Taman Yes, Limbah Medis No

In Metropolis
Desain Taman Buatan Warga
Taman yang Kini Dibangun Pemkot Depok

DEPOK-Warga RW5 dan penghuni Sektor Melati GDC Kelurahan Jatimulya, Cilodong teguh pada pendirianya di kesepakatan awal : bangun taman tanpa pembungan limbah medis. Sifat batu itu menyusul hasil pertemuan akhir yang telah dilakukan lingkungan dengan camat, lurah, LPM, dan Satpol PP sebanyak lima kali.

Ketua RW5 Kelurahan Jatimulya, Masyuri menegaskan, sebelum melakukan pembangunan taman yang terletak di sisa lahan pembanguanan Puskesmas Cilodong, pihaknya telah melakukan lima kali pertemuan antara warga, Camat, Lurah, LPM, dan Satpol PP. Menurutnya, telah disepakati untuk membangun sisa lahan Puskesmas seluas 400 meter untuk dijadikan taman. Dia juga sudah membuat desain dengan menyesuaikan anggaran yang ditetapkan sekitar Rp 378 juta. “Kami membuat desain untuk kepentingan warga, dan semua sepakat dengan desain yang kita ajukan,” ujar masyuri kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Namun, setelah dilakukan pengerjaan, ternyata pembangunan yang dilakukan kontraktor sangat berbeda dengan desain yang disepakati sebelumnya. “Setelah disepakati tiba-tiba bangunannya berubah,” kata Masyuri.

Saat ini, kata dia taman yang dibuat seolah eksklusif hanya bisa dikunjungi untuk pengunjung puskesmas, karena taman dibuat tertutup. Berbeda dengan diesain awal yang memiliki akses masuk taman dari berbagai arah.

Belum lagi terdapat Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan pembuangan limbah media diarea taman, sehingga menyalahi kesepakatan yang telah dibuat. “Tiba-tiba taman dibuat tertutup, dan ada IPAL serta pembuangan limbah medis di area taman, seolah pemkot mentahin kesepakatan begitu saja, menghalalkan segala cara,” tegas Masyuri.

Terkait adanya protes warga, Masyuri mengatakan, itu tidak terjadi secara tiba-tiba. Sebelumnya warga juga telah membicarakan hal tersebut kepada Camat dan Lurah, namun tidak ditanggapi. “Akhirnya warga bicara dengan caranya sendiri, saya sudah tidak bisa menengahkan,” ujar Masyuri.

Dengan demikian, warga masih pada kesepakatan awal untuk tetap membangun taman sesuai dengan desain yang telah disepakati. “Kami akan mempertahankan kesepakatan awal, kami ingin taman dapat dimanfaatkan masyarakat luas, tidak hanya bagi pengunjung puskesmas saja,” tegas dia.

Menimpali hal ini,  Kasie Pembangunan Gedung Pemerintah dan Fasilitas Publik Dinas  Perumahan dan Permukiman (Disrumkim), Sriyanto menjelaskan, pembangunan Puskesmas Cilodong merupakan lanjutan. Termasuk pembangunan limbah dan Ipal. Untuk pembangunan limbah kurang lebih luasnya 9,5 meter persegi.

Namun, sesuai kesepakatan dan rencana pembangunan lalu memang akan dibangun taman dengan luas taman  kurang lebih  462 meter  persegi. “Jadi luasan taman yang akan dibangun di tahun ini harus selesai,” kata Sriyanto, kepada Radar Depok, kemarin.

Dia mengatakan, anggaran pembangunan Puskesmas Cilodong lanjutan ini lantai dua dan taman mengunakan dana APBD Depk sebesar Rp1,3 miliar. Terkait adanya protes warga sekitar adanya pembangunan limba, Sriyanto mengatakan, sudah ada sosialisasi kepada masyarakat. Bahkan, sudah diinformasikan akan ada taman disebelahnya.  “Sebenarnya bukan warga.Tapi pihak RW saja yang menolak. Sosialisasi sudah dilakukan, tapi itu tadi ada oknum RW yang gak setuju disitu ada Puskesmas,” bebernya.

Menimpali persoalan ini, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, mengatakan, akan berkoordinasi dengan pihak dinas terkait seperti DKLH dan bangian aset fasos-fasum untuk dikaji.

“Saya sudah dapat kabarnya bahwa permasalahannya limbah yang dibuang di area tersebut. Kami tanggapi itu, karena kami pelayanan masyarakat. Tentunya kita cari solusi yang cerdas,” kata Pradi.

Terkait warga tersebut mengambil jalur hukum karena kekecewaanya. Pradi tidak mempermasalahkannya. “Gak masalah, karena hak setiap warga negara,” tandasnya.(cr2/irw)

You may also read!

150 Pelajar Diare Massal, Dinkes Depok: Tunggu Hasil Lab 14 Hari

DEPOK – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, tengah dirundung musibah. Sejak Rabu (10/10) hingga kemarin, sekolah di

Read More...

Depok Masuk 10 Besar Smart Sanitation

DEPOK – Warga Depok mesti tahu ini. Ternyata kemarin, Kota Depok masuk 10 nominasi Smart Sanitation Award 2018 (SSA)

Read More...

Kajian Ganjil-Genap Depok Lelet

DEPOK – Gaung penerapan sistem ganjil-genap di Jalan Margonda Raya, saat weekend sabtu dan minggu sepertinya hanya angan-angan saja.

Read More...

Mobile Sliding Menu