Sukses jadi Kepsek Terbaik, Gagal Masuk Pondok Pesantren

In Metropolis
follow :
IRWAN /RADAR DEPOK
PIMIPIN UPACARA : Kepala Sekolah SDN Depok Jaya 1 Suhyana memimpin upacara Bendera,kemarin.

Pria berusia 50 tahun yang kini menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN Depok Jaya 1, Suhyana pernah menjadi kepala sekolah terbaik di Kota Depok 2016.

Laporan : MUHAMMAD IRWAN SUPRIYADI

 

RAUT wajah pria yang tinggal di RW1, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Pancoranmas, Suhyana tidak tampak menyesal. Kendati keinginan menjadi guru agama sepenuhnya tidak terpenuhi. Namun, langkah sebagai pencerdas bangsa sudah dilakukan sejak 1988 lalu.

“Sebenarnya waktu itu mau jadi guru agama. Kepengen masuk Pesantren Gontor atau Pesantren Tebu Ireng. Tapi, ayah saya meninggal jadi tidak ada biaya,” kata pria yang kerap di sapa Yana ini.

Meski begitu, kata dia, akhirnya masuk sekolah SPGN3 Jakarta. “Alhamdulillah sampai sekarang masih bisa mengabdi dan sama sama jadi guru meskipun saya bukan guru agama,” kata dia.

Ia juga mendapatkan penghargan sebagai kepala sekolah di tingkat kota dan nasional. “Saya dapat penghargaan sebagai kepala sekolah terbaik tingkat kecamatan, kota, provinsi, dan nasional waktu memimpin di SDN Anyelir 1,“ kata dia.

Penghargaan itu, tentunya menjadi sebuah kebanggaan baginya. Namun, prestasi yang diraih itu bukan semata hasil kerja seorang Suhyana, tapi berkat kerja tim yang membantu dalam pencapain tersebut.

“Tidak ada orang super, tanpa bantuan kerja tim. Saya bukanlah apa-apa,” kata pria yang kerap disapa Yana ini.

Yana mengatakan, awal mula mewakili Depok di lomba kepala sekolah di tingkat nasional 2016 ini. Tentu berawal dari lomba di tingkat kecamatan, kota, provinsi, dan nasional.

Lalu, Yana berhasil menjadi perwakilan Pemrov Jabar di tingkat nasional, berkompetisi dengan 34 kepala sekolah dari berbagai provinsi di negeri ini.

“Tentu saya juga bawa nama Depok di lomba itu,” ucap dia.

Selama perhelatan lomba kepala sekolah tingkat nasional, pria berusia 50 tahun ini mengikuti berbagai aturan. Bahkan, dia  merasakan  yang namanya dikarantina, tujuanya untuk fokus menjalankan lomba kepala sekolah.

“Saya dikarantina selama tiga minggu, di sana dibimbing dan dibina,” kata dia.(*)

You may also read!

Punya Program Sekolahkan Anak Yatim

follow :  DEPOK – Menanggulangi kenakalan remaja memang harus dimulai dari lingkungan. Pasalnya, pergaulan bebas mulai dilakukan oleh remaja

Read More...

Waluyo jadi Ketua LPM Cipas

follow :DEPOK – Pemilihan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Cisalak Pasar (Cipas), Kecamatan Cimanggis berlangsung kondusif. Pemilihan diselenggarakan

Read More...

Melihat Gowes Saba Kelurahan Tugu

follow :    Beberapa waktu lalu, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis menggelar kegiatan Gowes Saba. Titik pertemuan dipusatkan di halaman

Read More...

Mobile Sliding Menu