umroh yang terjaring dalam program Sahabat SBL.

Jumlah 3.000 jamaah umroh ini jelas dia lagi, merupakan sisa dari 17 ribu jemaah yang seharusnya diberangkatkan pada bulan Desember 2017 lalu. Ia juga mengatakan,  PT SBL sendiri merupakan travel umroh yang sudah resmi terdaptar di Kantor Kementerian Agama sejak 2016 lalu. “Dimana, pada 18 Mei 2016 dinyatakan sudah sesuai dengan syarat dikeluarkan izin travel umroh,” ungkapnya.

Perlu diketahui belum lama, Kasubid Pemantauan dan Pengawasan Umarah dan Haji Khusus Kemeng, Mulyo Widodo mengatakan, telah menegur PT. SBL pekan lalu.  Kemenag melayangkan surat teguran karena melihat ada pelanggaran yang dilakukan SBL lantaran menelantarkan sekitar 3.000 jamaah umrah. Hal ini pun sudah dikonfirmasi Kemenag terhadap manajemen SBL yang berbasis di Bandung, Jawa Barat.

“Itu dari pengakuan mereka pun sekitar 3.000 jamaah belum berangkat. Nilai kerugiannya diasumsikan 3.000 jamaah kali Rp 19 juta (biaya umrah),” ujarnya.

Jika dihitung dengan asumsi tersebut, maka nilai kerugian atas penelantaran jamaah umrah SBL sekitar Rp 57 miliar. Menurut Widodo, kasus penelantaran jamaah umrah SBL terjadi karena buruknya proses pengelolaan atau manajemen keuangan perusahaan.

SBL diakuinya, menawarkan paket promo umrah di bawah Rp 20 juta per jamaah, dan berakhir dengan kegagalan. “Paket promo menurut mereka, tidak bisa terselesaikan dengan baik. Jadi ada kegagalan di situ dan di manajemen keuangan. Harga Rp 18-19 juta per jamaah untuk ukuran pemberangkatan bisa dilaksanakan, tapi kenyataannya memang si penyelenggara umrah tidak ada profit. Melihatnya harus jernih juga,” jelas Widodo. (irw)

You may also read!

Suami di Depok Cekik Istri Hingga Tewas

DEPOK – Yerimia terbilang sadis terhadap istrinya Risma Sitinjak. Pria berusia 28 tahun itu mencekik Risma hingga tewas, di

Read More...

Luas Tanah Pasar Kemirimuka Depok SK Gubernur dan SHGB Beda

DEPOK – Ada fakta baru yang disajikan dalam pembacaan replik di sidang gugatan Derden Verzet, di Pengadilan Negeri (PN)

Read More...

Hewan Kurban Sehat Diberi Tanda Pin

DEPOK – Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Depok memeriksa hewan kurban di

Read More...

Mobile Sliding Menu