Pradi Hadiri Deklarasi Forguki

In Politika
follow :
RICKY/RADAR DEPOK
DEKLARASI: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna saat menghadiri deklarasi Forguki di Studio Alam Kelurahan/Kecamatan Sukmajaya, Kamis (7/12).

DEPOK Kesejahteraan guru, khususnya guru PAUD masih dibilang jauh dari kata sejahtera. Karenannya, Forum Guru Karakter Indonesia (Forguki) Kota Depok yang baru dideklarasikan di Studio Alam Kelurahan/Kecamatan Sukmajaya, Kamis (7/12), diharapkan dapat menyejahterakan guru PAUD dan bisa ikut berperan dalam memajukan pendidikan di Kota Depok.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna yang hadir dalam deklarasi tersebut mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) siap mendukung Forguki. Ia berharap wadah guru-guru ini memiliki integritas dan mampu berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan di Kota Depok.

“Untuk itu hal pertama yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan konsolidasi internal, agar organisasi ini dapat menjalankan perannya dengan baik sehingga hasilnya betul-betul dirasakan oleh masyarakat Kota Depok dan kontribusinya di bidang pendidikan amat sangat diharapkan,” tutur Pradi kepada Radar Depok, Kamis (07/12).

Ia juga mengajak pengurus Forguki untuk menjalin sinergitas dengan Pemkot Depok. Sinergitas tersebut agar nantinya berbagai program atau kegiatan dari organisasi baru ini dapat berjalan sesuai dengan aturan.

“Artinya dengan adanya sinergitas, kalau ada kekurangan atau perbaikan-perbaikan nantinya dapat sesuai aturan,” ujarnya.

Ketua Forguki, Arini Reseukiy mengatakan, organisasi ini merupakan wadah para guru-guru PAUD  yang lahir untuk menginisiasi pengajuan izin operasional bagi 20 lembaga PAUD yang belum memiliki izin operasional di tahap awal ini.

“Kedepan nanti, Forguki juga akan menginisiasi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan kompetensi guru, baik dalam hal keilmuannya juga kesejahteraan. Karena  Forguki bersinergi dengan LPKPI yang merupakan lembaga pemberdayaan dan kesejahteraan persatuan Indonesia binaan dari Bank Indonesia” katanya.

Anggota Forguki sendiri beranggotakan guru-guru Semai Benih Bangsa (SBB) yang kedepannya akan menjadi PAUD SBB di Kota Depok dan Cibinong, Kabupaten Bogor. Namun, untuk di Kota Depok saja ada 30 lembaga.

“Satu lembaga itu satu sekolah, dengan jumlah guru dan murid yang berbeda-beda, juga pola asuh dan ajar yang berbeda-beda,” ucapnya.

Maka, sambung Sri, Forguki juga akan mengatur lembaga tersebut, dalam arti memusyawarahkan agar SBB ini lebih terarah dalam mendidik, karena kegiatan belajar mengajar ini sudah berlangsung tahunan.

“Lembaga itu sudah ada yang lima hingga 10 tahun, tetapi belum memiliki izin operasional,” katanya.

Menurutnya, karakter murid sangat penting untuk dibiasakan sejak usia dini, karena masalah Indonesia saat ini masalah moralitasnya karakter.

Kata dia, kemampuan untuk antre saja harus dilatih sejak usia dini,itulah karakter disini bukan yang sifat pembelajarannya sambil lalu. Tapi pendidikan karakter di PHBK ini merupakan pendidikan yang terkonsep.

“Jadi memang ada medianya, target pembelajaran dan kegiatan belajar mengajarnya. Kita kenal pembelajaran sembilan karakter yang dirumuskan ibu Ratna Megawangi dari IHF,” ucapnya.

Ia menambahkan, berbicara mengenai kesejahteraan guru, saat ini memang menjadi masalah, kenapa pihaknya terpanggil untuk menginisiasi ini, karena guru-guru ini masih jauh dari kara sejahtera. Sementara, APBD–nya sudah ada, tapi mereka belum tersentuh.

“Karena itulah Forguki menjembatani menjadi fasilitator antara Dinas Pendidikan di Kota Depok dan anggota Forguki. Forguki akan terbuka untuk organisasi lain, karena kami berbicara untuk kepentingan guru dan kesejahteraan itu kan luas sekali,” tandasnya.

Masih di lokasi, Pembina LPKPI, Dwi Mukti Wibowo mengaku siap menjalin sinergi dengan Forguki. Semisal, memberdayakan guru PAUD untuk puya kemampuan di sektor usaha ekonomi. Supaya punya sumber pendapatan tambahan.

“Kami memberdayakan Lembaga PAUD SBB dan guru anggota Forguki, untuk punya kemmapuan manajemen pengelolaan PAUD yang baik. LPKPI lebih meningkatkan kerjasama dengan Forguki dan Pemkot Depok di bidang pendidikan dan kewirausahaan,” pungkasnya. (cky)

You may also read!

Diberi Jatah 500 Bidang, Persyaratan Harus Lengkap

follow :Kecamatan Bojongsari sedang diguyur program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau sering disebut Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona),

Read More...

4.000 Jiwa Belum Rekam KTP-el

follow :DEPOK – Sebanyak 4.000 warga Kelurahan/Kecamatan Beji belum melakukan rekam Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP – el). Hal

Read More...

Lilin Bikin Rumah Agus Gosong

follow :DEPOK – Rintikan hujan yang mengguyur wilayah Kota Depok, tidak menjadikan warga di Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari

Read More...

Mobile Sliding Menu