SMA Lazuardi GIS Sabet Perak

In Pendidikan
IST
PRESTASI: Siswa SMA Lazuardi GIS yang berlaga di Lomba Kaohsiung International Invention (KIDE) 2017 bersama dengan guru pendamping.

DEPOK – Prestasi tingkat internasional kembali diukir siswa-siswa dari SMA Lazuardi GIS. Kali ini, prestasi yang diboyong dari ajang Lomba Kaohsiung International Invention (KIDE) 2017 di International Convention Centre Kaohsiung, Taiwan.

Dalam lomba yang diadakan pada 8 – 1-0 Desember 2017 tersebut, SMA yang berlokasi di Jalan Raya Sawangan Gg. Pakis, Kecamatan Pancoranmas meraih dua medali perak dan satu perunggu.

Kepala SMA Lazuardi GIS, Agus Purwanto mengatakan, dalam lomba tersebut pihaknya mengirimkan tiga tim dengan tiga penemuan inovatif (project sains). Tidak hanya berhenti disitu saja, tim SMA Lazuardi GIS juga berhasil meraih lima Spesial Award.

“Lima Spesial Award tersebut berasal dari Turki, Hongkong, Singapura, Macau, dan Taiwan,” ucapnya kepada Radar Depok.

Purwanto-sapaannya-menjelaskan, instrumen yang digunakan dalam kompetisi tersebut, yakni meliputi Innovation, Commercialization and marketability, Performances and practicality, and presentation. Dimana, setiap instrumennya memiliki bobot nilai 25 persen. Oleh karena itu, penemuan yang dibawa pun, adalah hasil penelitan yang memiliki manfaat dengan kajian yang mendalam.

“Segala sesuatu jika dipersiapkan sebaik mungkin, ternyata selalu membuahkan hasil yang bagus. Dalam lomba tersebut, persiapannya sudah jadi jauh-jauh hari dengan menguatkan penelitiannya,” katanya.

Purwanto menjelaskan, dalam lomba tersebut, negara yang ikut berpartisipasi sebanyak 21 negara, dengan jumlah peserta 144 tim. Tidak semua tim mendapatkan medali, tetapi pemberian medali hanya kepada 75 persen tim, dengan nilai terbaik menurut penilaian para juri.

“Anak-anak yang kita ikutsertakan dalam lomba tersebut, tidak semuanya anak unggul dalam bidang akademik. Ternyata anak-anak tersebut bisa berkembang cemerlang, jika kita berikan panggung baginya untuk berprestasi. Tentunya dengan bimbingan serius dari guru-guru, terutama guru Riset,” terangnya. (peb)

You may also read!

Suami di Depok Cekik Istri Hingga Tewas

DEPOK – Yerimia terbilang sadis terhadap istrinya Risma Sitinjak. Pria berusia 28 tahun itu mencekik Risma hingga tewas, di

Read More...

Luas Tanah Pasar Kemirimuka Depok SK Gubernur dan SHGB Beda

DEPOK – Ada fakta baru yang disajikan dalam pembacaan replik di sidang gugatan Derden Verzet, di Pengadilan Negeri (PN)

Read More...

Hewan Kurban Sehat Diberi Tanda Pin

DEPOK – Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Depok memeriksa hewan kurban di

Read More...

Mobile Sliding Menu