Siswa SMPN 11 Komitmen Berhenti Merokok

In Pendidikan
IRWAN/Radar Depok
PEDULI: BPJS Kesehatan Cabang Depok melakukan evaluasi Program Ti-Rock kepada siswa SMPN 11 sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi penerus bangsa.

DEPOK – Program Ti-Rock (Tinggalkan Rokok) yang digulirkan BPJS Kesehatan Cabang Depok di SMP Negeri 11 Depok sejak September 2017, terbukti efektif menurunkan angka jumlah siswa perokok di sekolah tersebut.

“Hasil pemeriksaan smokerlyzer sekitar September memperlihatkan, jumlah pelajar yang diketahui telah atau pernah mengkonsumsi rokok adalah sebanyak 24 pelajar (22.5 persen dari 102 orang pelajar sasaran),” ungkap Kabid Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Depok, Rena Octora, kemarin.

Temuan tersebut, katanya lagi, ditindaklanjuti dengan pelaksanaan edukasi kepada pelajar dan orang tua siswa. Berdasarkan data evaluasi bulan kedua, dilaporkan telah terjadi penurunan angka kebiasaan merokok pada pelajar SMPN 11 Depok. Dari yang semula rata-rata mengkonsumsi 2-4 batang rokok, menurun menjadi 1-2 batang rokok/harinya.

“Para orang tua siswa menyambut baik penyelenggaraan Program Promotif Preventif Spesifik Daerah Penanggulangan Bahaya Rokok bagi Pelajar tersebut. Bahkan, para orang tua/wali murid pelajar yang juga merupakan perokok ikut bertekad untuk berhenti merokok,” tuturnya.

Selanjutnya, kemarin (Senin, 11/12), dilakukan evaluasi pencapaian Program Ti-Rock melalui pemeriksaan smokerlyzer kepada pelajar yang telah terjaring sebelumnya. Hasil evaluasi diharapkan akan menjadi pendorong bagi pihak sekolah untuk melanjutkan Program Ti-Rock secara mandiri di sekolah dan diharapkan bagi para siswa juga agar tetap dapat menjalankan komitmennya untuk tidak merokok kembali.

“Tidak pernah ada kata terlambat untuk berhenti merokok. Pengorbanan berhenti merokok menyelamatkan nyawa sendiri dan juga orang-orang terkasih di sekeliling,” katanya.

Wakil Kepala SMPN 11 Depok Bidang Humas, Kinarikah, mengutarakan apresiasinya kepada BPJS Kesehatan Cabang Depok yang telah menggulirkan program Ti-Rock. Menurutnya, ini adalah bentuk kepedulian BPJS Kesehatan terhadap dunia pendidikan.

“Dari 24 siswa terjaring yang berpotensi merokok hampir semua berubah, walau masih ada yang belum bisa berhenti sama sekali. Tinggal dua anak. Mereka beralasan susah berhenti kalau ketemu teman. Mereka tidak bisa menolak kalau ditawari rokok, tapi kalau sendiri sudah tidak merokok. Sosial mereka tinggi, di situlah susahnya mengatakan tidak ketika diberikan rokok,” jelasnya.

Diutarakannya, pergaulan menjadi salah satu potensi besar pengenalan rokok pada siswa. Bahkan, saat dilakukan pendataan awal dan diberikan pertanyaan dari mana siswa pertama kali mengenal rokok, seluruhnya menjawab teman.

“Karena itulah, sekolah menggandeng orangtua untuk terus berupaya dan berkomitmen berhenti merokok. Sekolah juga sudah memberlakukan kawasan bebas rokok. Di sekolah juga ada konselor sebaya, yang menyadarkan agar siswa tidak merokok. Harapannya mereka bisa terus meningkatkan potensi dan prestasinya,” katanya.

Sementara, Kasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan SMP di Dinas Pendidikan Kota Depok, Joko Soetrisno menyampaikan, program yang digulirkan BPJS Kesehatan Cabang Depok sangat positif.

“Di dalam kandungan rokok banyak kandungan racun yang merusak jaringan tubuh secara perlahan-lahan. Jangan sampai di usia sekolah ini, para siswa tercemari rokok karena masih banyak hal yang bisa diraih di masa depan,” katanya.(irw)

You may also read!

Suami di Depok Cekik Istri Hingga Tewas

DEPOK – Yerimia terbilang sadis terhadap istrinya Risma Sitinjak. Pria berusia 28 tahun itu mencekik Risma hingga tewas, di

Read More...

Luas Tanah Pasar Kemirimuka Depok SK Gubernur dan SHGB Beda

DEPOK – Ada fakta baru yang disajikan dalam pembacaan replik di sidang gugatan Derden Verzet, di Pengadilan Negeri (PN)

Read More...

Hewan Kurban Sehat Diberi Tanda Pin

DEPOK – Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Depok memeriksa hewan kurban di

Read More...

Mobile Sliding Menu